Contoh Latar Belakang Penulisan Makalah Radiologi
Latar belakang terdapat di BAB 1 Karya Tulis Ilmiah atau makalah. Latar belakang itu adalah penjelasan tentang mengapa dan apa saja alasan kita untuk mengambil judul makalah tersebut, berikut 5 W 1 H (Why, What, Where, Who, When, dan How). Tidak terlalu sulit untuk menulis contoh latar belakang penulisan makalah radiologi, sebab terdapat banyak contoh latar belakang penulisan makalah bidang lain di internet atau di buku-buku di perpustakaan.
Berikut adalah beberapa contoh latar belakang penulisan makalah radiologi:
Contoh Latar Belakang Pertama
Pemeriksaan untuk MRI otak secara umum dilaksanakan dengan menggunakan teknik sekuens T1-Weigted Image dan T2-Weighted Image (Bontrager,2001;Westbrook,1999). Untuk sekuens T2-Weighted Image menggunakan Fast Spin Echo (FSE) untuk mempersingkat waktu (Westbrook,1999). Namun demikian tidak seperti semua kelainan atau lesi dapat dideteksi dengan T2-Weighted Image.
Untuk mengatasi hal tersebut maka dalam pemeriksaan MRI otak dikembangkan suatu teknik dari Inversion Recovery yang disebut dengan (FLAIR) Fluid attenuated inversion recovery. Gambaran diagnostik FLAIR adalah gambaran diagnostik yang berasal dari pembobotan T2 dengan penekanan pada sinyal Cerebro Spinal Fluid (CSF).
Kelemahan dan keunggulan dari T2WI FSE dan FLAIR. Telah banyak diketemukan melalui beberapa panelitian yang mengkaji lebih dalam mengenai kedua teknik tersebut. T2WI FSE dapat menampakkan karakteristik jaringan beserta tumor yang ada diantaranya dan memiliki waktu akusisi yang relatif pendek. T2WI FSE lebih sensitif dalam mendeteksi adanya kelainan pada daerah otak.
Akan tetapi sekuens T2WI kurang mampu untuk menampakkan kontras antara gray matter dan white matter. Sementara FLAIR waktu scanning yang lama. Sekuens FLAIR memiliki keunggulan dalam memperlihatkan adanya periventricular demyelinating plaques, memperlihatkan gambaran diagnostik pembobotan T2 tanpa adanya artefak, mampu mengidentifikasi kelainan seperti subarachnoid hemorrhage (SAH), Meningoencephalitis and leptomeningeal metatases (Herskovits, dkk, 2001 ; Galassi, dkk ; 2005, GE Healthcare, 2006 ).
Dalam pelaksanaan di lapangan sekuens T2WI FSE dan FLAIR sering digunakan untuk melakukan scanning pada pemeriksaan MRI Otak di RSU.Dr.Saiful Anwar Malang sedangkan di lain RSU maupun RS Swasta pada umumnya T2WI massa lesi yang minimal baru digunakan sequens FLAIR .
Berdasarkan uraian keunggulan dan kelemahan sekuens T2WI dan sekuens FLAIR. Beserta pengalaman penulis di lapangan bahwa hanya terdapat fasilitas FLAIR pada pesawat MRI Magnum 1.0 Tesla yang digunakan di rumah sakit tempat penulis bekerja, maka penulis memiliki ketertarikan untuk mengkaji lebih dalam mengenai perbedaan kedua sekuen tersebut khususnya pada informasi diagnostik yang dihasilkan.
Hasil kajian tersebut akan penulis tuangkan ke dalam Karya Tulis Ilmiah dengan judul "PERBANDINGAN INFORMASI DIAGNOSTIK ANTARA PEMBOBOTAN T2-WEIGHTED IMAGE FAST SPIN ECHO DAN PEMBOBOTAN FLUID ATTENUATED INVERSION RECOVERY PADA PEMERIKSAAN MRI OTAK".
Contoh Latar belakang Kedua
Paru-paru merupakan alat pernafasan yang utama, paru-paru mengisi rongga dada, jantung beserta pembuluh darah besar dari struktur lainnya yang terletak di mediastinum.
Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus oleh fisura. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri mempunyai dua lobus. Kapiler paru-paru bersatu menjadi pembuluh darah lebih besar dan akhirnya dua vena pulmonalis meninggalkan paru-paru membawa darah berisi oksigen ke atrium kiri jantung untuk didistribusikan keseluruh tubuh melalui aorta.
Tumor paru adalah terjadinya pembengkakan, sebagai akibat radang, cedera, edema, neoplasma (tumbuh ganda, pertumbuhan jaringan baru yang abnormal) dan sejenisnya. Tumor jinak paru jarang dijumpai hanya 2% dari seluruh tumor dan biasanya ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan rutin, karena tumor jinak jarang memberikan keluhan dan tumbuhnya sangat lambat (Rassad, 1992) sebenarnya tumor ganas paru-paru sekunder lebih sering ditemukan daripada tumor primer.
Tumor ganas paru-paru primer yang sering ditemukan adalah karsinoma bronkus (90%). Maka setiap keganasan primer pada paru-paru sebaiknya dianggap sebagai karsinoma bronkus sampai ada pembuktian lain (Himawan, 1992).
Teknik pemeriksaan akurat dapat membuktikan jenis dan tingkat keganasan tumor paru dilakukan dengan biopsi, yang akan mengambil semple dari jaringan tumor. Pengambilan semple membutuhkan suatu alat ataupun suatu teknik pemeriksaan pendukung biopsi, pada kasus tumor paru adalah pemeriksaan CT Scan. CT Scan sudah biasa digunakan untuk menuntun mengidentifikasi jenis dan tingkat keganasan paru-paru (CT-Guided Biopsy).
Teknik yang digunakan untuk CT Scan Thorak pada teknik Trans Thorakal Biopsi (TTB), dengan melakukan Serial scaning pada daerah ditandai dengan marker yang digunakan slice thickness 5mm (Brouker, 1986). Sedangkan pada pemeriksaan TTB di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga dengan teknik penghitungan skala tanpa menggunakan marker.






