Diare
Ilustrasi diare
Diare atau menceret merupakan salah satu penyakit yang biasanya dianggap remeh, padahal seharusnya tidak demikian. Diare harus segera diatasi karena selain mengganggu aktivitas dapat pula berbahaya jika dibiarkan tanpa diobati. Banyaknya jajanan yang dijual murah dengan kehigienisan rendah mengakibatkan gangguan pencernaan dan keluhan penyakit perut, salah satunya adalah menceret.
Penyakit yang ciri-cirinya perut mulas, melilit, meriang, dan terus-terusan BAB (buang air besar) encer ini biasanya terjadi karena mengonsumsi makanan ataupun minuman tidak higienis. Tapi, karena biasanya bisa ditanggulangi dengan mudah, menceret sering dianggap sebagai penyakit sepele. Padahal, sebenarnya menceret pun bisa berakibat fatal.
Diare Menyerang Usus
Penyakit diare muncul karena kemampuan usus untuk menyerap air dari sisa-sisa makanan terganggu. Sementara itu, penyebab penyakit menceret ini cukup bervariasi seperti peradangan usus (disentri, kolera, virus, dan bakteri), keracunan makanan, kurang gizi, dan kepekaan terhadap jenis makanan tertentu (seperti asam atau pedas).
Akibatnya, penderita menceret bisa BAB lebih dari tiga kali dalam satu hari serta feses (tinja) yang keluar terlihat lebih cair. Selain itu, sering pula disertai dengan demam, muntah, nafsu makan hilang, dan adanya lendir di feses. Umumnya, menceret menyebabkan cairan tubuh terbuang berlebihan lewat feses, sehingga tubuh penderita jadi lemas akibat kekurangan cairan.
Jangan Sepelekan Diare
Menceret memang bukan penyakit berbahaya dan baru akan dianggap serius bila penderitanya berumur di bawah 5 tahun atau sudah lanjut usia. Alasannya, di usia-usia tersebut, tubuh belum bisa ataupun belum mampu kembali mengatasi dehidrasi. Bahkan, jika menyerang bayi, menceret yang dianggap sebelah mata dapat berakibat fatal dan akan menyebabkan kematian.
Selama masih ada di dalam batas kewajaran, penyakit ini tak membutuhkan pendeteksian secara sangat serius, sebab bisa sembuh sendiri dalam waktu satu sampai dua hari sesudah sel-sel epitel mukosa yang rusak sudah diganti dengan sel-sel baru. Dengan demikian, keseimbangan antara penyerapan dan juga pengeluaran cairan (absorbsi serta sekresi) jadi normal lagi seperti semula.
Tapi, bila menceret berlangsung sangat sering dan juga ada darah atau lendir di feses, kita harus waspada. Bisa jadi hal tersebut muncul karena ada luka di usus atau di bagian pencernaan. Penyakit ini pun masih dianggap wajar bila diderita maksimal empat kali dalam satu tahun. Biasanya juga, penyakit menceret menyerang seseorang yang baru saja melewati operasi. Hal tersebut terjadi karena munculnya perubahan pada jalannya sistem pencernaan makanan dan akibat pengaruh dari reaksi obat yang dikonsumsi.
Selain keadaan internis tubuh, keadaan lingkungan pun bisa mengakibatkan menceret. Contohnya, ketika mengunjungi tempat atau daerah lain yang keadaan kebersihan air dan makanannya tak terjaga. Selain itu, menceret bisa juga menular lewat feses yang mengandung kuman penyebab menceret. Keadaan seperti ini terjadi bila tanah, sungai, dan air yang dipakai sudah terkontaminasi oleh kotoran penderita penyakit menceret yang membuang air di sembarang tempat.
Penyakit menceret pada dasarnya terbagi ke dalam dua tipe, yaitu akut (jangka pendek) dan kronis (jangka panjang). Biasanya, menceret akut berlangsung kurang dari 4 minggu yang diakibatkan oleh virus, bakteri, dan infeksi parasit. Sementara itu, menceret kronis terjadi lebih dari empat minggu dan biasanya penderita terkena penyakit lain yang memicu menceret seperti kanker.
Pada umumnya, penyakit menceret ini akan sembuh tanpa diobati dalam jangka waktu lima hari. Jadi, sebenarnya tak harus diberi obat apa pun dan hal terpenting adalah selalu menjaga agar tak terjadi dehidrasi dengan cara melakukan rehidrasi oral atau minum air putih serta cairan sebanyak-banyaknya. Bila penyakit menceret ini berlangsung dan terjadi secara berlebihan, barulah harus dibantu dengan obat.
Nah, berikut ini menceret yang biasanya membutuhkan pengawasan medis.
- Menceret yang terjadi pada balita.
- Menceret menengah dan berat pada anak-anak.
- Menceret yang berlangsung secara terus-menerus selama lebih dari 2 minggu.
- Menceret yang juga diikuti dengan penyakit lain seperti demam, sakit perut, berat badan berkurang, dan lain sebagainya.
- Menceret pada orang yang sedang bepergian dan ini terjadi kemungkinan besar karena infeksi eksotis seperti parasit.
- Menceret di dalam institusi seperti rumah sakit, institute kesehatan mental, dan perawatan anak.
Obat Kimia untuk Diare
Obat-obat di pasaran yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi menceret di antaranya adalah Diapet, Neo Entrostop, Biodiar, Hidrasec, Imodium, New Diatabs, dan lain-lain. Mungkin Anda pernah mengonsumsi salah satu obat tersebut atau pernah mendengarnya, tetapi belum pernah mencobanya saat menceret. Khasiat yang diperoleh biasanya berbeda-beda. Ada yang cocok dengan jenis obat tertentu, tetapi orang lain belum tentu cocok dengan jenis obat tersebut.
Dalam mengonsumsi obat-obatan, termasuk obat menceret, Anda harus memperhatikan dosisnya. Apabila tidak berkonsultasi dengan dokter, dosis yang ada di bungkus obat harus Anda baca terlebih dahulu. Ada beberapa kasus yang menyebutkan bahwa obat Imodium menyebabkan seseorang meninggal. Obat ini merupakan obat keras yang harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Selain itu, dosisnya pun harus tepat dan tidak boleh berlebihan. Apabila kondisi Anda sudah lebih baik, hentikan penggunaan obat.
Obat Herbal untuk Diare
Selain obat-obatan yang disediakan di apotek dan dianjurkan oleh dokter, banyak pula obat herbal yang berfungsi untuk mengatasi menceret. Ramuan-ramuan alami yang digunakan untuk mengatasi menceret di antaranya yaitu menggunakan buah sawo, daun jambu biji, daun urang aring, kulit delima, hingga teh.
Untuk membuat ramuan menggunakan buah sawo, buah sawo yang digunakan adalah buah sawo muda. Selain buahnya, daun di sekitar buah tersebut juga digunakan. Setelah buah dan daun dibersihkan, tumbuk keduanya dicampur dengan sedikit air hangat lalu peras. Air perasan itulah yang kemudian diminum untuk mengatasi menceret.
Cara yang paling mudah dan cepat yaitu menggunakan teh. Seduh teh setengah gelas hingga berwarna pekat dan terasa pahit. Kemudian teh diminum sebanyak dua kali sehari. Apabila belum berhenti juga, barulah Anda memeriksakannya ke dokter.
Untuk ramuan daun jambu biji dan daun urang aring, cara membuatnya yaitu merebus 30 gram daun jambu biji atau daun urang aring dengan air sebanyak 400 cc hingga berkurang menjadi 200 cc. Kemudian airnya diminum selagi hangat. Ramuan ini diminum sebanyak dua kali sehari.
Ramuan kulit delima juga memiliki cara yang sama, yaitu merebus kulit derima kering sebanyak 30 gram dengan 600 cc air hingga berkurang menjadi 300 cc. Untuk ramuan kulit delima, Anda harus menambahkan daun teh sebanyak 10 gram saat proses merebus.
Baik obat kimia maupun obat herbal mempunyai khasiat masing-masing. Anda tentunya dapat memilih obat mana yang Anda konsumsi saat menderita menceret. Yang harus selalu diperhatikan adalah dosis yang tepat dalam pengonsumsian obat. Apabila sakit tetap berlanjut, jangan malas dan takut untuk berkonsultasi dengan dokter karena bagaimana pun menceret adalah penyakit.
Mencegah Diare
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini pula yang seharusnya kita lakukan. Agar tidak terserang menceret, ada baiknya mengonsumsi makanan sehat dan hindari atau kurangi makanan instan. Di luar masalah keracunan makanan, menceret biasanya terjadi karena makanan yang dimakan tidak baik untuk pencernaan. Yang perlu diingat pula apabila terserang menceret adalah mengonsumsi makanan yang rendah serat dan halus, seperti bubur nasi. Makanan yang banyak mengandung serat justru tidak mengurangi menceret.
Itulah penjelasan seputar penyakit diare. Semoga bermanfaat!

