logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Diare

Mewaspadai Diare Akut pada Anak - ANNEAHIRA.COM


Ilustrasi diare akut pada anak

Penyakit diare sebetulnya bukanlah penyakit yang berbahaya. Akan tetapi, jika diare tersebut terjadi secara terus-menerus disertai gejala lain, tentunya harus tetap waspada. Apalagi jika terjadi pada anak-anak yang alat pencernaannya masih rentan, hal tersebut dapat menyebabkan diare akut pada anak.

Diare dapat diartikan keluarnya kotoran encer yang terlalu sering. Pada bayi, keadaan tersebut perlu mendapat perhatian serius. Sedangkan pada anak-anak, umumnya hal itu tidak akan terlalu mengganggu kesehatannya jika ia mendapatkan cukup cairan selama diare berlangsung.

Penyebab diare pada umumnya adalah infeksi virus pada saluran pencernaan (gastroenteritis). Kebanyakan obat-obatan tidak terlalu banyak menolong sehingga tindakan yang terbaik adalah adalah membiarkan tubuh mengatasi infeksi itu sendiri.

Mengenal Diare Akut pada Anak

Apa itu sebenarnya diare akut pada anak? Bagaimana kita bisa memahaminya lebih jauh? Jika bayi atau anak anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, baik frekuensi atau jumlah buang air yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair daripada padat, maka itu adalah diare.

Diare akut menurut Cohen adalah keluarnya buang air besar sekali atau lebih yang berbentuk cair dalam satu hari dan berlangsung kurang 14 hari. Menurut Noerasid5 diare akut ialah diare yang terjadi secara mendakak pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.

Sedangkan American Academy of Pediatrics (AAP) mendefinisikan diare dengan karakteristik peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi, dapat disertai atau tanpa gejala dan tanda seperti mual, muntah, demam atau sakit perut yang berlangsung selama 3 – 7 hari. Definisi diare yang lainnya adalah sebagai berikut:

  • Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cairan, dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari keadaan normal yakni 100-200 ml sekali defekasi (Hendarwanto, 1999).

  • Menurut WHO (1980) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari.

  • Diare ialah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak dengan konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat bercampur lendir dan darah (Ngastiyah, 1997).

  • Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi.

Diare akut pada anak karena infeksi dapat disertai muntah-muntah, demam, tenesmus, hematoschezia, nyeri perut dan atau kejang perut. Akibat paling fatal dari diare yang berlangsung lama tanpa rehidrasi yang adekuat adalah kematian akibat dehidrasi yang menimbulkan renjatan hipovolemik atau gangguan biokimiawi berupa asidosis metabolik yang berlanjut.

Seseorang yang kekurangan cairan akan merasa haus, berat badan berkurang, mata cekung, lidah kering, tulang pipi tampak lebih menonjol, turgor kulit menurun serta suara menjadi serak. Keluhan dan gejala ini disebabkan oleh deplesi air yang isotonik.

Karena kehilangan bikarbonat (HCO3) maka perbandingannya dengan asam karbonat berkurang mengakibatkan penurunan pH darah yang merangsang pusat pernapasan sehingga frekuensi pernapasan meningkat dan lebih dalam yang disebut dengan pernapasan Kussmaul.

Gangguan kardiovaskuler pada tahap hipovolemik yang berat dapat berupa renjatan dengan tanda-tanda denyut nadi cepat (> 120 x/menit), tekanan darah menurun sampai tidak terukur. Pasien mulai gelisah, muka pucat, akral dingin dan kadang-kadang sianosis. Karena kekurangan kalium pada diare akut pada anak juga dapat timbul aritmia jantung.

Etiologi Diare Akut pada Anak

Penyebab diare akut pada anak secara garis besar dapat disebabkan oleh gastroenteritis, keracunan makanan karena antibiotika dan infeksi sistemik. Etiologi diare pada 25 tahun yang lalu sebagian besar belum diketahui, akan tetapi kini, telah lebih dari 80% penyebabnya diketahui.

Pada saat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah Rotavirus (40 – 60%) sedangkan virus lainya ialah virus Norwalk, Astrovirus, Cacivirus, Coronavirus, Minirotavirus.

Bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah Aeromonas hydrophilia, Bacillus cereus, Compylobacter jejuni, Clostridium defficile,Clostridium perfringens, E coli, Pleisiomonas, Shigelloides, Salmonella spp, staphylococus aureus, vibrio cholerae dan Yersinia enterocolitica.

Sedangkan penyebab diare oleh parasit adalah Balantidium coli, Capillaria phiplippinensis, Cryptosporodium, Entamoba hystolitica, Giardia lambdia, Isospora billi, Fasiolopsis buski, Sarcocystis suihominis, Strongiloides stercorlis, dan trichuris trichiura.

Sebuah studi tentang maslah diare akut yang terjadi karena infeksi pada anak di bawah 3 tahun di Cina, India, Meksiko, Myanmar, Burma dan Pakistan, hanya tiga agen infektif yang secara konsisten atau secara pokok ditemukan meningkat pada anak penderita diare.

Agen ini adalah Rotavirus,Shigella spp dan E. Coli enterotoksigenik Rotavirus jelas merupakan penyebab diare akut yang paling sering diidentifikasi pada anak dalam komunitas tropis dan iklim sedang. Diare dapat disebabkan oleh alergi atau intoleransi makanan tertentu seperti susu, produk susu, makanan asing terdapat individu tertentu yang pedas atau tidak sesuai kondisi usus dapat pula disebabkan oleh keracunan makanan dan bahan-bahan kimia.

Beberapa macam obat, terutama antibiotika dapat juga menjadi penyebab diare. Antibiotika akan menekan flora normal usus sehingga organisme yang tidak biasa atau yang kebal antibiotika akan berkembang bebas.

Di samping itu sifat farmakokinetik dari obat itu sendiri juga memegang peranan penting. Diare juga berhubungan dengan penyakit lain misalnya malaria, schistosomiasis, campak atau pada infeksi sistemik lainnya misalnya, pneumonia, radang tenggorokan, dan otitis media.

Bagaimana Jika Anak Diare?

Untuk mengatasi diare atau infeksi virus pada saluran pencernaan (gastroenteritis) tersebut, kita dapat melakukan hal-hal berikut.

  • Memberinya banyak minum, 1 – 1,5 liter sehari. Memberikan larutan gula merupakan cara yang terbaik. Larutan gula (glukosa) dapat dibuat sendiri dengan cara mencampurkan 3 sendok teh ke dalam 200 ml air matang. Atau dengan sekantung sachet glukosa dan puyer mineral yang bisa diperoleh di apotek.

  • Selain larutan glukosa, kita juga bisa memberikan sari buah yang tidak mengandung gula.

  • Jika si anak muntah, beri minum sedikit (30-60 ml) setiap jam.

  • Jangan dulu memberinya susu, yoghurt, atau keju selama satu minggu.

  • Jika ia mengalami sakit perut, dekapkan bungkusan botol air panas di perutnya untuk meredakan rasa sakit.

  • Jika diare pada anak terjadi terus-menerus selama 48 jam, kita harus segera membawanya ke dokter.

Apa Saja Penyebab Diare?

Selain infeksi virus pada saluran pencernaan, diare pada anak pun dapat disebabkan oleh kondisi psikologis anak. Perasaan terlalu senang atau terlalu cemas dapat menimbulkan diare. Gejala ini dapat hilang sendiri tanpa harus ada perawatan khusus.

Diare dapat disebabkan pula oleh alergi. Meskipun alergi sering dikaitkan dengan penyakit asma, eksim, dan demam-bersin, namun dalam beberapa kasus, diare dapat ditimbulkan karena alergi makanan tertentu. Si anak cenderung alergi jika salah seorang atau kedua orangtuanya juga pengidap alergi.

Susu formula sering menjadi penyebab alergi pada anak yang kemudian menimbulkan diare. Makanan lain yang dapat menimbulkan alergi adalah ikan, telur, serta bahan-bahan pewarna dan pengawet.

Cara penanggulangan terbaik dari alergi makanan pada anak adalah menghindarkan makanan penyebab alergi untuk dikonsumsi anak. Kalau si anak tidak cocok dengan susu formula tertentu, kita dapat menggantinya dengan yang lebih sesuai. Namun, agak sulit ditanggulangi jika anak alergi terhadap berbagai jenis makanan.

Pencegahan Penularan Infeksi

Jika ada anggota keluarga yang terserang infeksi virus pada saluran pencernaan (gastroenteritis), cegahlah penularan dengan langkah-langkah berikut.

  • Cuci bersih tangan setiap kali selesai dari kakus dan sebelum menyiapkan makanan.
  • Pisahkan pakaian handuk, serbet, dan saputangan dari orang lain.

Hal Penting yang Harus diperhatikan

Ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan terkait dengan diare akut pada anak ini. Berikut beberapa hal penting yang tidak boleh kita anggap enteng jika akan mengalami diare.

  • Ingat menghentikankan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare akut pada anak tetap ada sampai beberapa hari. Karena biasanya berlangsung beberapa hari dan sembuh. Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk.

  • Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda dehidrasi.

  • Penanganan yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti biasa. Bila sudah disertai muntah, untuk pengantian cairan Anda dapat memberikan pedialyte atau oralit untuk anak-anak dengan beberapa rasa.

  • Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak gula. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini, bahkan beberapa anak akan menolaknya. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini.

Dan yang paling terpenting adalah membuat anak kembali memakan makanan padat atau susu formula atau ASI, karena ini adalah yang terbaik untuk mengobati diarenya. Karena sel-sel usus yang dirusak oleh virus memerlukan nutrisi untuk pembentukan kembali. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti biasanya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Manfaat Askep Diare Anak
  • Penyebab Diare Pada Balita dan Gejalanya
  • Penelitian Diare yang Banyak Manfaatnya
  • Penanggulangan Diare pada Bayi
  • Artikel Tentang Diare yang Wajib Diketahui
  • Pengertian Penyakit Diare
  • Makalah Penyakit Diare
  • Kenali tentang Sakit Diare
  • Mengetahui Penyebab Diare
  • Etiologi Diare, Faktor Penyebab Diare
  • Penelitian Tentang Diare yang Bermanfaat bagi Anda
  • Sekilas Tentang Pengobatan Diare dan Penyakitnya
  • Waspadai Penyebab Penyakit Diare
  • Penyakit Diare Akut
  • Pentingnya Askep Diare pada Anak
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA