logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah

Definisi Peradaban dan Kebudayaan Mesir Kuno


Ilustrasi definisi peradaban

Berbicara mengenai peradaban tentunya tak bisa terlepas dari apa yang disebut kebudayaan. Ya, definisi peradaban dapat dikatakan sebagai kebudayaan yang mengalami kemajuan yang tinggi. Salah satu peradaban yang paling dikenal tentu saja adalah peradaban Mesir kuno. Pada masa sebelum masehi, negeri ini telah memiliki kebudayaan yang sangat tinggi, berbeda dengan bangsa lain yang tingkat kebudayaannya masih rendah. 

Definisi Peradaban

Apa yang menjadi objeknya? Manusia adalah objek peradaban itu sendiri. Arti peradaban merupakan seni membentuk masyarakat yang secara terus menerus dilakukan menuju kesempurnaan. Peradaban membuat orang-orang yang biasanya tinggal dekat dengan sumber kehidupan seperti sungai, danau maupun laut, untuk tinggal menetap dengan pandangan atau ideologi, politik, sosial, budaya yang terbentuk menjadi sesuatu yang kompleks dan secara dinamis mengalami perkembangan sesuai dengan zamannya.  

Terbentuknya sebuah peradaban tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan di suatu wilayah. Kebudayaan, menurut Ki Hajar Dewantara, merupakan buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat. Akal dan pikiran suatu individu akan menghasilkan budi atau perilaku yang akan dipergunakannya dalam melakukan interaksi dengan sesamanya atau dengan makhluk hidup lain dan alam sekitarnya.

Manusia disebut makhluk yang berbudaya karena ia memiliki akal budi yang dapat dipakainya dalam proses belajar mengenal segala sesuatu yang ada di sekitarnya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, baik lahir maupun batin.

Kebudayaan memiliki unsur-unsur yang menjadi penentu terbentuknya peradaban yang menjadi pembeda antara satu negara dengan negara lainnya. Di antara unsur-unsur budaya itu adalah sebagai berikut.

  • Bahasa, sebagai alat komunikasi sosial yang dapat dimengerti baik lisan maupun tulisan.
  • Organisasi sosial, meliputi kekerabatan, sistem kenegaraan, asosiasi, dan komunitas tertentu.
  • Sistem religi, agama dan kepercayaan, termasuk di dalamnya upacara keagamaan, komunikasi agama, serta nilai dan pandangan hidup.
  • Mata pencaharian, bercocok tanam, mengumpulkan makanan, pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa.
  • Teknologi dan kebutuhan hidup, sandang, pangan, papan, peralatan komunikasi, perhiasan, kegiatan produksi, distribusi, dan transportasi.
  • Pengetahuan, meliputi ilmu tentang diri manusia pribadi, perilaku antarsesama, flora dan fauna, serta ruang dan waktu.
  • Ragam kesenian, seperti sastra, drama, seni lukis dan gambar, seni pahat dan ukir, seni musik dan vokal, relief dan desain bangunan, serta seni dekorasi.

Ilmu sejarah sebagai salah satu disiplin ilmu yang mempelajari perkembangan peradaban, membagi 3 periode peradaban, yaitu periode klasik, pertengahan, dan modern. Periode klasik dimulai pada zaman kebudayaan Yunani dan berakhir pada abad ke 5 M, sedangkan periode pertengahan dimulai sejak abad ke 6 M sampai abad ke 15 M, yaitu ketika Romawi Timur atau Byzantium runtuh. Sementara periode modern sejak abad 15 M hingga abad 19 Masehi.

Agama dan kepercayaan menjadi pengaruh yang cukup kuat dalam pembentukan peradaban periode klasik. Pada periode pertengahan, peradaban dititikberatkan pada ilmu pengetahuan dan filsafat. Perkembangan teknologi dalam sistem ekonomi industri menjadi hal yang penting dalam periode modern.

Definisi Budaya

Budaya bukan hanya sekedar tumpukan acak fenomena, atau bukan sekedar kebiasaan yang lazim, melainkan tertata rapi dan penuh makna. Menganalisis konsep kebudayaan perlu dilakukan dengan pendekatan dimensi wujud dan isi dari wujud kebudayaan. Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud, dan diantaranya wujud sebagai benda.

Menurut Kroeber dan Klukhon, kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya perwujudan benda-benda materi; pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.

Budaya juga tidak lepas dari pengaruh komunikasi, karena keduanya mengandung interaksi sosial antar manusia. Proses interaksi sosial pada dasarnya adalah suatu proses komunikasi. Yakni proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dalam wujud simbol (Effendy, 1998: 14).

Kebudayaan dalam Peradaban

Koentjaraningrat, menyatakan masalah kebudayaan dan peradaban hanya soal istilah saja. Istilah definisi peradaban biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur kebudayaan yang “harus” dan “indah”, seperti kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan santun dan sistem pergaulan yang kompleks dalam suatu masyarakat dengan struktur yang kompleks.

Tetapi pada sisi lain, istilah peradaban juga dipakai untuk menyebut  suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks.

Peradaban berasal dari kata adab yang artinya  kesopanan, kehormatan, budi bahasa, etika, dan lain-lain. Lawan dari beradab adalah biadab, tak tahu adab dan sopan santun. Menurut ahli antropologi De Haan, arti peradaban merupakan lawan dari kebudayaan.

Peradaban adalah seluruh kehidupan social, politik, ekonomi, dan teknologi. Jadi, definisi peradaban adalah semua bidang kehidupan untuk kegunaan praktis. Sebaliknya, kebudayaan adalah semua yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih tinggi dan murni yang berada di atas tujuan praktis dalam hubungan masyarakat, misalnya musik, seni, agama, ilmu, filsafat, dan lain-lain. Jadi, lapisan atas adalah kebudayaan sedang lapisan bawah adalah peradaban.

Kaum humanis (pendukung De Haan) menganggap bahwa penguasaan kehidupan praktis (peradaban) atas kehidupan rohaniah hanya mementingkan penguasaan kehidupan sehari-hari atau kehidupan netral semata-mata, sedangkan pihak lain hanya mementingkan kehidupan rohaniah atau kebudayaan.

Sedangkan, Sedilot mengatakan bahwa peradaban adalah khazanah pengetahuan dan kecakapan teknis yang meningkat dari angkatan ke angkatan dan sanggup berlangsung terus. Hanya manusia yang selalu mencari, memperkaya, dan mewariskan pengetahuan atau kebudayaan.

Dari segi morfologi, peradaban berarti kebudayaan yang telah sampai pada tingkat jenuh, yang telah berlangsung secara terus menerus. Beals dan Hoiyer, mengatakan  bahwa peradaban (civilization) sama  dengan kebudayaan (culture) apabila dipandang dari segi kualitasnya, tetapi berbeda dalam kuantitas, isi, dan kompleks  pola-polanya. Koentjaraningrat, menyatakan dalam dunia ilmiah juga ada kata “peradaban” di samping “kebudayaan”.

Paham peradaban adalah bagian-bagian dari kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, system kenegaraan,  dan ilmu pengetahuan yang luas sekali. Untuk saat ini pengertian yang umum dipakai adalah peradaban merupakan bagian dari kebudayaan yang bertujuan memudahkan dan mensejahterakan hidup.

Definisi Peradaban dalam Peradaban Mesir Kuno

Beberapa alasan menyebutkan bahwa peradaban kuno biasanya tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat di daerah yang berada di sekitar lembah sungai atau pantai. Ini karena sungai dan pantai merupakan prasarana perhubungan dengan bangsa lain, juga sungai dan pantai merupakan sumber kehidupan.

Peradaban sungai Mesir terletak di Lembah Sungai Nil. Bagi bangsa Mesir sungai Nil adalah sumber kehidupan dan pusat perhubungan antarbangsa. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika peradaban Mesir kuno sangat maju dibanding dengan bangsa lain. Beberapa fakta yang menyebutkan bahwa mesir kuno telah memiliki kebudayaan yang tinggi, di antaranya sebagai berikut. 

1. Pemerintahan

Bangsa Mesir sudah mengenal bentuk pemerintahan kerajaan. Adalah daerah Mesir Utara yang beribukota Memphis dengan raja Menes, yang pertama kali menjalankan bentuk pemerintahan kerajaan ini.

2. Kepercayaan

Bangsa Mesir percaya pada dewa-dewa (polytheisme). Mereka memuja banyak dewa, dengan Dewa Ra atau Dewa Matahari sebagai dewa tertinggi yang dipuja oleh sebagian besar masyarakat Mesir kuno. Bangsa Mesir juga percaya ada kehidupan baru setelah kematian. Oleh karena itu pada pada waktu pemakaman harta benda yang meninggal akan diikutsertakan.

3. Bangunan

Bangunan bangsa Mesir dengan kemegahan dan misteri yang terkandung di dalamnya sampai saat ini masih bisa dinikmati dan membawa kekaguman tersendiri bagi masyarakat modern. Salah satu bangunan Mesir yang dimaksud tentu saja adalah Piramida. Bangunan dengan bentuk limas ini dibangun sejak dinasti ketiga untuk makam raja-raja Mesir.

4. Seni Patung

Bangsa Mesir meninggalkan seni patung yang sangat mengagumkan dengan ukuran yang besar-besar meskipun saat itu belum ditemukan alat-alat atau teknologi canggih seperti yang dimiliki zaman modern seperti sekarang ini. Seni patung Mesir menggambarkan dewa dewi maupun raja dan keluarganya. Seni patung Mesir berhubungan dengan bangunannya.

5. Seni Lukis

Media lukis yang dipakai Bangsa Mesir kuno adalah papyrus. Lukisan memiliki fungsi sebagai upacara pelengkap kematian atau upacara keagamaan. Bentuk lukisan Bangsa Mesir tidak memiliki perspektif, posisi manusia semuanya dengan posisi menyamping. Selain itu, Bangsa Mesir pun sudah mengenal karya sastra. Ini terbukti dengan ditemuannya kitab talkin buatan Bangsa Mesir. Itulah gambaran umum tentang definisi peradaban dan kebudayaan tinggi bangsa Mesir Kuno.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Peradaban Atlantis dan Implikasinya Bagi Indonesia
  • Sejarah Perumusan Pancasila
  • Pengertian Batik dan Perkembangannya di Indonesia
  • Manusia Purba, Pithecantropus Robustus
  • Kota Paling Maju Pada Awal Peradaban Dunia
  • Sejarah Proklamasi Kemerdekaan RI
  • Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia
  • Membedah Peradaban Asia Afrika
  • Bukti Peninggalan Kerajaan Demak
  • Sejarah dan Letak Kerajaan Aceh
  • Kerajaan Pajang dalam Sejarah
  • Akankah Keroncong Perjuangan Lahir Kembali?
  • Sejarah Candi Borobudur
  • Menelusuri Sejarah Uang Rupiah
  • Kerajaan Demak - Pusat Penyebaran Agama Islam di Tanah Jawa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA