Dampak Pencemaran Udara Bagi Kesehatan
Ilustrasi dampak pencemaran udara
Pencemaran udara, suatu hal yang sangat dibenci oleh semua orang di belahan bumi manapun. Sayangnya, pencemaran udara dewasa ini semakin meningkat. Salah satu “pabrik” yang menghasilkan pencemaran udara yang tinggi adalah ibu kota dan salah satu penyebab pencemaran udara di ibu kota adalah produksi asap kendaraan yang berlebihan. Dampak pencemaran udara tersebut tentu saja bagi kesehatan manusia.
Tak diragukan lagi, bahwa ibu kota merupakan gudangnya pencemaran yang berasal dari asap kendaraan bermotor. Setiap hari, jalan raya di ibu kota selalu dipadati oleh ratusan kendaraan dari berbagai jenis, mulai dari angkot, motor, mobil pribadi, bus, metro mini, dan kendaraan sejenis. Bayangkan saja, selama 24 jam berturut-turut, setiap hari, dan tanpa jeda, jalan raya seolah dieksploitasi oleh berbagai macam jenis robot berjalan tersebut.
Apa akibat yang ditimbulkan? Sudah bisa dibayangkan bahwa jawabannya adalah pencemaran udara. Jelas, setiap hari berapa ratus kendaraan yang mengotori udara di jalan raya dengan asapnya tanpa pernah “dibersihkan”. Bisa ditebak betapa kotornya kondisi udara di ibu kota, bukan?
Manusia-Manusia Kota Merasakan Dampaknya
Saya, Anda, dan kita semua yang mungkin tinggal di ibu kota secara tidak langsung adalah pihak-pihak yang ikut serta memberikan kontribusi dalam hal pencemaran udara. Kendaraan pribadi yang kita gunakan sebagai alat transportasi sehari-hari adalah bukti konkrit bahwa kita turut “berperan” aktif dalam menciptakan pencemaran udara.
Walaupun, tak bisa disalahkan sepenuhnya bahwa keinginan untuk membawa kendaraan pribadi saat bekerja lebih demi alasan keselamatan. Kita tentu semua sudah mengetahui bagaimana kondisi angkutan umum yang ada di kota besar, sangat tidak aman dan rentan kriminalitas.
Bagai lingkaran setan yang tak bisa putus, karena tindakan sebagian besar dari kita yang membawa kendaraan pribadi sehari-hari untuk menghindari kriminalitas, nyatanya malah menimbulkan masalah lain, yaitu pencemaran udara.
Padahal bila kita tahu, banyak sekali dampak pencemaran udara yang sangat merugikan. Dampak pencemaran udara tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
- Kulit kusam (karena setiap hari terkena kotoran dan debu)
- Elastisitas kulit merosot tajam
- Radang paru-paru (terutama bagi orang-orang yang memang sudah memiliki masalah dengan paru-paru)
- Penuaan dini
- Flek hitam
- Keriput
- Kanker kulit
- Batuk
- Stres
- Mudah marah
Ternyata, sungguh parah dampak pencemaran udara yang ditimbulkan bagi kesehatan kita. Tidak hanya menyerang fisik, tapi juga nonfisik atau kondisi kejiwaan.
Sebagai contoh, orang-orang yang berada di kota besar memiliki kelabilan emosi yang tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di kota kecil. Dari sisi fisik misalnya, orang-orang yang berada di ibu kota rata-rata lebih cepat tua dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di kota kecil. Kalaupun orang yang tinggal di kota besar atau ibu kota memang awet muda, pastilah karena perawatan yang tidak mudah.
Pencemaran udara memang sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan. Dampak pencemaran udara tak hanya dirasakan dalam jangka pendek seperti yang telah disebutkan di atas, namun juga dalam jangka panjang. Dampak pencemaran udara juga tidak hanya berefek samping pada kesehatan kita, namun juga berefek domino ke segala bidang kehidupan.
Upaya Penanaman Pohon di Perkotaan
Melihat pentingnya hutan kota sebagai paru-paru kota yang dapat membantu menetralisir pencemaran udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor, harusnya hutan tersebut minimal seluas 2 hektar.
Akan tetapi, mungkin agak sulit untuk membuat seperti Central Park, New York, yang begitu hijau dan luas dengan semua fasilitas umum bagi pengunjungnya. New York yang merupakan salah satu kota terpadat di dunia saja mempunyai lebih dari seribu taman.
Mengapa kota-kota di Indonesia yang tidak sepadat New York tidak mampu membuat hutan kota atau minimal taman kota yang cukup rindang? Atau mungkinkah setiap sudut kota atau setiap 10 km, ada hutan seluas seperempat hektar saja?
Bukankah pengaruh timbal terhadap otak bayi dan anak-anak sangatlah jahat. Timbal yang keluar dari knalpot kendaraan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Paru-paru yang tidak baik juga akan membuat pertumbuhan fisik tidak normal.
Selain itu, akibat dari polusi udara adalah stres yang dirasakan oleh penghuni kota. Stres yang tak terkendali dapat merusak mental dan jiwa. Bila sudah terlalu stres, maka penggunaan narkoba akan merajarela dan tingkat kejahatan pun akan semakin meroket. Berikut ini cara pembuatan hutan kota yang dapat mengurangi pencemaran udara di kota.
1. Kebun Binatang
Adanya kebun binatang merupakan sebuah anugerah bagi sebuah kota. Andai saja ada sepuluh kebun binatang besar, sedang, dan mini di setiap kota, maka sejuklah kota itu. Kebutuhan hewan akan lingkungan hijau mau tak mau membuat manusia berjuang keras untuk menyediakannya. Tapi mahalnya biaya perawatan hewan yang ada di kebun binatang menjadi kendala tersendiri yang menyebabkan sulitnya membuat kebun binatang di suatu kota.
2. Taman-Taman Perusahaan
Setiap perusahaan besar diwajibkan untuk membuat taman kota yang pada akhirnya dapat dijadikan hutan kota bila ditata rapi. Bila perlu, demi sebuah hutan seluas satu hektar saja, biaya pembuatan dan perawatan ditanggung oleh beberapa perusahaan.
Pohon yang ditanam pun bisa berupa pohon produktif sehingga suatu saat pohonnya dapat ditebang dan uangnya untuk pembelian bibit dan perawatan hutan selanjutnya. Pohon-pohon buah, seperti, mangga, rambutan, jambu air juga bisa ditanam di hutan.
Yang menjadi masalah adalah perawatan hutan kota. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk memelihara fasilitas umum merupakan salah satu hal yang menghambat kemajuan pembangunan di Indonesia.
Hingga ada pameo yang beredar di masyarakat yang mengatakan bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat pembangun, tapi tak mampu memelihara sehingga hasil pembangunan itu sia-sia saja tak mampu mendatangkan kesejahteraan kepada masyarakat itu sendiri.
Program go green yang diusung beberapa tahun ini tidak terlalu dipedulikan. Penanaman seribu pohon untuk mengurangi global warming juga tidak terlalu mendapatkan respon dari masyarakat.
Padahal program tersebut sangat bagus, tapi karena tidak didukung penuh oleh masyarakatnya dan fasilitasnya kurang, maka program tersebut hanya sebagai bahan perbincangan saja. Hanya ada slogan-slogan yang dipampang di depan umum.
Program tersebut digembor-gemborkan, tapi penebangan pohon pun semakin banyak. Penggundulan hutan dan gunung terus meningkat, sedangkan penanaman kembali pohonnya tidak dilakukan.
Gunung yang gundul dibiarkan begitu saja, sehingga menjadi gersang dan tanahnya tandus dan global warming semakin meningkat. Pohon sebagai sumber yang dapat mengurangi global warming malah habis ditebang. Rumah-rumah kaca semakin banyak. Jadi, jangan heran jika keadaan bumi ini semakin hari semakin panas.
Daerah perkotaan yang jarang di tanam pepohonan dan banyaknya rumah kaca, hawanya panas dan tidak sejuk. Berbeda apabila di pedesaan yang keadaan alamnya masih banyak pepohonan dan rumah-rumah kaca masih jarang, hawanya itu sejuk dan segar.
Akan tetapi, di daerah pedesaan saja sekarang sudah mulai terasa sumpek. Populasi manusia yang semakin banyak dan ditambah pembangunan lahan industri di daerah pedesaan, membuat hawa pedesaan mulai tercemar dan tidak sejuk.
Jadi, di mana kita dapat menemukan tempat yang sejuk dan nyaman? Apakah masih ada tempat yang seperti itu di Indonesia? Kalaupun ada, itu hanya ada di beberapa tempat saja.
Kalau bukan kita yang melestarikan sumber daya alam yang ada di negara ini, siapa lagi. Kita yang hidup di negara ini, yang melakukan dan merasakan akibatnya, yaitu kita sendiri. Untuk itu, marilah menjaga kelestarian negara kita ini bersama-sama. Ciptakan kembali negara Indonesia sebagai negara agraris dan terkenal dengan keindahan alamnya.
Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman memang sangat mempengaruhi keadaan sumber daya alam di Indonesia. Indonesia yang terkenal sebagai negara agraris sudah mulai luntur karena lahan pertaniannya semakin sempit.
Hal tersebut memang harus segera diatasi, bagaimana pun bentuknya. Mulailah dari diri sendiri dengan mencintai lingkungan di sekitar kita. Menanam pohon di depan rumah dan merawatnya, itu sebagai salah satu bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan.
Dampak pencemaran udara bagi kehidupan makhluk hidup di dunia ini sangat berakibat buruk. Untuk itu, mulailah melestarikan lingkungan di sekitar kita dengan mengurangi polusi udara. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Selamatkan kelestarian udara kita.

