logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Jurnal Psikologi

Apakah Depresi Adalah Tanda Ketidakmampuan Menghadapi Hidup?


Ilustrasi depresi adalah

Pernyataan bahwa apa itu depresi dan penjelasan bahwa depresi adalah penyakit mental. Bahwa depresi adalah tahapan menuju gila yang tidak bisa disikapi dan diobati dengan baik. Pendapat seperti itu tidak sepenuhnya salah. Depresi memang salah satu penyakit kejiwaan dan akan fatal jika tidak ditangani dengan serius.

Benarkah Depresi Adalah Tahapan Menuju Gila?

Dalam sejarah, orang-orang yang meninggal karena depresi umumnya bukanlah orang-orang bodoh. Namun tiba-tiba mereka merasa bahwa hidup ini tanpa tujuan. Umumnya mereka tidak menderita penyakit berat seperti kanker dan lain-lain. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa depresi adalah penyakit yang justru lebih berbahaya daripada penyakit-penyakit fisik tersebut.

Beberapa di antaranya malah bergelimang harta, status sosial tinggi, dan terkenal. Lantas apa yang membuat mereka depresi? Apa sih depresi itu dan mengapa sebagian besar dari penderita depresi ini melakukan bunuh diri? Mengenal depresi adalah sebagai salah satu penyakit membahayakan sepertinya akan lebih membantu mereka untuk menghindarkan diri dari depresi.

Depresi adalah suatu penyakit kejiwaan yang berbeda dengan stres. Banyak orang berkata, “Aku depresi gara-gara diberi tugas ini.” Padahal yang dimaksud adalah stres. Depresi bukanlah stres. Depresi lebih berat daripada sekedar stres. Depresi adalah sebuah perasaan kehilangan gairah hidup sehingga tingkat produktivitas seseorang (penderita depresi) menurun secara drastis.

Gejala awal depresi adalah biasanya diawali dengan perasaan kesepian yang mencekam. Beberapa yang terkena depresi memilih untuk tidur sepanjang hari karena takut menghadapi hidup dan perasaan bosan yang tidak berkesudahan. Beberapa di antaranya bahkan mencoba bunuh diri.

Secara fisik penderita depresi tidak menunjukkan gejala “tidak beres”. Mereka sehat. Hanya saja keluhan yang sering menimpa penderita depresi adalah nyeri di perut dan tidak dapat menelan makanan.

Dada juga terasa sangat sakit bahkan beberapa penderita menunjukkan sesak nafas. Akan tetapi jika diperiksa secara medis, semua organ sehat-sehat saja. Dalam hal ini, depresi adalah sebuah penyakit yang bisa digolongkan "gaib". Depresi tidak terdeteksi oleh medis.

Depresi memang bukan penyakit fisik meski beberapa menunjukkan gejala sakit secara fisik (merasa mual ketika makan, sakit perut, dll). Depresi adalah penyakit yang menyerang psikis seseorang. Hal ini berbahaya. Karena pada tingkat yang kronis, penderitanya ingin mengakhiri hidupnya. Jika Anda mengalami gejala ini, segeralah menghubungi ahlinya. Tindakan yang tepat akan menyelamatkan hidup Anda.

Pernah mendengar sebuah lelucon yang mengatakan jika Anda ingin gemuk, maka buatlah pikiran sesantai-santainya. Karena kenyataannya, pikiran yang kacau memang akan lebih mudah membuat badan menjadi lemas dan kurus dibandingkan dengan jatah makan yang berkurang. Pikiran yang kacau itu merupakan tanda-tanda awal depresi. Jadi benar-benar dapat dipastikan bahwa depresi adalah penyakit kejiwaan yang menggerogoti pikiran serta tubuh manusia sekaligus.

Depresi adalah Sebuah Penyakit yang Penyebabnya adalah Keadaan

Dalam sebuah episode Oprah Winfrey Show yang mengupas depresi dan bunuh diri, narasumber yang diwawancarai adalah orang-orang yang terkena musibah secara beruntun. Ada seorang dokter hewan yang memiliki tiga orang anak dan seorang suami yang ditemukan tewas saat sang dokter tersebut pulang dari pasar.

Betapa terkejutnya dia melihat seisi rumah tewas seketika. Setelah kejadian itu, hidupnya berubah. Sang dokter merasa seperti kehilangan tujuan hidup, tidak ingin melanjutkan hidup karena susah bahagia. Bagaimana Anda bisa bahagia dengan suami dan anak-anak yang tewas di dalam rumah karena dibunuh? Dapatkah Anda menyongsong kebahagiaan setelah itu? Dokter hewan ini adalah contoh nyata dari maksud kata-kata "penyebab depresi adalah keadaan". Tepatnya, keadaan yang dirasa tidak berpihak padanya.

Jawabannya tidak atau sangat sulit. Ketidakmampuan untuk bahagia inilah yang mendorong sang dokter depresi dan ingin mengakhiri hidupnya. Untuk apa hidup jika tidak bisa merasa bahagia? Untuk apa hidup jika tidak ada keluarga yang dapat menikmati hasil jerih payah Anda? Putus asa yang dialami oeh dokter hewan tersebut merupakan gambaran bahwa depresi adalah penyakit yang menggerogoti kekuatannya.

Untuk apa hidup jika Anda sudah tidak menginginkan apa-apa lagi setelah semuanya hilang? Untuk apa hidup jika seluruh orang yang Anda cintai telah mati? Anda hidup untuk siapa? Siapa yang mengharapkan Anda? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu kerap kali menghampiri isi kepala mereka yang tengah depresi. Bahwa depresi adalah penyebab munculnya pertanyaan-pertanyaan "aneh" yang memusingkan.

Ketidakmampuan untuk bahagia inilah yang mendorong manusia bunuh diri. Memang setiap orang pernah sedih, akan tetapi kesedihan penderita depresi adalah berbeda dengan mereka yang tidak mengalaminya. Mereka sedih tanpa akhir sampai kehilangan makna hidup dan tujuannya. Mereka sedih tanpa akhir karena tidak sanggup menghadapi guncangan yang terasa sangat berat.

Namun bukan berarti seluruh penderita depresi adalah mereka yang terkena musibah secara beruntun. Beberapa bahkan menunjukkan hidup tanpa masalah seperti punya harta melimpah.

Penulis buku Eat, Pray, Love adalah salah satunya. Elizabet Gilbret, penulis buku tersebut, merasa telah memiliki segalanya. Pekerjaan bagus (karir yang selama ini diidam-idamkan), rumah yang luas, dan suami yang mencintainya. Namun mengapa dia depresi dan menginginkan perceraian? Padahal suaminya tidak pernah memukulnya, atau menyiksanya secara fisik.

Ada sebuah area kosong di dalam jiwanya yang membuat Elizabet merasa begitu kesepian dan kehilangan tujuan hidup. Dia tidak mampu memahami dirinya dan keinginannya dengan jelas. Ia merasa bingung dengan perasaan yang dia miliki. Depresi menyergapnya tiba-tiba tanpa diundang padahal dia sedang bertamasya di tempat paling indah di dunia, di Roma, Italia. Saat dia seharusnya merasa sangat senang. Dalam hal ini depresi adalah penyakit yang bisa juga datang secara tiba-tiba.

Pengobatan Depresi adalah Mengenal dan Mendekatkan Diri pada Tuhan

Depresi adalah penyakit yang tidak bisa sembuh dengan bantuan suntikan ataupun obat-obatan. Depresi akan sembuh jika pengobatannya pun mengena langsung pada mental ataupun jiwa. Seperti yang dialami oleh Elizabet.

Terapi enyembuhan Elizabet salah satunya karena merasa menemukan Tuhan setelah melakukan perjalanan spiritual yang panjang dalam memahami arti hidup dan kebahagiaan. Elizabet menunjukkan bahwa depresi adalah penyakit yang akan sembuh dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang yang kenal dan merasa dekat dengan Tuhan selamanya tidak akan pernah depresi.

Namun sayangnya mengenal Tuhan bukanlah perkara gampang. Mengenal Tuhan bisa dimulai dengan memikirkan ciptaan-ciptaan-Nya, dan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui ayat-ayat-Nya. Tuhan itu dekat, akan tetapi umumnya manusia malah menjauh. Penyembuhan depresi adalah suatu hal yang cukup sulit. Membutuhkan kesiapan serta kesadaran yang penuh.

Saat sudah berada di titik terjauh mereka merasa tidak mampu mendekati-Nya. Jiwa mereka kosong meski mereka beribadah, mengaji, dan lain-lain karena mereka tidak mengenal-Nya sehingga tidak dekat dengan-Nya. Mereka yang rajin beribadah pun bahkan takjarang rentan terkena depresi. Dalam hal ini, depresi adalah sebuah penyakit yang juga bisa mengganggu keimanan seseorang.

Ingat bahwa depresi adalah gangguan kejiwaan yang bisa datang kapan saja. Depresi datang menyergap kehidupan Anda tanpa permisi. Jadi bentengi diri dengan mengenal Allah dan selalu berdzikir pada-Nya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Marah - Dari Makna Hingga Perspektif Agama
  • Penyimpangan Seksual - Masalah Psikologi dan Sosial
  • Memahami Jurnal Psikologi Sosial
  • Penyakit Seksual: Disfungsi Ereksi pada Pria
  • Pengantar Psikologi Umum - Wawasan Umum Seputar Dunia Psikologi
  • Berbagai Perasaan Lelaki Ketika Melihat Wanita
  • Kelainan Seksual dan Skandal Seks Orang-Orang Terkenal
  • Trauma dan Cara Mengatasinya
  • Konsep Dasar Modifikasi Perilaku dalam Penelitian Subjek Tunggal
  • Sulitnya Menumpahkan Curahan Perasaan dan Humor
  • Schizophrenia: Jenis Penyakit Kejiwaan Paling Destruktif
  • Mendekat kepada Nilai Keluhuran dengan Perasaan dan Emosi
  • Pertanyaan Psikologi Seorang Jomblo Abadi
  • Baca Kepribadian Seseorang Berdasarkan Gambar Abstrak
  • Hubungan antara Manusia dan Keindahan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA