Contoh Puisi Cinta

Puisi cinta selalu memberikan emosi yang langsung bisa dirasakan pembacanya. Idiom yang diambilnya selalu memberikan perasaan untuk memastikan rindu kepada hal-hal yang sederhana semacam ini.
Bilamana bertemu? Kapan? Kemana dia yang dicintai pergi? sedang apa? melakukan apa? bagaimana besok? lalu bagaimana? dan mengapa bisa?
Puisi cinta dirangkai sederhana dan langsung menusuk siapa yang ditujunya dengan bahasa yang vulgar. Misalkan begini:
Kukenangkan pertemuan-pertemuan kecil kita pada hujan senja temaram,
segala nyeri kesedihan terlukis di kaca jendela,
basah dan buram di luar sana,
barangkali jejeran cemara kaku kedinginan,
lelawa mendekap erat bebatuan....
Puisi karya Piet, itu bercerita tentang bagaimana kenangan bertemu dengan si kekasih, dan bagaimana yang dia rasakan ketika mengenangnya.






