Dasar-Dasar Pengetahuan: Lezatnya Ilmu Pengetahuan
Manusia pada umumya diciptakan dengan kesempurnaan akal. Hal inilah yang membedakan manusia dengan hewan dan tumbuhan. Kuda memang bisa berlari secepat-cepatnya, tapi manusia dengan pengetahuannya mampu menciptakan kendaraan setara dengan kecepatan empat ribu tenaga kuda seperti mobil sporty Ferrari.
Pohon memang bisa tumbuh tinggi, besar, kuat, dan umurnya lama, tapi manusia dengan pengetahuannya juga mampu membangun gedung megah, mewah, dan pencakar langit. Inilah pentingnya, untuk mengetahui dasar-dasar pengetahuan.
Pengetahuan sendiri secara umum merupakan segala sesuatu yang diperoleh manusia melalui pengamatan. Ketika seseorang mengamati suatu hal atau kejadian yang belum ia alami bahkan pernah ia alami sebelumnya, maka hasilnya adalah pengetahuan.
Terkadang pengetahuan, muncul tanpa disadari. Sebagai contoh, ketika kita pergi ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya, secara langsung maupun tidak langsung kita akan memiliki pengetahuan tentang tempat itu, jaraknya, cuacanya, masyarakatnya, dan lain-lain.
Dengan mengetahui dan memahami dasar-dasar pengetahuan, kita akan mengetahui unsur-unsur yang dapat membantu memiliki pengetahuan dan berfungsi mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Dasar-dasar pengetahuan yang dimaksud antara lain:
- Pengalaman, segala sesuatu yang terjadi kepada manusia sebagai hasil interaksinya dengan alam nyata dan alam gaib (tak terlihat) atau dalam istilah agama disebut juga pengalaman spiritual. Secara umum pengalaman terbagi dua. Pertama, pengalaman primer, pengalaman yang langsung dirasakan oleh panca indra. Kedua, pengalaman sekunder, kesadaran dan peneguhan dari pengalaman primer. Hal tersebutakan lebih jelas dengan memperhatikan ciri-ciri pengalaman, yaitu: beraneka ragam, objek-objek tertentu di luar diri kita, serta pengalaman bertambah sesuai dengan usia, kesempatan, dan kedewasaan.
- Memori, merupakan kelanjutan dari pengetahuan, sebab ingatan adalah hasil dari pengalaman. Tak mungkin kita mengingat sesuatu tanpa kita mengalaminya terlebih dahulu. Ingatan merupakan pemandu hidup kita dalam mengatasi permasalahan. Sayangnya, tak sedikit dari kita yang ingatannya kurang kuat dan itu akan mempengaruhi produktivitas hidup. Oleh karena itu diperlukan alat bantu berupa buku catatan atau gadget.
- Kesaksian, berfungsi untuk menguatkan atau meneguhkan suatu informasi dari para ahli yang memiliki otoritas di bidangnya untuk menetukan benar atau salah informasi yang dimaksud. Oleh karena itu, informasi yang diajukan harus disertai bukti yang kuat, misalnya informasi sejarah, hukum, dan agama.
- Rasa ingin tahu, pengalaman yang menjadi pengetahuan sering kali berawal dari rasa ingin tahu seseorang terhadap sesuatu, sehingga ia akan menyelidiki pengalamannya baik dengan bertanya atau cara lain untuk memberikan jawaban terhadap keingintahuannya.
- Penalaran, merupakan penarikan kesimpulan dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, atau dengan kata lain berpikir secara rasional. Metode penalaran yang dikenal ada dua, yaitu Induksi (menarik kesimpulan secara umum dari hal-hal yang bersifat khusus) dan Deduksi (menarik kesimpulan secara khusus dari hal-hal yang bersifat umum).
- Logika, pertimbangan akal pikiran supaya berpikir secara lurus, tepat, dan sistematis, kemudian dinyatakan lewat bahasa lisan atau tulisan.
- Bahasa, penalaran tanpa kemampuan berbahasa adalah penalaran yang antiklimaks, sebab untuk menjadi pengetahuan diperlukan kemampuan berbahasa dalam menerjemahkan penalaran kepada bahasa lisan dan tulisan yang akan dipahami oleh orang lain sehingga tidak terjadi salah paham.
- Kebutuhan hidup, dalam sebuah wacana dikatakan, semakin manusia membutuhkan sesuatu maka ia akan semakin kreatif untuk mendapatkan apa yang diinginkanya. Dalam proses kreativitas itu, ia akan mengembangkan pengetahuannya dalam menciptakan alat, strategi, dan keputusan.






