logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Fenomena Sosial

Dampak Korupsi yang Terabaikan oleh Pemerintah


Ilustrasi dampak korupsi

Tidak diragukan lagi bahwa Indonesia adalah negara yang penuh dengan koruptor. Kasus-kasus korupsi selalu terdengar beberapa tahun belakangan ini. Dampak korupsi pun bisa dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat luas. 

 

Korupsi adalah suatu tindakan melanggar hukum dimana pelakunya akan berusaha memperkaya diri dengan cara yang tidak semestinya. Contohnya “mencuri” uang negara demi kepentingan pribadi atau golongan. 

 

Korupsi sering dikait-kaitkan dengan kolusi dan nepotisme. Perbedaannya, korupsi adalah menggelapkan uang, kolusi adalah tindakan penyuapan, sedangkan nepotisme adalah tindakan untuk lebih memilih seseorang untuk bekerja sama berdasarkan hubungan pribadi (keluarga atau teman dekat) daripada kemampuan kerjanya.

 

Mengapa Korupsi Bisa Terjadi?

 

Dampak korupsi yang buruk sebenarnya sudah bisa dirasakan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas. Tapi kenapa korupsi masih saja menjamur di negeri ini?

 

Berikut ini beberapa contoh penyebab korupsi yang sangat marak di Indonesia :

 

1. Hampir semua kejahatan terjadi karena suatu alasan tertentu, begitu pula dengan kasus korupsi. Penyebab korupsi yang paling utama tentu saja karena watak manusia yang selalu merasa tidak puas, hingga akhirnya ia melakukan korupsi dan menumpuk kekayaan.

 

Kebanyakan manusia memang menginginkan untuk hidup dengan lebih enak dan makmur. Dan saat ini standar atau ukuran orang dikatakan dapat hidup lebih makmur adalah ketika ia mendapatkan uang yang banyak. Untuk itu, semua manusia mengeluarkan usaha maksimal mereka untuk mendapatkan uang.

 

Terlebih di jaman yangs erba materialistik ini. semua hal membutuhkan uang. Tanpa uang, kehidupan akan lebih sulit untuk dijalankan. Sehingga orang berusaha mati-matian untuk mendapatkan uang. Banyak hal dilakukan sampai pada hal yang seharusnya tak dilakukan.

 

Apalagi jika memang terdapat kesempatan yang ada untuk mendapatkan uang dengan cara yang mudah dan cepat serta uang yang didapatkan dalam jumlah yang tak sedikit. Maka kebanyakan orang tentunya tak akan melepaskan kesempatan ini. kesempatan untuk mendapatkan uang ini adalah sebuah hal yang tak akan datang berulang kali maka harus benar-benar dimanfaatkan.

 

Selain itu, memang pihak birokrasi kita sangat mudah untuk mencari kesempatan itu. Kalaupun tak ada maka akan dicari celah untuk mendapatkannya agar mudah melakukan tindak korupsi ini.

 

2. Gaji atau pendapatan yang mungkin terlalu kecil, juga bisa mendorong terjadinya korupsi dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri dengan harta yang tidak seharusnya.

 

Namun sejatinya jika para koruptor berkedok pada minimnya gaji yang mereka dapatkan sehingga menjadikan hal ini sebagai alasan untuk melakukan tindak korupsi maka hal ini dapat dikatakan sebagai hal yang sangat picik sekali. Seharusnya para pejabat ini melihat bahwa di sekitarnya masih banyak ribuan orang yang tak dapat memperoleh gaji sebesar mereka.

 

Bahkan ada sebuah survey beberapa waktu yang lalu bahwa sebagian besar dari penduduk Indonesia sangat sulit atau tidak bisa untuk mendapatkan uang minimal dua dollar saja setiap harinya. Karena memang inilah yang dijadikan sebagai ukuran.

 

Uang dua dollar itu jika dikurskan ke rupiah adalah kurang dari dua puluh ribu rupiah. Jadi banyak penduduk Indonesia yang merasa sulit untuk mendapatkan uang sejumlah itu.

 

Dibandingkan dengan para pejabat yang korupsi, sejatinya mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan uang jauh lebih besar dari pendapatan sebagian besar rakyat Indonesia.

 

Bahkan saat ini ada seorang terdakwa kasus korupsi yang menjabat sebagai salah satu anggota DPR ketika menjalani sidang kasusnya masih mendapatkan gaji pokok anggota DPR. Gaji pokok tersebut sebesar 15,9 juta. Tentu ini adalah nilai yang cukup tinggi. Belum lagi nilai tambahan yang diberikan karena memang ini anya gaji pokok. Jadi memang gaji para pejabat sudah tinggi hanya saja ada hal lain yang membuat mereka tetap melakukan tindak korupsi.

 

3. Lingkungan penuh koruptor juga bisa mempengaruhi seseorang untuk melakukan tindak korupsi. Seseorang yang semula bersih dari hal-hal berbau korupsi, bisa saja tergiur melihat temannya yang mendadak kaya dengan cara korupsi. Ia pun meniru temannya untuk mendapatkan kekayaan lebih tanpa memikirkan efek atau pengaruh korupsi itu sendiri.

 

Hal ini seperti mudahnya seseorang yang sejatinya ia memiliki kelakuan baik namun hidup di alam atau lingkungan yang tak baik. Maka jika ia terus menerus ada di dalam lingkungan tersebut maka bisa jadi ia pun akan berubah mengikuti apa yang ada di dalam lingkungan tersebut.

 

Dan hal inilah yang paling banyak terjadi di lingkungan kerja pejabat pemerintahan kita. Karena seakan korupsi adalah budaya dan sudah terjadi dengan sangat tersistem maka memaksa orang yang tak ingin melakukan korupsi menjadi ingin atau terpaksa untuk melakukannya.

 

Itulah beberapa penyebab yang memungkinkan seseorang untuk menggelapkan uang yang bukan miliknya. Namun, kejahatan korupsi juga bisa terjadi karena ada faktor-faktor lain yang mendukung. Berikut ini beberapa contohnya:

 

1. Kurang atau bahkan tidak ada sama sekali transparansi keuangan dalam suatu sistem pemerintahan, baik pemerintahan Indonesia secara global maupun pemerintahan skala kecil, misalnya dalam suatu perusahaan.

 

2. Lemahnya badan hukum negara. Dengan tidak adanya sangsi berat bagi koruptor, kasus korupsi akan terus terjadi. Selain itu, bukan rahasia lagi bahwa oknum-oknum di badan hukum juga ikut terlibat KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).

 

Kita tahu bagaimana sistem hukum yang diterapkan di Indonesia tidak dapat memberikan efek jera terhadap para koruptor. Hukuman yang dijatuhkan kepada mereka dinilai masih sangat ringan. Sehingga tak akan memberikan ketakutan kepada orang lain yang akan melakukan korupsi.

 

Apalagi banyak kasus yang memperlihatkan para terdakwa korupsi masih dapat memperoleh kemewahan kehidupan di dalam penjara. Mereka dapat memperoleh fasilitas yang lebih mewah dibandingkan para narapidana yang lainnya.

 

Inilah yang semakin menambah buruk nilai penerapan hukum yang ada di Indonesia. Seakan hukum tak dapat menyentuh kaum yang berduit. Kalaupun bisa maka akan dibuatlah pemakluman-pemakluman lain yang akan mempermudah jalan di tersangka atau terdakwa untuk tetap merasakan kemewahan.

 

3. Lemahnya pimpinan negara dan seluruh pemerintahan dalam penanganan kasus korupsi. Sampai saat ini, belum ada tindakan tegas yang benar-benar akan membuat koruptor jera. Koruptor yang masuk penjara pun, masih bisa leluasa melakukan tindak KKN untuk hal-hal tertentu. Misalnya mendapat fasilitas kamar penjara yang mewah, atau bahkan keluar masuk tahanan sesuka hati.

 

Dampak Korupsi

 

Karena korupsi adalah sebuah hal yang memang merugikan bagi semua pihak maka akan mendatangkan pengaruh yang juga banyak bagi kehidupan kita. Sejatinya uang yang akan digunakan untuk kepentingan umum tak jadi digunakan namun digunakan untuk kepentingan perseorangan ataupun kelompok. Dalam hal ini sekali lagi rakyat kecillah yang tak tahu menau akan menjadi korban dari tindak korupsi ini.

 

Banyak sekali pengaruh korupsi yang ada di dalam masyarakat kita. Berikut adalah beberapa pengaruhnya.

 

1. Pengaruh korupsi yang paling jelas adalah negara mengalami kerugian dan membuat rakyat semakin miskin. Uang yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat, malah masuk ke kantong-kantong pejabat.

 

2. Saat satu tindakan korupsi berhasil dilakukan dan tidak mendapat sanksi hukum yang sesuai, hal ini akan memicu tindakan korupsi yang lain. Hal ini bisa menjadikan Indonesia sebagai negara paling korup di dunia karena korupsi menjamur dengan suburnya.

 

3. Citra badan hukum negara seperti kepolisian akan menjadi buruk di mata masyarakat. Hal ini akan membuat warga Indonesia tidak lagi menghormati badan hukum negara.

 

4. Tak hanya badan hukum, seluruh pemerintahan Indonesia juga akan mendapat pandangan sinis dari masyarakat. Membuat warga tidak percaya lagi pada sistem pemerintahan.

 

5. Pemilu tidak akan berjalan lancar sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan masyarakat sudah malas untuk memilih pimpinan. Menurut masyarakat, mengikuti pemilu sama saja memilih koruptor berikutnya.

 

6. Bila kasus korupsi dibiarkan terus-menerus, pengaruh korupsi yang paling besar adalah perlawanan dari rakyat karena ketidakpuasan pemerintahan. Misalnya, tidak ada lagi masyarakat yang mau membayar pajak, terjadi demo besar-besaran yang memungkinkan bisa menggulingkan pemerintahan, dan keadaan negara akan kacau balau karena rakyat yang marah.

 

Itulah banyaknya pengaruh atau dampak yang dihasilkan dari tindak korupsi. Dampak korupsi ini akan lebih menjadi parah jika tidak segera diatasi tindakan korupsinya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Apa Itu Korupsi Kolusi Nepotisme?
  • Badut dan Realita Hidup
  • Fenomena Tauran Antar Pelajar
  • Penyebab Hutan Gundul
  • Menyikapi Aliran Sesat di Indonesia
  • Hati-Hati dengan Aliran Sesat
  • Penyebab Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
  • Kepopuleran Membaca Garis Tangan
  • Mengupas Eksistensi Nudis Prancis
  • Dukun AS, Fenomena Sesat Sang Dukun Berdarah Dingin
  • Hingar-Bingar Hiburan Malam
  • Menjamurnya Kasus Korupsi di Indonesia
  • Orang Lucu yang Menghibur Dunia
  • Sisi Lain Kehadiran Mall di Jakarta
  • Penyebab Terjadinya Tawuran Antar Pelajar
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA