Definisi Tanah bagi Kehidupan Manusia
Setiap orang bebas menentukan definisi tanah. Namun yang pasti, tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang tersusun atas bahan organik dan mineral. Tanah dalam bahasa Latin dikenal dengan istilah solum. Sedangkan dalam bahasa Yunani disebut pedon.
Tanah begitu penting artinya bagi seluruh kehidupan di bumi karena ia menyediakan unsur hara dan air yang diperlukan makhluk hidup. Tanah juga berfungsi sebagai penopang akar tumbuhan serta tempat hidupnya berbagai macam mikroorganisme.
Bagi manusia, tanah merupakan lahan yang bisa diolah demi kelangsungan hidupnya. Begitu pula dengan hewan darat, tanah menjadi sarana agar mereka dapat bergerak bebas.
Ilmu Tanah
Manusia dalam memanfaatkan tanah telah mengenal apa yang dinamakan ilmu tanah. Dalam ilmu tanah dapat dipelajari segala aspek tentang tanah.
Misalnya saja bagaimana tanah terbentuk, pemetaan, klasifikasi tanah, karakteristiknya secara fisik, kimiawi, biologis, dan tingkat kesuburannya. Selain itu, juga dipelajari bagaimana cara mengolah tanah yang baik.
Ilmu yang mempelajari tentang pembentukan tanah adalah Pedogenesis. Tanah terbentuk dari proses pelapukan batuan yang dibantu oleh organisme lain yang membantunya menutup tubuh batuan tersebut.
Kebanyakan tanah terbentuk pada masa Pleistosen, yaitu sekitar 1.808.000 hingga 11.500 juta tahun yang lalu. Inilah tanah yang bertahan sampai pada masa sekarang.
Secara umum ada dua cabang utama ilmu tanah, yaitu:
- Pedologi, dalam pedologi, aspek yang dipelajari adalah tentang geologi tanah. Hal yang ditinjau adalah bagaimana pembentukan tanah (pedogenesis), morfologi tanah atau sifat dan ciri fisik serta kimia tanah, juga klasifikasi tanah.
- Edafologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kesuburan tanah dan perannya terhadap pendukung kehidupan makhluk darat.
Ilmu tanah sifatnya multidisiplin, yang berarti ada banyak disiplin ilmu yang menyokong pembelajaran tentang ilmu tanah ini. Disiplin ilmu tersebut adalah:
- Agronomi, yaitu ilmu tentang pertanian atau bercocok tanam. Agronomi merupakan ilmu terapan dengan dasar ilmu biologi atau botani. Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang komponen biotik dan abiotik. Adapun botani adalah ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan.
- Geografi, yaitu studi tentang pemetaan wilayah dan struktur bumi dan mempelajari tentang persamaan dan perbedaan atas perlakuan yang terjadi di permukaan bumi, baik secara alami ataupun akibat manusia.
- Ekologi, yaitu ilmu yang mempelajari interaksi antara sesama makhluk hidup atau interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Kata ekologi sendiri berasal dari bahasa Yunani, oikos, yang berarti habitat dan logos, yang berarti ilmu.






