logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Kuliah    Skripsi atau Tesis

Contoh Paper Kuliah Bidang Ekonomi


Ilustrasi contoh paper kuliah

Bagi mahasiswa baru, membuat satu paper kuliah bukan perkara gampang. Apalagi kalau semenjak dari sekolah menengah atas, dunia tulis-menulis tidak dipahami dengan baik dan bahkan menjadi satu momok yang menakutkan. Padahal, menulis itu harus dipahami sebagai salah satu cara pengungkapan pikiran secara runtut dan teratur sesuai dengan kaidah dan rumusan yang telah ditentukan. Tidak mengherankan kalau contoh paper kuliah menjadi salah satu rujukan dalam membuat sebuag paper yang bagus.

Infomasi yang Tepat

Salah satu hal yang sangat penting dalam pembuatan sebuah paper adalh informasi yang tepat mengenai bidang yang akan ditulis. Kalau informasi tidak tepat, itu artinya paper yang dibuat bukan merupakan paper ilmiah. Keilmiahan itu ditentukan seberapa tepat informasi yang ditulis. Pencarian data apakah satu informasi itu ilmiah atau bukan, melalui penelusuran yang didapat dari hasil atau data penelitian yang menggunakan metodologi yang tepat pula. Seorang mahasiswa harus tahu tentang jalur mendapatkan informasi yang akurat dan bagaimana menuliskannya dengan tepat.

Kalau satu paper ditulis dengan cara hanya mengarang semata tanpa dilengkapi dengan data yang ilmiah dan akurat, maka paper itu bukanlah dianggap sebagai paper yang bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada infomasi fiktif yang boleh tersajikan. Kalau ada informasi fiktif, itu artinya sang mahasiswa telah menodai nilai-nilai keilmiahan dalam satu paper. Rajin dan tekun adaalh kunci mendapatkan data yang akurat itu. Memiliki teman dan pertemanan yang luas juga bisa menjadi jalur mendapatkan data dan informasi yang diharapkan. Seorang mahasiswa memang dituntut mempunyai pergaulan yang luas. Bangunan pertemanan ini nantinya akan menjadi bangunan komunikasi antarrelasi dan koneksi ketika akan menbangun satu bisnis di kemudian hari.

Bila bangunan pertemanan telah bagus, apa yang diperlukan dalam pembuatan satu atau dua bahkan lebih dari lima paper kuliah dalam seminggu pun, bukan satu hal yang menyulitkan. Jaringan pertemanan ini bukannya untuk mendapatkan bantuan dibuatkan paper. Tetapi jaringan yang mampu berbagi berbagai informasi. Informasi itulah yang nantinya akan dikelola menjadi sebuah paper. Terkadang informasi yang ada di internet masih dianggap kurang akurat atau data yang ada sangat sedikit karena memang ilmu yang dipelajari bukan ilmu yang biasa dan banyak dipelajari oleh orang lain. Mau tidak mau, jaringan pertemanan menjadi satu hal yang sangat penting akan pembuatan sebuah paper kuliah tidak terhambat.

Tentang Artikel Ini

Apa yang akan dibahas dalam artikel kali ini mengenai studi ilmu ekonomi. Paper kuliah merupakan karya tulis wajib yang harus dibuat oleh setiap mahasiswa dalam berbagai jurusan. Mahasiswa bukan siswa lagi yang masih bergantung pada gurunya. Seorang mahasiswa itu dalam setiap tugas yang dibebankan oleh masing-masing dosennya memerlukan tanggungjawab secara pribadi/individu. Ia harus menjadi sangat aktif dan kreatif. Kerja keras dan ketekunannya sangat teruji. Itulah mengapa setelah menamatkan kuliahnya, sang sarjana telah dianggap mampu dan mumpuni dalam bidangnya sehingga bisa diandalkan di tengah-tengah masyarakat.

Jadi, dipastikan bahwa setiap mahasiswa harus mampu membuat makalah atau paper yang biasanya dibebankan kepada mereka. Namun tentu tak akan semua contoh paper kuliah dibahas. Ada skala prioritas dan pertimbagan urgensi yang harus dikedepankan. Dalam hal ini, artikel ini akan membahas mengenai paper ilmu ekonomi yang dirasakan sulit oleh sebagian mahasiswa yang masuk dalam jurusan tersebut. Makanya, berdasarkan pertimbangan itulah contoh paper ini diketengahkan.

Contoh Paper

Dibawah ini akan diberikan contoh paper  di bidang ekonomi, khususnya kebangkrutan Dubai yang membangun megaproyek besar-besaran memakai instrumen sukuk. Kebangkrutan itu sendiri sangat mengehntak dan membuat banyak orang merasa kecewa. Mereka yang bergantung kepada investasi sukuk tentunya akan mengalami kerugian yang cukup besar. Pembelian sukuk pada saat kejatuhan harga memang diharapkan akan sangat menguntungkan, tetapi kapan akan bangkit dan memberikan keuntungan yang diharapkan, itu adalah satu pertanyaan yang tak bisa dijawab segera.

Kenyataan yang terlihat adalah bahwa uang orang Islam ataupun yang nonislam yang membeli sukuk itu cukup banyak. Uang itu sendiri harus dimanfaatkan agar menghasilkan keuntungan. Namun bisnis adalah bisnis. Terkadang bisnis ini merugi kerena berbagai faktor. Misalnya, karena faktor luar yang menyebabkan banyak kebangkrutan sektor yang sama di negara-negara lain. Bisa juga karena tak dikelola dengan baik seperti yang menimpa Dubai. Keinginan yang menggebu membuat bangunan super tinggi diyakini telah menyebabkan  Dubai terlilit hutang yang begitu besar.

Ada yang menyatakan bahwa krisis Dubai baru-baru ini hampir sama dengan kasus Subprime Mortgage,  terjadinya gagal bayar (default). Memang benar sama-sama default, namun yang menjadi penyebabnya jelas berbeda. Kalau default-nya Subprime Mortgage terjadi akibat by design oleh spekulan (stake holders) yang berkepentingan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Sementara Dubai Crisis, dalam pandangan penulis mengalami krisis karena salah perhitungan dalam kalkulasi manajemen risiko dan momentum ekonomi dunia yang kebetulan sedang tidak menguntungkan.

Gairah menghidupkan kejayaan negara Timur Tengah yang identik dengan Islam, disinyalir juga mempunyai pengaruh sedikit banyaknya terhadap krisis ini walaupun banyak yang berpendapat bahwa pengaruh pemahaman itu hanyalah akal-akalan para pebisnis. Siapa yang mau merugi. Bisnis itu juga kadang merupakan satu ikatan emosi yang akan membuat banyak orang bergerak tanpa berpikir dengan logika yang baik.

Dubai, layaknya negara-negara timur tengah lainnya kaya akan minyak. Namun demikian, minyak bumi yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui itu lama-kelamaan akan habis. Dan, kondisi itu konon dialami oleh Dubai. Cadangan minyaknya menipis sehingga pemerintah harus sesegera mungkin menemukan alternatif lain guna menyokong pendapatan negara yang selama ini sangat ditunjang dari kekayaan minyaknya itu.

Akhirnya, pemerintah Dubai memilih untuk membangun surga pariwisata dunia dengan biaya selangit. Maka, Dubai yang semula kering kerontang sebagaimana lazimnya negara-negara gurun, berhasil disulap menjadi negara indah dengan beberapa landmark bertaraf internasional yang dibangun: Burj Dubai, sebuah bangunan yang memiliki ketinggian 800 meter dan konon dari atasnya pengunjung sampai bisa melihat sisi kelengkungan bumi.

The Dubai Mall yang merupakan mall dengan fasilitas dan konsep terbaik di dunia, Pulau Palm buatan yang didirikan dilepas pantai, Al-Burj Al Arab, hotel bintang tujuh pertama di dunia yang ketinggiannya menyamai menara Eiffel di Paris, Prancis. Selain itu, megaproyek yang tak kalah prestisius dan mewah adalah Falconcity of Wonder (FW) yakni sebuah kawasan kota dengan konsep dunia mini yang dibawa ke dalam Dubai.  Maka, ambisi untuk menjadikan Dubai sebagai tujuan pariwisata dunia telah terwujud.
Dibiayai Utang

Dubai, kini memang telah menjadi salah satu negara termegah di dunia. Segenap infrastruktur mewah penunjang yang memanjakan wisatawan asing dan domestik telah dibangun. Namun, ternyata ada ironis dibalik itu semua. Hampir semua pembiayaan megaproyek bernilai utang 80 milyar USD dengan menggunakan instrumen sukuk.

Implikasinya, karena dunia tengah dilanda krisis sehingga pengunjung asing tidak sesuai dengan target, disamping itu tenor (jatuh tempo) yang terlampau singkat (3-5 tahun) untuk proyek jangka panjang, akhirnya memaksa Dubai mengajukan permohonan rescheduling (penjadwalan utang kembali) yang tadinya jatuh tempo pada 14 desember 2009 hingga 20 mei 2010.

Salah satu perusahaan berflat merah yang ikut dalam menangani megaproyek Dubai World adalah Nakheel dimana mayoritas skema pembiayaan perusahaan ini berbentuk sukuk negara. Nilai pembiayaan yang ditunda Nakheel hingga 20 mei tahun depan berjumlah 3,5 milyar dollar. Penundaan ini jelas sangat berisiko sehingga tak pelak menurunkan harga sukuk Nakhel menjadi -31,11 persen. Dan, sukuk negatif Nakheel ini dikhawatirkan akan menjadi pemicu asumsi negatif terhadap nilai sukuk kawasan secara khusus, bahkan perkembangan ekonomi syariah di negara-negara islam dunia lainnya.

Meski demikian, kita beranjak dari data empiris yang menyebutkan bahwa default sukuk Nakheel ini bukan yang pertama terjadi didunia islam global sehingga masih menimbulkan harapan investasi kembali tumbuh di negara-negara islam, khususnya untuk proyek-proyek yang mengandalkan pembiayaan berinstrumenkan sukuk. Mungkin masih ingat, Investment Dar, yang merupakan perusahaan investasi yang berbasis di Kuwait yang terpaksa harus gagal bayar sejumlah 100 juta dollar. Selain itu, East Cameron Partners (ECP), sebuah perusahaan dibidang eksplorasi minyak di Texxas, AS yang dibiayai sukuk senilai 170 juta dollar juga mengalami gagal bayar.

Demikian, contoh paper kuliah yang semoga saja banyak memberikan manfaat buat para mahasiswa yang hendak menyusun paper ilmiah.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kiat Cerdas Menentukan Judul Tesis
  • Contoh Proposal Tugas Akhir
  • Syarat Penulisan Karya Ilmiah
  • Tips Memilih Topik Makalah Penelitian Pendidikan
  • Cara Penulisan Makalah yang baik
  • Judul Skripsi Pendidikan, Yuk Silakan Dilirik Referensinya!
  • Metode dalam Penelitian
  • Penulisan Laporan Penelitian
  • Judul-Judul Skripsi yang Memikat Hati Penguji
  • Penulisan Proposal Penelitian Skripsi
  • Contoh Skripsi Pendidikan – Potret Dunia Pendidikan dalam Mencerdaskan Bangsa
  • Mengenal Struktur Penulisan Karya Ilmiah
  • Pilihan Topik Skripsi Teknik Industri
  • Cara Asik Menentukan Judul Skripsi Akuntansi
  • Ada Apa dengan Tesis Ekonomi Syariah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA