logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Cinta & Persahabatan    Tips    Tips Cinta

Dampak Negatif Pacaran yang Negatif


Ilustrasi dampak negatif pacaran

Pacaran pada hakikatnya "melatih" sepasang kekasih untuk melanjutkan hubungan tersebut ke dalam lingkup psernikahan. Dalam tahap "latihan" tersebut, yang penting adalah keseriusan dua belah pihak. Kalau ada satu saja yang bermain-main, hasilnya tentu tidak sebaik yang diharapkan. Dari kacamata yang demikian, memang terdapat dampak negatif pacaran.

Kebanyakan pacaran yang main-main adalah pacaran di usia anak masih berada di bangku sekolha. Baik itu sekolah menegah pertama maupun sekolah menengah atas. Kebanyakan semua masih melakukan pacaran dalam taraf main-main.

Padahal akitivitas yang ada di dalam pacaran adalah akitivitas yang berifat personal dan bukanlah aktivitas yang main-main. Ada berbagai tanggung jawab yang harus dipegang teguh dalam pelaksanaan aktivitas tersebut.

Salah satu konsekuensi yang dipegang adalah dampat negatif yang harus diterima ketika ada penyalahgunaan dari aktivitas itu. Dan sudah banyak pasangan yang menjadi korban dari aktivitas pacaran yang tidak sehat tersebut.

Penyesalan memang tidak pernah ada di depan. Jika penyesalan itu ada di depan maka tidak ada orang yang akan melakukan kesalahan yang ada hanyalah melakukan kebaikan. Oleh karena itu berhatil-hatilah dalam melangkah jangat membuat atau menggali lubang untuk dirimu sendiri.

Dampak Negatif

Ada berbagai dampak negatif dari aktivitas pacaran yang biasa dilakukan oleh pasangan muda-mudi. Berikut ada berbagai dampat yang muncul dalam permasalahan tersebut.

1. Menciptakan Tekanan Batin

Jika Anda perempuan, perhatikanlah tuntutan yang Anda berikan pada pacar Anda. Logiskah tuntutan tersebut dari sudut pandang pria atau tidak. Perempuan memang terbiasa untuk menguji. Namun, jangan sampai dalih menguji itu membuat Anda menyiksa pasangan Anda.

Bukankah Anda tidak perlu setiap saat diantar atau dalam waktu-waktu tertentu harus menghabiskan waktu (dan uang) di mall? Laki-laki cenderung memilih perempuan yang mandiri. Perempuan yang manja dan tidak sadar kemanjaannya menyiksa sang lelaki, bisa saja ditinggalkan dan tinggal meratapi kesalahannya.

Lagipula, biasanya perempuan suka menunggu, sedangkan si laki-laki sudah mati-matian berusaha. Ketika Anda terus menguji lelaki Anda seperti itu, ketika dia pergi, mungkin Anda tidak cukup menangis hanya dalam dua tahun. Ketika hal tersebut sudah terjadi maka hanyalah tinggal kenangan dan penyesalan saja.

Tekanan batin yang merasa diatur-atur adalah perasaan yang awajr ketika berpacaran. Banyak sekali yang merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut. Bagaimana tidak?seseorang yang biasanya bebas melakukan apa saja tiba-tiba saja menjadi seperti burung yang berada dalam sangkar.

Melakukan apapun yang disukainya selalu mendapatkan larangan dari pasangannya. Meskipun tidak semua pasangan menginginkan hal ini terjadi. Namun hal tersebut tetap terjadi karena pelarangan tersebut merupakan bentuk dari rasa sayang yang diungkapkanoleh pasangannya.

Rasa sayang yang tinggi membuat seseorang tidak ingin orang yang disayanginya melakukan hal-hal yang akan membuatnya sendiri terluka. Oleh karena itu biasnaya ada larangan untuk melakukan ini dan itu.

Namun tidak semua yang malakukan larnagan tersebut didasarkan pada argumen tersebut. Ada juga yang hanya sekedar larangan dikarenakan dirinya sendiri tidak suka bukan karena takut akan nasib orang yang disayangi jadi terluka.

Tentunya jika yang dmeikian yang terjadi maka sudahbisa dipastikan ada perasaan tidak nyaman di pasangan yang lain yang selalu mendapatkan aturan dari orang lain.

2. Menciptakan yang "Tidak-Tidak"

Kadang, dengan dalih membuktikan cinta terhadap pasangan, kita melakukan atau memaksa pasangan melakukan hal-hal yang belum sepantasnya dilakukan. Mulai dari hal simpel.

Misalnya, mengatur ini dan itu, yang seharusnya masih menjadi wewenang orang tua, hingga mungkin laki-laki menantang pacarnya untuk memberikan "kehormatan". Laki-laki yang semacam ini biasanya tipe laki-laki tidak bertanggung jawab dan yang harus dihindari. Perempuan juga harus menyadari bahwa cinta tidak bisa dibuktikan dengan cara demikian.

Pergaulan yang demikian adalah pergaulan yang tidak sehat dan merusak moral serta masa depan dari anak-anak bangsa. Masa yang seharusnya dilalui dengan gemilang bisa menjadi hancur dan berantakan dikarenakan oleh hal yang sepele.

Peran orang tua dalam menjaga anak suapay atidak terjadi hal yang tidak diinginkan sangat diperlukan. Walaupun kadang terkesan kolot namun hal tersebut adalah demi kebaikan bersama.

Komunikasi yang apik dan baik akan memperlancar dan mempersempit jaraka antara orang tua dan anak.

Memberikan pengetian yang pas akan hakikat cinta dan sayang kepada anak membuat anak menjadi dewasa dan mengerti tentang apa cinta itu yang sebenarnya. Bukan hanya rayuan dan gombalan yang diberikan oleh pasangannya saja.

ada hal lain juga yang menjadi bumbu penyedap cinta selain rayuan. Dengan demikian perbuatan yang seharusnya tidak boleh dilakukan bisa dihindari oleh keduanya.

Banya sekali konsekuensi yang harus diambil ketika terjadi kesalahan yang diakibatkan oleh perlakuan yang tidak-tidak selama pacaran. Hendaknya dan dianjurkan utuk tidak melakukany sebelum nikah apapun alasannya.

Hal tersebut akan merugikan keduanya, baik itu pihak laki-laki maupun pihak perempuan. Kerguian terbesar terutama terletak pada pihak perempuan jika ternyata laki-laki tersebut tidak mau bertanggun-jawab.

Ada beban mental dalam sosial masyarakat yang harus ditanggung. Mulai dari digosipkan hingga dikucilkan karena perlakuan yang tidak-tidak tersebut. Tidak hanya dimasyarakat, dalam pendidikan pun bisa menjadi masalah tatkala hal tersebut terjadi.

Betapa tidak? Pasangan tersebut akan lebih konsentrasi pada masalah yang dihadapinya dibandingkan dengan masalah lain. Fokusnya mereka pada masalah ini akan membuat pendidkan menjadi terbengkalai. Pada akhirnya juga akan merugikan masa depan dari mereka sendiri.

Kesiapan dan kematangan dalam berumah tangga juga belum terwujud. Masih banyak egoisitas karena darah yang masih muda. Darah muda adalah darah yang mudah panas dan mendidih. Pasti akan banyak sekali perselisihan pendapat ketika menyelesaikan suatu masalah.

Jika perselisihan tersebut tidak diselesaikan secara baik maka akan bisa menjadi bomerang yang mengakibatkan hancurnya rumah tangga mereka. Ketika itu terjadi siapa yang dirugikan? Tentu saja anak yang akan menjadi korban jika tidak mendapatkan perhatian yang serius.

Permasalahanini bukanlah permaslah yang remeh. Jika dipandanga serius maka akanbanyak sekali implikasi yang dihasilkan dari perbuatan tersebut. Dan semuanya merugikan kedua belah pihak. Oleh karenanya berhati-hatilah dalam melangkah sebelum terjerumus ke dalam hal yang tidka diinginkan.

Cinta hakikatnya menghormati batasan-batasan yang tidak mampu dilakukan sepasang kekasih. Seks pranikah dengan paksaan lelaki menunjukkan ada yang tidak menghormati batasan tersebut.

Contoh lain tindakan yang "tidak-tidak", misalnya merayakan tiga bulanan jadian dan seterusnya, yang sebenarnya tidak produktif. Bahkan, terkesan memboros-boroskan uang dengan dalih cinta.

Apalagi uang yang didpatkan juga bukanuang yang diperoleh dari hasil keringat sendiri. Jikapun diperoleh dari hasil keringat sendiri maka perlu langkah bijak untuk mensiasatinya.

Hidup yang boros akan mempengaruhi anda di masa yang akan datang. Gaya hidup yang ada saat ini merupakan cerminan yang akan datang. Jika pada saat ini sudah bisa hidup boros berarti ketika sudah menjalin rumah tangga maka juga ada kemungkinan untuk hidup boros.

3. Merusak Kehidupan Kekasih

Bagi perempuan, jangan pernah berpikir bahwa Anda harus selalu menang karena perempuan dipandang lebih lemah. Demikian pula lelaki. Hanya karena Anda lebih kuat, bukan berarti Anda berhak mendominasi. Yang perlu Anda berdua pikirkan, kehidupan kekasih kita tidak hanya berisi kita.

Ketika sudahmenjadi pasnagan maka yang perlu diperhatikan adalah keduanya bukanlah diri kita sendiri. Itu adalah bedanya hidup berdua dengan hidup sendiri. Seperti halnya sebuah pernikahan yang melibatkan dua keluarga.

Tidak ada pernikahanyang tidak melibatkan dua keluarga. Oleh karena itu menjalin hubungan yang baik antara keduanya juga merupakan halyang wajib dilakukanoleh pasangan untuk menjaga keharmonisa yang ada.

Kebiasaan yang selalu mengutamakan diri sendiri haruslah dihilangkan karena kita sekarang tidak hanya hidup untuk diri kita sendiri melainkan juga untuk orang lain. Makanya berusahal memahami pasangan adalah kunci utama keberhasilan dari hidup seorang kekasih.

Mereka butuh teman, orang tua, guru, dan sebagainya. Karena keegoisan kita, jangan sampai kehidupan kekasih kita rusak. Jika demikian, bisa jadi seumur hidup Anda tidak bisa memaafkan diri sendiri.

Dampak pacaran tersebut bisa dihindari jika pasangan sama-sama serius dan mau berkorban satu sama lain. Pengorbanan tidak selalu menyakitkan. Ada juga yang berbuah manis dibalakang dan semua itu butuh kesabaran untuk dapat memetiknya..

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Hitung Kalkulator Cintamu Lewat Kata-kata Cinta!
  • Mengetahui Kegunaan Kalimat Rayuan
  • Mengapa Ada Cinta di Hati Manusia
  • 7 Tips Memikat Laki-Laki untuk Mendapatkan Perhatiannya
  • Tempat-tempat Pacaran di Jakarta: Dari yang Aneh sampai Bahaya
  • Artikel Cinta Islami: Berbicara tentang Cinta
  • Tips Agar Suami Semakin Sayang
  • Empat Cara Balikan Sama Mantan Pacar
  • Manfaat ciuman
  • Serba-Serbi Bagi Pasangan Pengantin Baru
  • Tip-Tip Pacaran Jarak Jauh
  • Tips Pacaran Sehat - ANNEAHIRA.COM
  • Cara agar Pacaran Langgeng
  • Ramalan Cinta Menurut Nama - Keputusasaan Atas Nama Cinta - ANNEAHIRA.
  • Apa Itu Pelet Cinta?
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA