logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Diet & Nutrisi    Tips Diet    Diet Garam

Menjaga Kesehatan dengan Diet Garam

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Mungkin Anda masih asing dengan istilah diet garam. Namun, Anda tentu pernah melihat seorang anak yang cacat mental, bukan? Dahulu, di Cina, banyak anak-anak yang terlahir dengan kondisi cacat mental karena kurangnya asupan yodium pada tubuh sang anak ketika masih berada dalam kandungan.

Pentingnya Yodium

Iodine atau yodium dalam garam berpengaruh pada kecerdasan otak seseorang. Maka dari itu, sedini mungkin, anak-anak harus diberikan asupan yodium yang cukup. Namun, beberapa tahun belakangan, banyak terjadi kasus ibu hamil yang kelebihan garam sehingga muncul hipertensi saat kehamilan dan tubuh membengkak tidak wajar.

Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin. Terutama, bagi yang akan melahirkan. Dokter kemudian akan meminta ibu tersebut untuk melakukan diet garam. Hal itu dilakukan untuk memperkecil risiko kematian saat melahirkan.

Sumber Yodium Bukan Hanya Garam

Banyak orang yang salah asumsi tentang garam dan kaitannya dengan yodium. Yodium memang baik untuk kesehatan. Namun, yodium tidak hanya terdapat pada garam. Ikan laut, cumi-cumi, kerang, telur, susu, daging adalah contoh-contoh makanan yang juga mengandung yodium. Akan tetapi, kandungan yodium dalam makanan ini tidak sebanyak pada garam.

Orang pun seolah seperti berlomba-lomba mendapatkan zat yang dapat mempengaruhi kecerdasan otak dalam garam. Kebutuhan akan garam pun meningkat. Sehari-hari, harus ada garam dalam makanan yang dimakannya. Padahal, tubuh kita membutuhkan kurang dari 7 gram garam dapur sehari.

Namun, biasanya, menu harian kita memberikan berlipat-lipat kali lebih banyak dari jumlah ini sehingga dapat menimbulkan beragam penyakit, seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke. Takaran yang pas tidak kurang dan tidak lebih pada garam dapat membantu kita dalam membiasakan pola hidup sehat.

Diet Garam

Sepertinya, sulit untuk melakukan diet garam mengingat lidah kita yang kurang bisa menerima makanan hambar atau kurang asin. Namun, dengan niat dan tekad kuat, Anda pasti bisa melewati tahap demi tahap diet yang akan memberikan efek positif bagi tubuh di kemudian hari. Jangan lupa, tularkan kebiasaan baik ini pada anak-anak Anda sedini mungkin. Kurangi konsumsi garam dengan melakukan hal-hal berikut.

  • Bila akan memasak, kurangi kadar garamnya. Misalnya, Anda terbiasa membubuhkan satu sendok teh garam, kurangi setengah hingga seperempat sendok.
  • Cek label nutrisi yang terdapat dalam setiap kemasan makanan yang Anda beli. Dengan melakukan ini, Anda jadi terbiasa mengetahui kandungan garam yang ada pada setiap makanan, seperti roti, sereal, makanan kaleng, dan makanan dalam kemasan lainnya.
  • Usahakan membeli makanan yang kadar garamnya sedikit.
  • Ganti garam dengan bumbu-bumbu lain yang dapat memberikan rasa enak walaupun tanpa menggunakan garam.
  • Makanlah sayur dan buah-buahan segar setiap hari, perhatikan pula proses memasaknya.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Cara Melangsingkan Perut yang Efektif
  • Diet yang Sehat: Badan Sehat Itu yang Aku Mau
  • Tips dan Cara Diet Sehat dan Cepat
  • MenjalankanTips Menurunkan Berat Badan Agar Sukses
  • Diet: Mengurangi Berat Badan dan Menjaga Asupan Gizi
  • Langsing Itu Mudah
  • Diet Kalori Baik dan Benar
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA