Contoh Surat Peringatan

Membuat surat peringatan yang tegas sangat penting agar karyawan mengetahui kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi. Namun, tentu saja harus ada alasan yang kuat dalam pemberian surat peringatan.
Dalam pemberian surat peringatan sebaiknya diberikan sanksi yang dapat membuat jera supaya si karyawan tidak mengulangi lagi. Dan bahkan akan lebih baik lagi bila Anda membuat teguran yang memotivasi sehingga karyawan tersebut dapat membayar kesalahannya.
Contoh yang paling pas adalah memberikan kalimat yang tidak terlalu menyakiti namun dapat menjelaskan kesalahan apa yang telah diberikan dan sanksi apa yang di dapat jika mengulangi lagi. Di buku-buku PKB (perjanjian kerja bersama) dan panduan lainnya biasanya mekanisme SP ini dijelaskan dengan detail. Biasanya SP ini diberikan pada karyawan yang melakukan pelanggaran seperti:
1. Indisipliner: Telat masuk, bolos, pakaian tidak sopan dkk
2. Fraud, Korupsi, kolusi, membocorkan rahasia perusahaan, bersekongkol dkk
3. Lalai, ceroboh, teledor dalam melaksanakan pekerjaanya.






