Definisi Ibadah dalam Islam
Secara bahasa definisi Ibadah adalah merendahkan diri serta tunduk. Ibadah pun dapat diartikan sebagai bentuk ketaatan, keyakinan, dan ketakutan. Meskipun memiliki banyak arti namun maksud dan tujuannya adalah sama. Ibadah yang baik adalah ibadah yang diyakini dengan hati.
Tidak hanya itu, selanjutnya setelah diyakini dengan hati maka haruslah diucapkan dengan lisan yang kemudian haruslah melaksanakan ikrar tersebut dengan perbuatan nyata dari anggota tubuh. Karena ibadah merupakan kesatuan antara hati, lisan, dan perbuatan.
Sehingga dalam penerapannya, terdapat tahapan-tahapan atau bisa disebut juga macam-macam bentuk ibadah. Karena pada masing-masing tahapan tersebut ada bentuk ibadah yang berbeda-beda yang harus dilakukan.
Macam-Macam Ibadah
Seperti yang telah dijabarkan, bahwa ibadah yang baik adalah ibadah yang harus diyakini dengan hati, diucapkan secara lisan kemudian dilaksanakan. Dan itulah bentuk pembagian ibadah dalam Islam.
Seperti yang kerap kali kita dengar, diam adalah selemah-lemahnya diam. Apa artinya? Bahwa ibadah yang dilakukan baru sebatas diyakini dengan hati, belum sampai pada tahap mengikrarkan secara lisan. Sehingga pembagian ibadah ada 3 macam, yakni sebagai berikut.
- Ibadah yang berkaitan dengan hati, contohnya: rasa takut, mengharap, cinta, ketergantungan, dan senang.
- Ibadah yang berkaitan dengan lisan dan hati, contohnya: tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati.
- Ibadah yang berkaitan dengan fisik dan hati, contohnya: shalat, zakat, haji, dan jihad.
Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah Swt:
“Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghen-daki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat : 56-58]
Dalam firman-Nya tersebut, Allah Swt. memberitahukan akan hikmah dari penciptaan jin dan manusia, hikmahnya adalah agar mereka (jin dan manusia) melaksanakan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla.
Meskipun pada dasarnya tanpa disembah Allah Swt. tetap mulia, tetapi Allah tetap mewajibkan ibadah kepada diri-Nya karena makhluk-makhluk ciptaan-Nya lah yang membutuhkan-Nya bukan diri-Nya yang ingin disembah. Karena ketergantungan mereka kepada Allah itulah maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia termasuk golongan makhluk yang sombong.
Dan barang siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia termasuk kepada golongan pelaku bid’ah. Serta barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah yang mengesakan Allah.






