logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Fenomena Sosial

Kesan Kata


Ilustrasi cwe cantik

Satu kata adalah satu ungkapan rasa yang bisa mempengaruhi hati dan pikiran. Coba buat daftar kata-kata bermakna negatif, seperti, marah, benci, malas, lesu, capek, atau cwe cantik. Pandang kata-kata tersebut. Apa yang dirasakan? Bandingkan dengan ketika memandang kata-kata bermakna positif, seperti, cinta, kasih, rindu, semangat, rajin, hebat.  

Pasti ada bedanya, bukan? Begitu pun dengan kata-kata lain yang berkonotasi tak sedap di hati. Perhatikan apa yang Anda rasakan ketika membaca kata-kata di bawah ini, kata mana yang lebih nyaman di hati?

  • Cwe cantik.
  • Wanita cantik.
  • Perempuan cantik.
  • Akhwat cantik.
  • Gadis cantik

Coba baca dan renungkan sekali lagi. Kata yang mana yang lebih membuat hati dan pikiran nyaman? Renungkan maknanya. Kata yang manakah yang hendak Anda katakan kepada ibu, adik perempuan, kakak perempuan, nenek, bibi, istri atau kekasih Anda? Tak harus masuki gerbang dunia filsafat dan pengertian makna. Cukup tanyakan saja pada diri sendiri, kata yang mana yang lebih indah di dengar dan lebih merdu di telinga.

Perenungan tersebut akan bermuara kepada pemahaman bahwa bahasa memang benar-benar dapat mempengaruhi cara pikir dan cara pandang terhadap sesuatu. 

Cwe Cantik Pengingat Kematian

Kalau sudah mendalami pengertian makna, yang dipilih tentunya bukan cwe cantik. Makna kata "cwe" lebih menjurus kepada wanita yang berani dalam berpakaian dan bertindak. Namun di balik keberaniannya itu, cwe cantik itu pengingat kematian. Bagaimana bisa? Kematian adalah sesuatu yang pasti datang ke setiap makhluk yang bernyawa. Makhluk tak bernyawa saja punya batas waktu. Sendok, umpamanya. Sendok dan teman-temannya seperti garpu, piring, akan mengalami ‘kematian’ juga. ‘Kematian’ benda-benda mati itu adalah ketika mereka rusak, pecah, tak bisa dipakai lagi.

Cwe cantik pengingat kematian itu maksudnya adalah ketika hati masih memiliki setetes kebeningan iman, melihat cwe cantik akan beristighfar. Lalu, menyadari siapa diri sebenarnya. Asal tidak dilihat berkali-kali, terlihat cwe cantik tidak berdosa. Lalu, ketika melihat cwe cantik, sering menyebut nama Allah Swt. "Masya Allah, cwe cantik itu cantik sekali.’ 
Tentunya, ada rasa berdosa dan ingat mati saat terlalu sering melihat cwe cantik dengan pakaian yang compang camping sehingga kulit di sekujur tubuhnya terlihat semua.

Kalau masih normal, kegiatan memelototi kulit cwe cantik yang seperti sapi itu pasti meresahkan jiwa dan akhirnya timbul rasa tak ingin melihat lagi. Paling tidak merasa membuang-buang waktu percuma. Tidak memberikan hasil apa-apa. Tidak menambah keimanan, tidak menambah ketampanan, tidak menambah uang saku. 

Tidak ada sesuatu yang dikatakan terlalu agamis. Begitu pun dengan subjudul artikel ini ‘Cwe cantik pengingat kematian’. Dunia ini tak lama. Bila mencari kebahagiaan di dunia itu sama saja dengan mencari kesemuan dan fatamorgana. Kata-kata ‘terlalu agamis’ hanya akan menjauhkan diri dari kenyataan bahwa tanah telah menanti setiap yang bernyawa. Cwe cantik yang berjalan seolah telanjang itu butuh diberi pencerahan agar hatinya berpaling kepada yang lebih ‘memanusiakan manusia’, yaitu kemuliaan diri sebagai seorang wanita yang tercipta sebagai tiang negera.

Tidak mudah mendidik seorang anak perempuan. Tidak heran kalau Rasulullah mengatakan kalau mampu mendidik satu anak perempuan, hadiahnya surga. Perempuan itu dikatakan akan menjadi penghuni neraka terbesar. Padahal, mudah sekali bagi seorang perempuan untuk masuk surga. Taat kepada Alalh swt, taat dan bersyukur atas pemberian suami, sholat lima waktu, tidak melanggar norma agama. Tapi sulit sekali membuat seorang wanita menjadi wanita sholeha yang dicap sebagai perhiasan terindah di dunia.

Apakah ada dalam sejarah para laki-laki yang tahu bagaimana memuliakan seorang wanita mengatakan wanita cantik itu dengan kata ‘Cwe cantik’? Rasulullah memuji kecantikan Aisyah dengan kata-kata indah ‘Yang kemerahan’ tidak dengan kalimat, ‘Wahai Aisyah, cwe cantik, pipimu kemerahan.’

Konotasi Cwe Cantik

Ketiklah kata "cwe cantik" di mesin pencari di internet, yang keluar adalah informasi yang kurang sedap dan tidak sesuai dengan tujuan penciptaan wanita sebagai tiang negara. Foto-foto para wanita yang membiarkan kulitnya tak tertutupi seperti kulit sapi bertebaran di mana-mana. Entah apa yang dicari oleh para cwe cantik itu. Mereka mengira bahwa pujian akan membuat mereka semakin cantik. Mereka pikir bahwa pujian membuat mereka bahagia. Mudah-mudahan ada sarana yang bisa membuat cara berpikir mereka berubah.

Perhatikanlah ketika ada seorang laki-laki yang menggoda seorang wanita. Kata yang meluncur dari bibir si laki-laki iseng adalah, "Cewek ... cewek ... cwe cantik ... kamu bahenol deh.’ Apa tanggapan wanita yang digoda? Kalau dia wanita yang menjaga harkat dan martabat dirinya, dia akan mempercepat jalannya dan tidak memperhatikan laki-laki yang menggodanya. Tapi sebaliknya, wanita yang merasa cwe cantik, akan tersenyum senang karena dia berpakaian memang ingin mencari perhatian.

Betapa menderitanya batin wanita yang telah berdandan habis tapi ternyata tidak mendapatkan perhatian dari siapapun. Kasihan sekali kepada para wanita yang berdandan hanya untuk dirinya dan menyenangkan mata-mata iseng yang memandangnya. Kasihan juga dengan wanita-wanita yang senang disebut ‘cwe cantik’. 

Para orangtua yang mempunyai seorang putri, tidak seharusnya menyebut anak perempuan mereka yang suci itu dengan sebutan "cwe cantik". Berikan julukan yang lebih indah dan lebih mulia. Sebutan itu akan berpengaruh kepada kehidupannya kini dan nanti. Sebutan "cwe cantik" akan membuat anak perempuan menjadi "binal". Sebutan yang indah, lembut, dan menentramkan hati akan membuat anak perempuan tumbuh menjadi seorang wanita sholeha yang berkarakter dan mampu menjadi pendidik anak-anak generasi tangguh yang mampu membawa keberkahan hidup dan selamat dunia akhirat.

Daripada memanggil anak perempuan dengan kata, "cwe cantik", lebih baik memanggilnya dengan kata, "sholeha cantik", "bidadari hebat", atau "putri yang cerdas". Kata "cwe cantik" itu konotasinya cukup jelek dan tidak sehat untuk disematkan kepada para wanita yang harusnya dimuliakan. Pernahkah berpikir mengapa orang Inggris tidak boleh berjabat tangan dengan Ratu mereka kalau sang Ratu tidak menjulurkan tangannya? Itu karena mereka memuliakan sang Ratu dan membiarkan sang Ratu memilih dengan siapa dia mau berjabat tangan dan mau berbicara. Apakah orang Inggris menyebut Ratu mereka dengan kata, "cwe cantik"? Bahkan, ketika sang Ratu masih muda? Tentu saja tidak.
Wanita yang dimuliakan tidak akan disebut ‘cwe cantik’

Biasakan dan didik anak-anak untuk tidak menyebut seorang perempuan cantik dengan "cwe cantik". Bila perlu kata "cewek" harus dihilangkan dari kosakata bahasa Indonesia sehari-hari. Kata yang berkonotasi kurang indah itu seharusnya tidak lagi diapkai aklau saja sejak dini masyarakat dibiasakan tidak menyebut kata cewek lagi. Ada baiknya kalau semua lini berusaha untuk memuliakan wanita dimulai dari cara menyebut dan memanggil wanita tersebut.

Tidak ada yang bisa memuliakan wanita kalau bukan dari sistem pendidikan. Wanita pun begitu. Pendidikan akan mengubah wanita yang kurang paham akan hakikat penciptaannya akan mengerti dan berusaha menjaga dirinya dari hal-hal yang bisa mencelakakan atau hal-hal yang akan mengurangi kemuliaannya. Tidak akan mungkin hal ini bisa dilakukan bila tidak dari rumah. 

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Adakah yang Mengetahui Ciri-Ciri Kiamat?
  • Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang dan Pencegahannya
  • Dampak Korupsi yang Terabaikan oleh Pemerintah
  • Fenomena Cewe2 Buka Baju di Depan Webcam, Ada Apakah Gerangan?
  • April Mop Sejarah Konyol, Kelam, dan Pembodohan
  • Mengkaji Perilaku Politisi Dari Contoh Kasus Korupsi di Indonesia
  • Penyebab Terjadinya Tawuran Antar Pelajar
  • Geng Motor Kian Brutal
  • 7 Keburukan Budaya Kerja Organisasi Pemerintah
  • Tangan dan Kekuatan Tersembunyi Manusia
  • Mengkritisi Primbon Ramalan Jodoh
  • He is Pregnant - Akibat Maraknya Operasi Ganti Kelamin
  • Hingar-Bingar Hiburan Malam
  • Ceramah Agama di Dunia Bisnis
  • Ayam Kampus atau Ayam Kampung?
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA