logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Instansi Pemerintah

Departemen Pendidikan dan Obsesi World Class University - ANNEAHIRA.CO


Ilustrasi departemen pendidikan

Departemen Pendidikan yang kini disebut dengan Kementerian Pendidikan Nasional, memandang bahwa pendidikan tinggi adalah faktor penting dalam memajukan kehidupan dan kesejahteraan rakyat. Karenanya, pemerintah melalui Departemen Pendidikan mendorong beberapa universitas potensial untuk menjadi World Class University agar alumnus bisa segera menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Dengan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, diharapkan akan dapat membangun suatu kompetensi bangsa yang optimal dan siap bersaing secara global.

Departeman Pendidikan dan World Class University

Departemen Pendidikan memahami bahwa sekalipun World Class University belum memiliki definisi yang jelas, tetapi menyepakati pandangan yang menyebutnya sebagai universitas dengan rangking terdepan serta memiliki standar keunggulan secara internasional. Standar keunggulan tersebut mencakup hal berikut.

  • Memiliki banyak hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional dan mendapat pengakuan dari masyarakat akademis internasional.

  • Memiliki tenaga pengajar (profesor) yang memiliki kualitas dan integritas keilmuan yang tinggi dan baik serta berkompeten dalam bidangnya.

  • Mengedepankan kebebasan akademik.

  • Memiliki standar manajemen internasional.

  • Memiliki fasilitas penunjang kegiatan akademis yang memadai.

  • Memiliki sumber dana penunjang kegiatan akademik yang cukup dan kontinyu.

  • Memiliki kualitas kerja sama internasional yang unggul, baik untuk program riset maupun akademis

World Class University mensyaratkan keunggulan riset-riset yang dilakukan universitas sebagai inti dari konsep universitas kelas dunia. Riset-riset tersebut akan disebut unggul jika mendapat pengakuan dari sesama ilmuwan.

Selain itu, juga harus dapat memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, riset merupakan elemen utama yang perlu mendapat dukungan dari universitas agar mampu menciptakan suatu hasil riset yang berkualitas.

Karenanya, Departemen Pendidikan semakin gencar mendorong agar universitas bisa memiliki dosen-dosen yang berkualitas. Kualitas dosen akan dapat ditingkatkan manakala universitas bisa memberikan kondisi kerja yang baik dan mampu meningkatkan semangat dosen untuk bekerja ataupun melakukan suatu riset.

Dalam hal ini, kebebasan mimbar akademik adalah hal yang harus dikedepankan agar bisa menjadi napas intelektual. Terjaminnya kebebasan akademik akan meningkatkan dan mendorong inisiatif dosen dan mahasiswa untuk dapat mencari ilmu atau mempublikasikannya secara bebas, tanpa takut terkena sanksi.

Selain itu, Departemen Pendidikan juga menilai bahwa kebebasan mimbar akademik ini sangatlah penting. Memang pada beberapa negara maju yang demokratis dan terbuka, negara menjamin kebebasan akademik secara luas. Tidak ada sanksi apa pun yang dikenakan kepada civitas academika terkait aktivitas intelektualnya.

Namun, pada negara-negara tertentu, kebebasan akademik ini dibatasi bahkan dilarang dengan berbagai alasan. Sanksi hukuman menghadang untuk aktivitas intelektual yang tidak disukai oleh otoritas pemegang kekuasaan di negara tersebut.

Dengan sendirinya, universitas kelas dunia harus memiliki kemandirian dalam mengurus dirinya sendiri. Dia juga harus memiliki tradisi ilmiah yang bisa memberikan jaminan terhadap masyarakat akademik agar dapat adaptif dan responsif terhadap komponen utama akademik yang berkaitan dengan kurikulum baru, mahasiswa baru, kriteria kelulusan, pengangkat tenaga dosen ataupun professor serta karya-karya akademik yang dilahirkan.

Departemen Pendidikan juga menyebut bahwa fasilitas yang dimiliki suatu universitas merupakan hal penting bagi kegiatan akademis. Fasilitas tersebut akan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan riset dan pengajaran yang berkualitas, misalnya perpustakaan, laboratorium, jaringan internet, dan akses ke sumber daya elektronik lainnya.

Namun demikian, Departemen Pendidikan juga menyadari bahwa kompleksitas yang semakin tinggi untuk pengembangan sains ini, memerlukan biaya yang semakin tinggi pula.

Ketersediaan dana selanjutnya menjadi darah bagi perguruan tinggi yang harus selalu ada untuk jangka panjang dan tersedia secara konsisten. Belakangan masalah pendanaan ini menjadi problem serius karena negara mengurangi subsidi anggaran rutin bagi perguruan-perguruan tinggi tertentu.

Karenanya, perguruan tinggi dituntut untuk mampu melakukan penggalangan dana. Tanpa memiliki kemampuan itu, mustahil sebuah perguruan tinggi akan sanggup mempertahankan apalagi mengembangkan predikatnya sebagai suatu World Class University.

Kriteria World Class University Menurut Departemen Pendidikan

Secara umum, sebuah perguruan tinggi bisa akan disebut sebagai universitas kelas dunia jika 40 % tenaga pengajar yang dimilikinya adalah lulusan S3. Selanjutnya, masing-masing tenaga pengajar bisa mempublikasikan karyanya pada jurnal ilmiah yang terakreditasi secara internasional sebanyak dua kali dalam setahun.

Selain itu, perguruan tinggi tersebut juga memiliki jumlah mahasiswa pascasarjana 40% dari keseluruhan jumlah mahasiswa dan mampu mengalokasikan anggaran untuk riset minimal US$ 1.300 untuk masing-masing tenaga pengakar setiap tahunnya.

Predikat world class ini juga akan dicerminkan dari banyaknya jumlah mahasiswa asing yang belajar pada perguruan tinggi tersebut, minimal 20% dari total mahasiswanya adalah mahasiswa asing.

Sementara itu, seorang pengamat pendidikan, Li Lanqing menyebut dalam bukunya Education for 1.3 Billion, bahwa suatu perguruan tinggi akan memiliki predikat kelas dunia apabila mempunyai reputasi akademik unggul dan dukungan sumber daya akademik yang memadai, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Mempunyai dosen dan pakar pada bidang keilmuannya yang mendapat pengakuan secara internasional.

  • Perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan dengan kualitas tinggi dalam memasuki pasar kerja.

  • Kebebasan akademik dijunjung tinggi dan inovasi teoritis didorong secara maksimal.

  • Memiliki program studi andalan dengan spectrum yang lengkap.

  • Lebih fokus pada penyelenggaraan program pascasarjana, terutama program doktoral.

  • Menjadi wahana bagi penemuan atau pengembangan pengetahuan baru, sekaligus menjadi tempat sebagai sumber pemikiran, teori, gagasan dan teknologi baru.

  • mempunyai warisan budaya.

  • Memiliki kontribusi dan sanggup memberi peran dalam pembangunan sosial ekonomi bagi negara dan atau kawasan di sekitarnya.

Untuk dapat mengetahui dan mengenali perguruan-perguruan tinggi sebagai suatu organisasi yang multidimensi, maka dibuatlah ranking World Class University. Dengan adanya ranking ini, maka bisa tersedia data perbandingan antara perguruan-perguruan tinggi secara global agar bisa menjadi suatu perguruan tinggi yang berkelas dunia.

Terdapat 4 indikator utama dalam metode pendekatan World Class University ini.

  • Research quality, ialah indikator yang menunjukkan seberapa bagus publikasi riset yang dihasilkan oleh suatu perguruan tinggi.

  • Teaching quality, ialah indikator untuk menilai seberapa baik metode pengajaran dan fasilitas pengajaran yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi.

  • Graduate employability, ialah indikator untuk melihat seberapa bagus lulusan perguruan tinggi bisa mendapatkan pekerjaan, termasuk pula melihat berapa besar gaji para lulusannya.

  • International outlook adalah indikator untuk melihat kontribusi suatu perguruan tinggi secara internasional. Hal ini bisa dinilai berdasar proporsi mahasiswa asing, program pertukaran mahasiswa, serta kualitas kerjasama internasional yang dipunyai perguruan tinggi tersebut dengan perguruan tinggi lainnya di seluruh dunia.

Menurut Departempen Pendidikan, pada saat ini terdapat banyak lembaga internasional yang melakukan pemeringkatan perguruan tinggi dunia dengan menggunakan kriteria di atas. Lembaga-lembaga tersebut antara lain Times Higher Education Supplement dari Majalah Times, Webometric Ranking of World Universities dari National Research Council, Spanyol, dan Academic Ranking of World Universities dari Universitas Shanghai Jiao Tong, China.

Sayangnya, berdasar pemeringkatan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga di atas, ternyata universitas papan atas yang ada di Indonesia memiliki peringkat yang jauh tertinggal di belakang. Universitas-universitas Indonesia berada jauh dibelakang universitas-universitas yang ada di Singapura, Thailand dan Malaysia.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia masih belum optimal memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk dapat menyelenggarakan pendidikan yang berkelas dunia.

Berdasal hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh Webometric Ranking of World Universities dari National Research Council, Spanyol pada 2009, hanya ada 4 PTN di Indonesia yang berhasil masuk ke dalam peringkat Asia Ranking University dan 3 PTN yang berhasil masuk dalam 500 World Class University.

Perguruan-perguruan tinggi negeri itu adalah sebagai berikut.

  • Universitas Indonesia yang berada pada peringkat 50 Asia Ranking University dan menduduki peringkat 201 World Class University.

  • Universitas Gadjah Mada yang berada pada peringkat 63 Asia Ranking University dan menduduki peringkat 250 World Class University.

  • Institut Teknologi Bandung yang berada pada peringkat 80 Asia Ranking University dan menduduki peringkat 351 World Class University.

  • Institut Pertanian Bogor yang berada pada peringkat 119 Asia Ranking University tetapi tidak masuk pada peringkat 500 World Class University.

Memperhatikan hasil pemeringkatan yang demikian, maka wajarlah jika pada saat ini Departemen Pendidikan semakin gencar mendorong PTN yang ada di Indonesia untuk segera bisa berproses menuju World Class University. Dorongan ini juga didasarkan pada tuntutan persaingan global yang mengharuskan setiap perguruan tinggi untuk bisa memiliki keunggulan kompetitif agar mempunyai daya saing.

Departemen Pendidikan juga menyadari bahwa upaya tersebut mustahil dapat dilakukannya sendiri. Untuk itu, Departemen Pendidikan menggandeng berbagai pihak agar bisa terlibat altif membantu serta mendorong PTN-PTN yang ada di Indonesia untuk bisa segera menjadi World Class University.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Asal Usul Polda Metro Jaya dan Layanan TMC
  • Perubahan dalam Organisasi 3 BUMN
  • Kementerian Pertahanan Republik Indonesia
  • Departemen Perhubungan Indonesia
  • Mahkamah Agung - Lembaga Peradilan Tertinggi di Indonesia
  • Badan Akreditasi Nasional - Meningkatkan Standar Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi
  • Kementerian Pendidikan - Pendukung Kemajuan Negara
  • Visi-Misi Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo
  • Pengetahuan Seputar Sejarah Koperasi
  • Profil Kementerian Hukum dan HAM
  • Peran Kementrian Koperasi dalam Memajukan Koperasi Indonesia
  • Dinas Pendidikan Jember: Misi Dinas Pendidikan Kabupaten Jember
  • Menyimak Peran Serta Bupati Pekalongan terhadap Kemajuan Kota Batik Pesisir
  • Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
  • Peran Pengadilan Agama di Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA