Manajemen Aksi Pada Demo Mahasiswa
Mahasiswa adalah agen perubahan. Posisinya merupakan pilar penting dalam sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagaimana tidak, mahasiswa yang dikenal sebagai kelas menengah tentu kehadirannya menjadi harapan bagi rakyat yang selama ini tertindas.
Mahasiswalah yang menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat. Hal inilah yang kemudian menjadikan mahasiswa dihadapkan oleh suatu keputusan. Memilih berdiam diri atau bergerak melawan. Dalam bahasa Soe Hok Gie, yang dijuluki Sang Demontran, mahasiswa hanya punya dua pilihan; menjadi apatis atau memberikan kontribusi.
Kekecewaan Rakyat
Hingga hari ini, mahasiswa memang terus bergerak memperjuangkan atas nama rakyat. Tapi, aksi-aksi ini pulalah yang kemudian menjadi semacam bumerang yang menyerang balik. Oleh karena kurangnya etika dalam menyampaikan orasi sehingga dampak kerusuhan aksi yang mengatasnakaman perjuangan rakyat itu sendiri yang membebani rakyat juga.
Maka tak heran, jika rakyat kemudian malah mengecam sang pembelanya itu sendiri. Kondisi ini cukup miris, karena mahasiswa kemudian tidak lagi mendapatkan dukungan dari rakyat. Aksi-aksi hanya menjadi pesanan yang bersifat politis, ekonomis, dan oportunis.
Selayaknyalah, mahasiswa hari ini kembali belajar, bahwa demo mahasiswa adalah gerakan teakhir ketika keran-keran dialog dengan pemerintah sudah sama sekali tertutup dan musthil terbuka kembali.
Meski demikian, aksi harus tetap menjaga etika dan memegang teguh nilai-nilai manajemen aksi. Manajemen aksi bisa meminimalisir hal-hal yang sama sekali tidak kita inginkan. Baik itu yang berakibat pada peserta aksi sendiri, dan lingkungan sekitar lokasi aksi itu sendiri. Kerusuhan sewaktu-saktu saja terjadi, namun aksi tetap harus terkendali.
Manajemen Aksi
Manajemen aksi adalah tata cara dan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika para mahasiswa hendak melakukan demonstrasi. Baik sebelum, saat aksi, dan sesudah aksi dilakukan. Tidak boleh sembarangan, sehingga hal-hal yang tidak diharapkan tidak akan terjadi. Secara umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita hendak melakukan aksi massa atau demo mahasiswa. Di antaranya adalah:
• Pra Aksi
Ada dua hal yang perlu diperhatikan sebeluk aksi berlangsung. Ini merupakan bentuk persiapan yang sifatnya substansi dan teknis. Ada pun yang sifatnyta subtansi meliputi:
- Target aksi
- Isu yang diangkat
Sementara untuk hal teknis harus diperhatikan beberapa hal berikut:
- Penentuan rute aksi
- Susunan dan tugas perangkat aksi
- Persiapan logistik
- Koordinasi
- Absensi
• Saat Aksi Berlangsung
Untuk menghindari provokasi dan komunikasi yang tidak jelas sehingga berpotensi menimbulkan kerusuhan, ada baiknya saat aksi berlangsung, para mahasiswa melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:
- Briefing
- Orasi pembukaan
- Mulai bergerak
- Solusi blokade aparat
- Menangani provokasi
- Teknik bernegosiasi
- Menjaga padu semangat
- Tindakan prefentif jika terjadi bentrok
• Pasca Aksi
Biasanya setelah aksi berlangsung, ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan. Hal ini penting dilakukan agar aksi yang akan datang akan lebih baik.
- Evaluasi
- Tindakan medis
- Tindak Advokasi
Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.






