Empat Danau Terunik di Dunia
Ilustrasi danau
Secara definisi, danau memiliki pengertian “air yang tergenang dalam jumlah besar yang berada di tengah daratan”. Namun, apakah semua air yang tergenang bisa dikatakan danau? Berdasarkan definisi di atas maka air hujan yang tumpah dan tergenang di depan rumah kita bukanlah sebuah danau karena tergenangnya tidak dalam jumlah besar.
Lalu bagaimana dengan rawa? Apakah juga bisa dikategorikan sebagai danau? Bukankah air rawa tergenang? Tidak selamanya rawa merupakan kumpulan air tergenang di tengah daratan karena sebagian besar rawa justru berada di tepi pantai, berlumpur dan berair payau (campuran antara air tawar dengan air laut). Rawa seperti ini kaya akan nutrisi sehingga merupakan sumber kehidupan berbagai macam makhluk hidup, contohnya adalah hutan bakau.
Ada pula rawa yang memang berada di tengah-tengah daratan, dan bukan daerah pantai, tetapi tetap tidak bisa dikategorikan danau sebab kandungan lumpurnya yang tinggi, dan banyak ditumbuhi tanaman-tanaman rawa seperti kangkung, genjer, eceng gondok, dan lain sebagainya yang membuatnya berbeda dengan danau.
Begitu pula dengan sungai. Sungai merupakan air yang mengalir di tengah daratan dalam jumlah besar. Jadi bukan air yang tergenang sebagaimana danau. Perbedaan sungai dan danau memang kadang mengecoh, tapi dua jenis "tampungan air" itu tidaklah sama.
Empat Danau Unik
Ada beberapa danau unik yang berada di permukaan bumi ini. Disebut unik karena memiliki ciri khusus berupa kelebihan yang tak dimiliki oleh danau lainnya. Seperti danau terdalam, danau terluas, danau terkecil, dan danau ter- lainnya. Namun, tulisan ini tidak membahas danau yang paling seperti itu, tapi kita akan membahas sisi lain dari danau yang membuatnya menjadi unik.
Danau apa sajakah itu?
1. Danau Unik - Danau Luth
Danau yang tidak ada penghuninya, tempat terendah di dunia, Danau Luth terletak membentang sepanjang perbatasan Israel-Yordania. Danau ini disebut Danau Luth karena sejarah yang mengiringi keberadaannya. Bagi pemeluk agama Samawi (Islam, Kristen, Yahudi), Danau Luth diambil dari nama Nabi Luth yang umatnya memiliki kebiasaan menyukai hubungan sejenis (homo dan lesbi).
Oleh Allah Swt., umat durhaka Nabi Luth yang mendiami Kota Sodom dan Gomorah tersebut lalu dihancurkan oleh gempa akibat letusan gunung vulkanis sehingga kota tersebut luluh lantak. Sebagian besar masuk ke dalam danau dan sebagian lagi ditelan air bah dari Laut Mati.
Hal tersebut ternyata dapat dibuktikan oleh ilmu pengetahuan. Tepatnya pada 1924 seorang ahli purbakala bernama William Albright berhasil menemukan situs purbakala Bab-Edh-dhra setelah selama ribuan tahun terkubur. Pada 1967 ahli purbakala yang lain, seperti Paul Lapp dan Thomas Schaub, dan Werner Keller, melakukan penggalian kembali di sekitar Laut Mati dalam kurun waktu yang berbeda. Penemuan tersebut ikut menjadi bagian dari sejarah ditemukannya Danau Luth.
Hasilnya mereka bisa membuktikan bahwa Kota Sodom dan Gomorah memang dihancurkan melalui sebuah gempa bumi yang sangat dahsyat disertai dengan letusan lahar dan magma, petir, keluarnya gas alam, dan lautan api. Letusan gunung merapi itulah yang kemudian menjadi asal mula terciptanya Danau Luth.
Hal tersebut, menurut penelitian mereka, berdasarkan ditemukannya bukti bahwa memang pernah terjadi pergeseran patahan yang berakibat pada bangkitnya tenaga vulkanik yang luar biasa besar dari dalam bumi. Dan memang, di daerah lembah yang tinggi di sekitar Jordania dan dekat dengan Bashan terdapat kawah yang bentuknya menjulang. Bahwa ada danau yang terbentuk dari bekas letusan gunung api yang sudah mati.
Fakta-fakta geologis tersebut mengakibatkan letak geografis Danau Luth menjadi daerah paling rendah di seluruh permukaan bumi, yaitu 800 m di bawah Laut Tengah. Bukan itu saja, adanya kandungan mineral dalam jumlah besar di danau tersebut mengakibatkan Danau Luth memiliki kadar garam tertinggi di dunia, yaitu 31,5% atau 8,6 kali lebih tinggi daripada kadar garam laut mana pun. Akibatnya tidak ada satu organisme pun yang sanggup hidup di Danau Luth sehingga Danau Luth disebut juga sebagai “Laut Mati” (Dead Sea).
2. Danau Unik - Kaspia
Danau, laut, atau danau laut? Danau Kaspia, banyak juga orang yang menyebutnya Laut Kaspia, bahkan ada yang menyebutnya Danau Laut Kaspia. Sebenarnya danau atau lautkah Kaspia itu? Dan Apakah keunikan Danau Kaspia itu? Bila ditinjau dari definisi danau, “genangan air dalam jumlah besar yang berada di tengah daratan”, maka Kaspia jelas-jelas sebuah danau. Namun, karena luasnya tersebut terlalu besar, ditambah lagi airnya yang asin dan adanya biota khas laut yang hidup di dalamnya maka Kaspia layak disebut sebagai Laut Kaspia.
Keunikan Danau Laut Kaspia berikutnya adalah salah satu danau terdalam di dunia. Kedalamnnya mencapai 975 m atau danau terdalam kedua setelah Danau Tanganyika di Tanzania yang mencapai kedalaman 1425 m.
Di samping itu, Danau Laut Kaspia adalah danau yang paling ramai dilintasi kapal dari berbagai negara. Kapal barang yang mengangkut berbagai macam produk lalu lalang setiap harinya di Danau Kaspia ini.
Letak geografis Danau Laut Kaspia yang strategis, berada di daerah pegunungan Kaukasus dengan dikelilingi oleh banyak negara seperti Iran, Ukraina, Turki, dan Rusia membuat Danau Laut Kaspia selalu ramai oleh lalu lintas kapal barang.
3. Danau Unik - Danau Toba
Pemusnah peradaban manusia menjadi cerita yang melatari hadirnya danau unik yang satu ini. Danau Toba yang terletak di Provinsi Sumatera Utara ini menyimpan sejarah yang unik. Mungkin Danau Tobalah satu-satunya danau di dunia yang memiliki keterkaitan dengan sejarah hampir punahnya peradaban manusia.
Mengapa? Sebab, ribuan tahun yang lalu saat bumi masih terdapat daratan luas yang disebut pangea, Kepulauan Indonesia masih menyatu dengan daratan Asia dan Australia. Terdapat sebuah gunung yang berada tepat di Danau Toba sekarang ini.
Gunung Toba tersebut meletus dengan letusan yang sangat dahsyat, bahkan terdahsyat sepanjang sejarah! Akibat yang ditimbulkannya sangat dahsyat. Selain mengubah topografi daratan di sekitarnya, batuan yang tersembur dari perut Gunung Toba tersebut terlempar hingga ke Benua Eropa saat ini. Letusan dahsyat tersebut menjadi cikal bakal lahirnya danau unik asal Indonesia yang satu ini.
Bukan itu saja, abu vulkanis yang membumbung tinggi dan tebal bagaikan cendawan raksasa di angkasa, menutupi dan menghalangi masuknya cahaya matahari yang masuk ke bumi. Tertutupnya cahaya matahari itu berlangsung selama bertahun-tahun sehingga suhu bumi menurun drastis, memicu terjadinya zaman es yang kita kenal dalam sejarah. Selain menjadi penyebab kehadiran danau, letusan ini ternyata juga memiliki perngaruh yang lebih besar bagi lingkungan.
Tak terhitung banyaknya manusia yang tewas akibat ledakan dahsyat itu. Diperkirakan populasi manusia yang masih hidup di bumi setelah ledakan dahsyat gunung Toba itu tinggal sekitar 10.000 orang, jumlah ini sama dengan jumlah penonton konser musik grup musik Slank di Gelora Bung Karno! Ledakan dahsyat itu memang bencana besar, sebuah bencana yang pada akhirnya melahirkan sebuah danau.
Sisa-sisa ledakan Gunung Toba itu saat ini bisa diihat dari adanya kaldera (cekungan akibat ledakan gunung berapi) yang kini menjadi Danau Toba. Siapa sangka Danau Toba yang indah dan menjadi primadona kawasan wisata di Pulau Sumatera itu, menyimpan sejarah yang mengerikan, yaitu hampir memusnahkan peradaban manusia di muka bumi ini.
4. Danau Unik - Danau Lochness
Danau berikutnya yang termasuk ke dalam kategori unik adalah Danau Lochness. Danau Lochness terletak di Negara Skotlandia. Sesungguhnya tidak ada yang istimewa dari danau ini. Hanya sekadar cekungan di daratan yang berisi air dalam jumlah besar. Namun, danau ini menjadi unik karena mitos dan legenda yang menyertainya.
Sudah sejak lama Danau Lochness menyimpan cerita adanya monster raksasa yang menyerupai seekor naga. Monster Lochness itu kerap terlihat oleh penduduk di sekitarnya. Entah benar atau tidak, tapi yang pasti cerita tersebut telah menyebar ke seluruh dunia. Dan jadilah daerah sekitar Danau Lochness berada menjadi kawasan wisata yang sering dikunjungi para turis dari seluruh dunia.

