Definisi Pengangguran dan Penyebabnya
Ilustrasi definisi pengangguran
Pengangguran dapat didefinisikan sebagai orang-orang yang berada pada usia kerja yakni usia 15 sampai 40 tahun sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkan pekerjaan tersebut. Lantas bagaimana dengan ibu rumah tangga? Para pelajar? Mahasiswa dan sebagainya, apakah mereka dikatakan pengangguran? Kriteria status seperti itu tidak tergolong pada definisi pengangguran, status ini termasuk ke dalam kategori orang yang tidak sedang mencari kerja.
Pengangguran
Pengangguran bukanlah pilihan, tapi bentuk akibat dari sesuatu. Siapa orangnya yang mau hidup jadi pengangguran. Menjadi pengangguran akan memberikan dampak dan pengaruh yang tak hanya berakibat buruk pada orang bersangkutan, namun secara luas memberikan dampak sistemik di lingkungan masyarakat.
Ada banyak hal buruk yang dapat ditimbulkan dari adanya pengangguran. Yang paling sering terjadi tindak kejahatan dan kriminalitas yang meningkat, sebagai akibat tuntutan kebutuhan seseorang untuk memenuhi kebutuhan primer. Orang akan rela merampok, mencuri, mencopet dan sebagainya karena tuntutan harus menafkahi anak dan istri, sementara tak kunjung mendapatkan pekerjaan.
Macam-macam pengangguran ada beberapa jenis. Definisi pengangguran didasarkan pada seberapa parah tingkat pengangguran tersebut. Berikut ini beberapa macam pengangguran yang biasa ditemui:
- Pengangguran Terbuka. Pengangguran jenis ini adalah pengangguran yang jelas dan tampak ada di sekitar Anda. Para pencari kerja yang telah bersusah payah mencari lapangan pekerjaan, namun tak kunjung mendapatkan. Kehadirannya jelas terlihat di sekitar Anda. Pengangguran terbuka umumnya diisi oleh mereka yang baru tamat menyelesaikan studi namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai.
- Pengangguran Terselubung. Pernahkah Anda berkunjung ke instansi atau kantor dengan jumlah pekerja yang terlalu banyak? Pada akhirnya menyebabkan para pekerjanya sibuk bercerita dan bersantai ria sebab tak ada lagi pekerjaan yang dilakukan. Seharusnya pekerjaan dapat terselesaikan dengan lima sampai enam orang pegawai saja, namun yang ada di kantor tersebut sekitar sepuluh pegawai. Akibatnya ada yang menganggur.
- Pengangguran Setengah Menganggur. Definisi pengangguran bagi orang-orang yang bekerja dengan jam kerja sangat sedikit. Waktunya lebih banyak digunakan untuk menganggur. Atau bisa juga orang tersebut menganggur karena menunggu waktu pekerjaan berikutnya, misalnya seorang tukang yang telah habis masa kontrak kerjanya, dan menunggu kontrak kerja yang lain.
Sebab-Sebab Pengangguran
Siapa orang yang mau menyandang status pengangguran? Menjadi pengangguran akan mengakibatkan rasa minder dan malu pada diri seseorang. Tak hanya dirinya yang akan merasakan, keluarga pun akan menanggung malu jika seorang anak atau ayah menjadi pengangguran. Di samping definis pengangguran, di sini akan dikemukakan beberapa sebab-sebab yang mengakibatkan seseorang jadi pengangguran, diantaranya;
- Jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah para pekerja. Dalam setahun sebuah universitas akan menghasilkan ribuan sarjana yang siap untuk bersaing mencari lapangan kerja. Tentu yang berkualitaslah yang akan menang, dan bagi yang tersisih harus rela menyandang status sebagai pengangguran.
- Rendahnya kualitas potensi dan skill yang dimiliki seseorang. Dunia kerja semata-mata tak membutuhkan nilai tekstual yang dibuktikan dengan IPK. Lebih dari itu, tantangan dunia kerja membutuhkan kualitas skill dan potensi yang dimiliki oleh seseorang. Skill dan soft skill tak jarang menjadii faktor penting yang akan menentukan kesuksesan seseorang di dunia kerja.
- Minimnya minat dan pola pikir untuk berwirausaha. Sistem pendidikan tanah air umumnya menghasilkan lulusan yang selalu bercita-cita untuk menjadi pekerja dan tidak membuat lapangan pekerjaan sendiri. Minimnya rasa percaya diri untuk melakukan wirausaha banyak melanda para alumni perguruan tinggi, akibatnya tak jarang para sarjana yang rela menyandang status pengangguran.
Biar Tidak Menganggur, Pilih Jadi Penulis atau Pengusaha Saja!
Umumnya, kebanyakan orang sibuk memikirkan bahwa bekerja mesti di kantoran. Padahal, orang yang di kantor pun masih dapat diklaim pengangguran jika lebih banyak bercerita ketimbang bekerjanya. Nah, jika Anda tidak lulus menjadi pegawai, baik pegawai negeri maupun pegawai swasta, mestinya Anda bersyukur. Kenapa?
Alasannya, Anda bisa menjadi pekerja sejati. Maksudnya, Anda bisa membuka usaha yang menghabiskan waktu Anda benar-benar untuk bekerja. Banyak sekali orang yang kerap ingin bekerja yang enak, padahal ia tak pernah lepas dari pengangguran. Tapi jadi pengusaha, ia akan bekerja secara maksimal dan benar-benar terlepas dari belenggu pengangguran.
Selain jadi pengusaha, jadi penulis juga termasuk cara untuk menyelamatkan diri Anda dari pengangguran. Pasalnya, Anda pasti memikirkan bagaimana menghasilkan tulisan yang baik. Apalagi, jika Anda menulisnya di surat kabar. Anda tentunya tak ingin tulisannya menjadi sia-sia. Karena itu, Anda mesti bekerja ekstra. Dari mencari data hingga meramu kata yang disukai oleh redaktur. Pasalnya, kesukaan redaktur umumnya menjadi barometer kesukaan pembaca.
Baiklah, penulis akan mencoba menjelaskan bagaimana menjadi penulis dan pengusaha yang selamat dari pengangguran, baik hakikat pengangguran secara umum maupun pengangguran secara tidak umum. Yaitu, orang yang bekerja di kantor tapi lebih banyak berceritanya ketimbang kerjanya.
1. Munculkan Ide Segar
Seorang penulis atau pengusaha harus bisa memunculkan ide segar. Ide segar inilah yang membuatnya menjadi pekerja sejati. Ia akan bekerja dengan penuh kemaksimalan. Jika Anda seorang penulis di surat kabar, maka Anda pastinya akan menulis artikel yang aktual dengan data akurat. Kemampuan Anda pun tak terbatas pada itu saja. Anda bakal mengembangkannya melalui judul yang menarik, diksi yang tidak basi dan ide yang cemerlang.
Terkadang, banyak penulis yang tak mampu membuat tulisan menarik. Ia tak bisa memikat hati redaktur. Mestinya, Anda bisa membuat tulisan aktual. Caranya, dengan menggabungkan beberapa peristiwa aktual dan cari titik temu atau kesamaannya. Misalkan sedang terjadi tiga peristiwa maka gabungkan saja ketiga peristiwa tersebut lalu tarik benang merahnya.
Jika Anda memang mencintai dunia tulis-menulis pasti bisa mencari titik temunya. Penulis sejati akan bisa mencari jalan untuk menyatukan ketiganya. Karena itu, penulis tidak akan pernah sepi dari pekerjaan. Ia akan selamat dari kesan pengangguran. Meski, bisa jadi, ia hanya bekerja di rumah, bukan di kantor.
Demikian halnya jika Anda jadi pengusaha. Anda tidak mesti membuat usaha yang sejenis. Jika pun sejenis cobalah membuat yang berbeda. Katakan saja Anda membuka usaha bimbingan belajar, dan Anda sendiri berada di komplek perumahan. Maka, cobalah liat berapa jumlah anak-anak SD dan SMP di komplek tersebut. Apakah banyak? Jika iya, maka bukalah bimbingan belajar untuk mereka.
Cara bimbingan belajarnya tak mesti seperti bimbingan belajar Ganesha, Prigama dan sejenisnya. Anda membuat cara baru dengan membantu anak-anak menyelesaikan tugas sekolahnya. Bila besok ujian, maka bantulah mereka menguasai materi dengan cepat. Dan bila tidak ada tugas, maka berikan soal untuk menguasai materi yang sudah dipelajari mereka atau yang bakal dipelajari.
2. Buat Gerakan yang Mengejutkan
Untuk membuat gerakan mengejutkan cukup gampang sekali. Jika Anda memilih menjadi penulis, `maka gerakan mengejutkan dapat dilakukan dengan cara menjadi ghostwriter. Anda tentu saja tidak mungkin setiap hari bisa memuat tulisan di surat kabar, maka manfaatkan diri menjadi ghostwriter. Anda cari PNS yang ingin menaikkan cum melalui tulisan. Tulislah tulisan aktual dengan nama mereka, maka Anda menjual artikel Anda kepada mereka. Artinya, Anda tak boleh lagi menyatakan bahwa artikel tersebut milik Anda.
Jika Anda pengusaha dalam bidang bimbingan belajar, maka buatlah gerakan yang berbeda. Anda tidak hanya membuka bimbingan belajar di kompleks tempat tinggal saja. Anda bisa membuka usaha yang sama di kontrakan yang berada di komplek lain. Anda tinggal mencari orang lain yang memumpuni dalam penguasaan materi belajar anak-anak bimbingan belajar. Anda cukup mengawasinya. Ini jelas menyelamatkan Anda juga dari pengangguran dan membantu orang lain memiliki pekerjaan.
3. Jangan Takut Gagal
Bagi Anda yang menekuni dalam bidang tulis-menulis atau membuka usaha, jangan pernah takut gagal. Teruslah berusaha untuk melahirkan yang terbaru. Tak ada kerugian yang bakal Anda dapatnya. Sekalipun gagal, maka tinggal Anda kaji saja di mana letak kegagalannya.
Karena bisnis tersebut pasti berhasil, disebabkan karena sudah Anda yang menjalaninya sebelum Anda. Jika gagal, maka berarti yang gagal ada di diri Anda. Anda yang kurang menguasai seluk-beluk menjadi penulis yang menghasilkan uang atau pengusaha yang mampu membangun bisnisnya dengan baik. Intinya, jangan takut gagal dalam berusaha.
Inilah kajian sederhana seputar definisi pengangguran dan solusi yang diberikan. Semoga memberi manfaat bagi sobat Ahira.

