Detiknews: Situs Berita Online dari Detik.com
Ilustrasi detiknews
Di Indonesia, jumlah penyedia layanan berita online sudah cukup banyak. Mereka tidak kalah saing dengan media lain, seperti cetak dan elektronik. Dalam hal peminat dan pengunjung, situs media online sengaja disediakan bagi masyarakat yang rajin berselancar di dunia maya. Jika Anda terhitung rajin mengunjungi situs-situs berita online, situs detiknews tampaknya tidak terlalu asing ditelinga .
Koran bisa dibilang repot dalam membantu kita mengetahui informasi yang ada. Karena dengan kesibukan sehari-hari Anda. Dengan banyaknya lembaran kertas yang ada Anda harus membolak-balikan dengan ukuran yang bisa dibilang besar. Hanya pada sat suasana Anda sedang santai saja rasanya Koran menjadi pilihan media untuk mengetahui informasi yang ada.
Tapi jangan Anda jadikan pekerjaan yang padat membuat Anda tidak dapat mengetahui berita yang ter update. Sekarang dengan Anda duduk santai di depan laptop, Anda bisa dengan cepat dapat mengetahui kabar atau informasi tentang berbagai macam berita terbaru. Mulai dari berita local, nasional sampai degan internasional. Tinggal Anda ketikan berita apa yang Anda inginkan langsung klik, maka info akan tersaji secara lengkap di depn mata anda. Hal ini dapat mengefisiensikan waktu pekerjaan Anda.
Detiknews dan Detik com
Detiknews adalah portal dalam pembertaan yang sekarang sedang berada di urutan terdepan dalam berita online. Detikcom adalah yanmg menaungi media informasi online detiknews ini.Selain sebagai media informasi detiknews juga menyuguhkan berbagai macam karakteristik berita yang ada pada portal utama yaitu detikcom.
Anak dari detikcom memeng adalah detiknews. Namun ada lagi naungan yang lainnya dari detikcom yaitu detiknet, detiksport, detikhot, detikshop, detikoto, detikfood dan masih banyak lagi. Dan semuaa itu berawal dari portal detikcom yang menjadi portal utama
Rubrik pada Detiknews
Seperti dengan media informasi berita yang lainnya , berita yang disuguhkan di detiknews tampilannya adalah dalam kotak-kotak berita. Pengkotakan berita adalah cara agar memudahkan para pembaca dalam mencari bagian berita yang mana . Anda tak perlu repot harus mencari-cari dulu semua sudah tersedia dengan lengkap dalam berbagai bidang .
Rubrik Berita
Berita terbaru pastinya berita yang sedang hangat-hangatnya yang banyak diburu oleh hampir sebagian besar orang. Tema yang ditampilkan dalam berita detiknews sangatlah komplit untuk And baca. Tema yang disuhguhkan sama dengan berita-berita yang ada pada media lainnya. Ada tema ekonomo, sosial, pendidikan, kriminalitas pokoknya semua tema standar dalam pemberitaan tersedia secara lengkanp di sini.
Rubrik kolom
Untuk para distributor dalam hal naskah rubric yang disediakan dalam kolom di detiknews ini sangat cocok bagi Anda. Tulisan yang tersedia di kolom media berita ini adalah berasal dari tokoh-tokoh yang tertentu. Biasanya sebagian besar tulisan yang ditampilkan berupa esai dan tulisannya disesuaikan dengan berita yang sedang ramai di khalayak luas. Tulisan tidak bergantung hanya pada satu tema melainkan berbagai macam tema. Dari mulai tema tentang anak remaja, perkemangan ekonomo, pengaruh globalisasi bahkan sampai dengan masalah film juga politik ada semuanya.
Rubrik wawancara
Wartawan dan reporter yang sudah melakukan wawancara. Hasil dari wawancara tersebut akan di tampilkan di rubric wawancara. Hasil yang di ta,pilkan sesuai dari data yang di dapat dari narasumber itu sendiri. Masalah yang akan ditampilkan juga disesuaikan dengan narasumber yang akan di mintai keterangan. Sehingga data yng akan di hasilkan juga terpercaya akan kebenarannya.
Rubrik Lapsus
Laporan kusus atau pendeknya yaitu lapsus akan dimuat di bagian rubric lapsus. Lapora yang sifatnya non-reguler akan ditampilkannya pada rubric bagian ini. Fenomena yang sedang terjadi di masyarakat yang enjadi topic dalam rubric lapsus ini. Laporan khusus yang disajikan juga tidak berat terkesa ringan bagi Anda.
Ada contoh yang ditampilkan pada rubric lapsus di rubric news , Rubrik lapsus ini mengenai berita hangat yang terjadi sesuai dengan kasus wisma atlet sea games XXVII di sumatera selartan tepatnya di kota palembang
Jakarta Telepon bekas Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis, berdering pada Mei tahun 2010 silam. Di ujung telepon, terdengar suara Jefrie, anak buah anggota Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh. Jefrie menanyakan uang Rp 5 miliar yang sudah dijatahkan untuk bosnya itu.
Mendapat ‘penagihan’ itu, Yulianis tak buru-buru mengirimkan uang yang diduga sebagai fee proyek Wisma Atlet SEA Games XXVIII di Palembang, Sumatera Selatan, itu. Ia lebih dulu minta izin Mindo Rosalina Manulang. Ternyata Rosa justru menyuruhnya agar cepat-cepat mengirimkan uang yang diminta Angie.
Menurut Yulianis, uang itu dikirimkan oleh stafnya, Dadang Bari dan Luthfi Ardiansyah. Lalu, ia mencatatnya dalam pembukuan.
Rubrik tokoh
Untuk tokoh-tokoh yang berasal dari Indonesia juga disediakan rubric tokoh. Biasanya berita yang ada pada rubric tokoh ini tidak jauh dengan biografi dalam perjalanan hidup tokoh itu. Namun bedanya pada rubric tokoh ini mereka menceritakan perjalanan hidup mereka sendiri. Tokoh yang di hadirkan dalam rubric tokoh ini tidak membatasi kalangan profesinya. Semua profesi dapat dihadirkan dalam rubric tokoh di detiknews ini.
Contoh rubric tokoh misalnya mengenai tokoh pendidikan yaitu Kihajar dewantara. Dalam rubric ini diceritakan dengan sangat lengkap mulai dari:
- Masa muda dan awal karier
- Aktivitas pergerakan
- Dalam pengasingan
- Taman siswa
- Pengabdian pada masa Indonesia merdeka
Rubrik pro-kontra
Mungkin bila dengan rubric yang satu ini hanya detiknews ang menyuguhkannya. Layaknya pengamatan secara online. Rubrik ini menyajikan tenytang masalah yang sedang terjadi denagn tanggapan pro-kontra yang hadir. Tolak ukur dari pendapat masyarakat bisa di lihat dalam rubric pro-kontra ini.
Nah dalam hal pro-kontra ini ada contoh rubrik tentang Lady Gaga sang mother monster. Yang menjadi bahan perbincangan dari rubric ini yaitu
Pertama, melanggar nilai-nilai agama, yang kedua melanggar kesusilaan, yang ketiga tidak sesuai dengan sistem nilai yang sudah berlaku di Indonesia, yangkeempat, tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Oleh karenanya masyarakat maupun aparat hukum hendaknya merujuk pada undang-undang itu. Jadi masyarakat juga jangan kukuh, tetap pada pendiriannya, tetap pada pandangannya, itu menurut saya sudah tidak perlu lagi.
Apa usaha untuk menekan pornografi?
Menganjurkan supaya semua pihak merujuk pada aturan bersama. Jangan kemudian berburuk sangka kalau dilarang lalu dibilang antikebebasan, antiseni, antimacam-macam. Jangan seperti itu.
Ada juga rubric pro kontra tentang Agama . Untuk mengetahuinya silahkan Anda baca rubrik ini.
Secara diam-diam sebenarnya kami sudah menampilkan kembali rubrik Agama yang dulu pernah kami hilangkan, meskipun secara legal formal spacenya belum kami tampilkan. Itu sebabnya kami tidak lagi menghapus setiap munculnya tulisan tentang agama.
Sejatinya kami tetap apresiatif dan akomodatif terhadap tulisan-tulisan agama yang masuk. Hanya saja rubrik agama itu kami hapus karena saat itu situasi memang tidak kondusif, ketika marak dan memanasnya gejala anarkisme agama. Apa yang akan terjadi jika kami ngotot tetap menampilkan rubrik agama saat itu?
Bayangkan, berapa kerugian yang akan kami derita jika Kompasiana ini diblokir, dihack, atau kami sebagai admin dan segenap kru Kompasiana diteror hanya gara-gara sebuah rubrik agama? Tidak hanya kerugian puluhan juta yang melayang, tapi juga keselamatan kami terancam. Ini yang tidak dipahami oleh umumnya Kompasianer. Lebih-lebih oleh seorang Kompasianer yang bernama Erianto Anas.
Untuk itu sebenarnya Kompasianer Erianto Anas itu harus sadar, betapa kami begitu menjaga kemaslahatan bersama, yang mungkin tidak terpikir olehnya. Bahkan tragisnya, dia sempat menulis dengan bahasa yang kasar, menuding kami begini begitu. Bahkan sampai menulis admin Kompasiana tolol dan sejenisnya. Tapi apa boleh buat. Itulah resiko kami menjadi admin. Tidak mungkin semua member akan memahami setiap kebijakan kami.
Dan mulai hari ini, kepada semua Kompasianer, kami menghimbau. Silahkan menulis konten agama. Silahkan. Meskipun rubriknya belum kami tampilkan. Tapi hanya satu pesan kami. Jangan pernah menulis seperti gaya Erianto Anas. Sebab ini media yang bergengsi. Sedang dia menulis denga gaya bahasa pasar. Itu sebabnya kami sekali-kali tidak akan pernah merekomendasikan tulisannya untuk dibaca khalayak yang lebih luas.
Dan memang kami tidak lagi memblokir akunnya. Karena situasi saat ini sudah lumayan kondusif. Tapi camkanlah. Dimata kami, tulisan Erianto Anas itu cermin dari seorang yang sakit jiwa. Dugaan kami, dia ini dulunya memang pernah masuk rumah sakit jiwa. Tapi dia melarikan diri ketika petugas tertidur di pintu jaga. Karena itu pesan kami: Waspadalah!
Selain rubrik-rubrik tersebut, detiknews menyediakan info Anda, foto, tv dan indeks.

