logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Artikel Umum Umum    Cuaca

Cuaca di Bumi Berdasarkan Iklim – Antara Dingin dan Panas

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Berbicara mengenai cuaca, yang pertama kali terlintas di benak Anda bisa jadi adalah perubahan cuaca yang belakangan cukup ekstrim. Perubahan cuaca yang sangat cepat untuk setiap “episode”nya memang menimbulkan masalah tersendiri bagi makhluk hidup, terutama manusia.

Reaksi Perubahan Cuaca bagi Makhluk Hidup

Sebagai makhluk yang dilengkapi dengan pikiran dan perasaan, manusia menjadi makhluk yang paling “bawel” terhadap perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini. Reaksi manusia cenderung lebih heboh dibanding makhluk-makhluk yang lain. Tentu saja karena, seperti yang disebutkan tadi, manusia adalah makhluk Tuhan paling sempurna.

Kehebohan yang ditimbulkan dari reaksi perubahan cuaca bisa dirasakan terlebih di rumah sakit-rumah sakit atau klinik-klinik. Secara alami, ketika perubahan cuaca terjadi, tubuh manusia menyesuaikan dengan hal itu. Dalam penyesuaiannya, tubuh manusia dibedakan menjadi dua, yang mudah terpengaruh dan yang tidak.

Kedua kategori itu bergantung pada sistem imun yang dimiliki oleh manusia. Ketika perubahan cuaca terjadi, dari suhu yang dingin kemudian berpindah ke panas, jika sistem imun seseorang lemah, maka dalam penyesuaiannya, tubuh seolah kesulitan untuk menyesuaikan. Berbeda dengan seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya kuat. Perubahan cuaca cenderung akan mudah ditanggulangi oleh tubuh.

Ketika perubahan cuaca dirasakan para hewan dan tumbuhan, mereka tentu saja akan bereaksi dengan cara yang berbeda. Anda pernah mendengar istilah hibernasi pada Beruang? Ya, itu merupakan salah satu contoh reaksi Beruang terhadap perubahan cuaca.

Berbeda Beruang berbeda pula pohon Jati. Pohon yang kayunya  bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan furniture tersebut memilih untuk melepaskan beberapa daunnya ketika perubahan cuaca terjadi. Terutama ketika cuaca berubah dari dingin menuju panas atau saat cuaca memang sedang mengalami panas yang panjang.

Reaksi yang ditimbulkan makhluk Tuhan dalam menyikapi perubahan cuaca berbeda berdasarkan kebutuhannya. Tapi, ketiga makhluk hidup itu tentu tidak bisa berbuat apa-apa ketika perubahan cuaca ekstrem terjadi secara besar-besaran. Perubahan cuaca ekstrim yang dimaksud adalah yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri.

Apa Itu Cuaca?

Pertanyaan tersebut mungkin akan terdengar konyol bagi sebagian dari Anda. Pertanyaan tersebut rasanya lebih cocok dilemparkan pada anak yang masih duduk di sekolah dasar. Tapi pertanyaan mendasar tentang cuaca itu sebenarnya tidak sekonyol yang Anda pikirkan. Pertanyaan tersebut nantinya akan menjabarkan pengertian cuaca secara lebih dalam.

Tahukah Anda bahwa ketika membicarakan cuaca, berarti kita juga membicarakan semua fenomena yang ada dan terjadi di atmosfer? Cuaca terdengar sederhana tapi ketika membicarakan cuaca, cakupan bahasan akan menjadi lebih luas, bahkan mencapai luar angkasa.

Apakah Anda pernah rancu untuk membedakan antara cuaca dan iklim? Dua kata tersebut memiliki arti yang berbeda. Aktivitas yang terjadi di atmosfer Bumi dalam jangka waktu hitungan hari disebut cuaca. Sedangkan, iklim adalah fenomena aktivitas yang terjadi di atmosfer dalam jangka waktu yang lebih lama.

Cuaca atau fenomena yang ada di atmosfer Bumi terjadi ketika Matahari berada di sudut yang berbeda dari satu tempat dan tempat lainnya. Perbedaan sudut Matahari tersebut berpengaruh terhadap suhu dan kelembapan suatu tempat. Sehingga kita mengenal istilah prakiraan cuaca yang umumnya berbeda untuk setiap daerah.

Ketika membicarakan cuaca, dikenal istilah jet stream. Istilah ini mengacu pada perbedaan suhu yang cukup kontras antara daerah yang berada di garis khatulistiwa dengan daerah yang berada di kutub.

Perbedaan yang kontras antara cuaca di daerah tropis (sebut saja demikian) dengan kutub akibat miringnya sumbu Bumi terhadap orbit Bumi itu sendiri. Sehingga cahaya Matahari tidak mampu menyinari dengan rata.

Kuatnya energi Matahari yang diterima Bumi dipengaruhi oleh perubahan perputaran Bumi itu sendiri. Perputaran Bumi berpengaruh terhadap panjangnya iklim yang dialami oleh makhluk Bumi. Selain orbit Bumi, cuaca yang terjadi di Bumi, termasuk panas yang disebabkan energi Matahari, juga terpengaruh oleh fenomena yang terjadi di luar angkasa. Seperti stars’s corona atau angin Matahari.

Cuaca memang berbeda dengan iklim. Perbedaannya terletak pada panjang waktu. Tapi apa yang menyebabkan cuaca tertentu terjadi di Bumi juga sekaligus menjadi penyebab iklim yang terjadi di Bumi. Seperti letak Matahari terhadap planet kita, Bumi. 

Lebih jauh dibicarakan bahwa perbedaan iklim dibedakan atas letak geografis sebuah wilayah. Letak geografis yang dimaksudkan adalah ukuran lintang dan bujur. Hal ini juga berpengaruh terhadap cuaca yang terjadi pada suatu daerah. 

Ketika membicarakan iklim daerah yang berada di garis khatulistiwa, seperti Indonesia, misalnya, iklim di daerah ini adalah tropis. Cuaca yang dimiliki oleh daerah beriklim tropis berkisar antara dua, hujan atau kemarau. 

Mengenal Ragam Cuaca dan Kaitannya dengan Iklim

Dari penjelasan di atas dapat dipastikan bahwa cuaca dan iklim memiliki hubungan yang cukup erat. Berikut ini adalah beberapa cuaca di Bumi berdasarkan iklimnya.

1.  Ragam Cuaca Berdasarkan Iklim – Iklim Subtropis

Di daerah dengan iklim subtropis cuaca yang dimiliki lebih beragam. Daerah dengan iklim subtropis, adalah daerah yang berada di atas dan di bawah garis khatulistiwa atau equator.

Di daerah beriklim subtropis, Anda akan merasakan empat musim yang berpengaruh terhadap cuaca.

  • Musim Salju atau dingin. Ketika terjadi musim salju, cuaca daerah subtropis akan sangat dingin. Es berjatuhan dari langit. Di daerah subtropis sendiri, musim salju berbeda untuk setiap bagiannya. Untuk wilayah yang berada di bawah garis khatulistiwa akan merasakan cuaca ekstra dingin ini pada bulan Juni hingga September. Sementara, untuk wilayah yang berada di atas khatulistiwa, cuaca dingin akan dirasakan antara bulan Desember hingga Maret.
  • Musim Gugur. Musim ini terjadi ketika cuaca berubah dari panas ke dingin. Cuaca yang bisa dirasakan adalah mulai sedikit dingin tapi tidak terlalu. Di negara-negara dengan iklim subtropis bagian utara, musim ini terjadi antara bulan September sampai Desember. Berbeda dengan wilayah subtropics bagian selatan, musim ini terjadi antara Maret sampai Juni.
  • Musim Semi. Kebalikan dari musim Gugur, musim Semi justru merupakan perubahan cuaca dari dingin menuju panas. Cuacanya akan cukup hangat. Di musim ini, biasanya pepohonan mulai kembali tumbuh. Cuacanya benar-benar menyegarkan. Di Bumi bagian utara, musim ini terjadi antara bulan Maret hingga Juni, untuk Bumi bagian selatan, terjadi antara bulan September hingga Desember.
  • Musim Panas. Musim yang satu ini bisa jadi menjadi musim yang paling dinanti oleh masyarakat yang hidup di iklim subtropis. Cuacanya sangat hangat dan seringkali dimanfaatkan untuk berlibur. Karena di negara subtropis sana, musim Panas adalah waktunya liburan bagi anak-anak sekolah. Di bagian utara Bumi, terjadi antara Juni hingga September, sementara di bagian selatan Bumi terjadi antara Desember hingga Maret.

2. Ragam Cuaca Berdasarkan Iklim - Iklim Tropis

Di daerah dengan iklim tropis, cuaca yang ditawarkan hanya dua, dingin dan panas. Musim yang dimiliki pun hanya dua, musim penghujan dan kemarau. Ke dua musim itu pasti sangat akrab di telinga Anda bukan? Tentu saja, karena kita hidup di daerah tropis.

  • Musim Penghujan. Musim penghujan atau hujan menawarkan cuaca yang dingin selalu. Sekalipun tidak turun es, tapi suhu ketika musim hujan di wilayah tropis cukup dingin. Ketika curah hujan tinggi dan mencapai bahkan lebih dari 100 mm per meter persegi untuk satu bulannya, maka musim Penghujan tengah terjadi. Waktu terjadinya musim hujan biasanya terjadi antara Oktober hingga Februari.
  • Musim kemarau. Kebalikan dari musim Penghujan, musim Kemarau menawarkan cuaca yang cukup panas menyengat. Pada musim ini, cahaya Matahari seolah total menyinari wilayah dengan iklim tropis. Ketika curah hujan tidak mencapai 60 mm per meter persegi untuk satu bulan, maka itulah yang disebut sebagai musim Kemarau. Musim ini biasanya terjadi pada April hingga September.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Tanda Kiamat Ekologi Berawal dari Ulah Manusia
  • Komunikasi Organisasi: Panduan Kecil Memahami Harga Diri Team Dalam Komunikasi.
  • Wanita Sexy dan Standar Sexy
  • Tips Mengelola Taman Anggrek
  • Video Kartun Fenomenal dan Fakta-faktanya
  • Harta Karun yang Selalu Menggiurkan
  • Belajar Tentang Pengertian Agama
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA