logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Pengasuhan    Majalah Untuk Orangtua

Resep untuk Diet Ibu Menyusui


Ilustrasi diet ibu menyusui

Kita tentu sering mendengar obrolan atau keluhan ibu-ibu yang menyusui namun tubuhnya malah cepat bertambah gemuk. Begitu juga dengan keinginan ibu-ibu muda untuk segera mengecilkan kembali perutnya setelah melahirkan. Salah satu caranya dengan melakukan diet, padahal bayi membutuhkan asupan ASI yang cukup. Diet ibu menyusui semacam ini sebenarnya cukup berisiko kalau dilakukan tanpa pengetahuan yang cukup.

Pemahaman Keliru

Kualitas maupun kuantitas ASI sangat ditentukan oleh konsumsi menu makanan oleh ibu yang menyusui. Kalau ibu tidak memperhatikan asupan gizinya, maka dapat memberikan dampak terhadap bayinya dalam berbagai bentuk. Tidak sedikit kasus anemia gizi maupun kekurangan sejumlah mineral ataupun vitamin pada bayi menyebabkan terjadinya gizi buruk. Tumbuh kembang anakpun akan terganggu dan anak akan mudah terserang penyakit.

Begitu juga dengan pemahaman sementara wanita yang meminum jamu sebagai diet ibu menyusui untuk mengecilkan perutnya, sebenarnya juga berisiko terhadap kualitas ASI yang dihasilkannya. Tidak sedikit jamu yang dijual umum, diolah dengan menambahkan bahan tambahan dari zat kimia yang kurang baik bagi bayi.

Bentuk badan ibu setelah melahirkan sebenarnya lebih ditentukan manajemen menu makanan yang dikonsumsinya serta aktivitas hariannya. Tanpa mengurangi porsi dan kualitas makannya seorang ibu akan segera dapat menurunkan berat badannya. Yang penting, ibu mengetahui kebutuhan dirinya maupun bayinya.

Langsing Alami

Berikut beberapa tips tentang diet ibu menyusui yang sebaiknya diketahui agar tidak memberikan efek buruk bagi buah hatinya namun dapat membuat langsing secara alami.
•    Kebutuhan energi ibu menyusui pada 6 bulan pertama setelah kelahiran yang cukup tinggi sebenarnya sudah disediakan oleh tubuh ibu selama masa kehamilan. Ini merupakan proses yang alami, sehingga ibu tidak perlu menambah porsi makan terlalu banyak.

•    Buat menu gizi seimbang secara variatif  dari berbagai makanan alami yang ada. Asupan gizi yang penting untuk bayi telah banyak tersedia dalam berbagai makanan alami, baik sayuran hijau, buah-buahan berwarna, kalori dari makanan hewani maupun nabati. Menu alami ini juga tidak akan berdampak terhadap penambahan berat badan ibu.

•    Banyak kajian maupun penelitian yang menemukan bahwa selama 6 bulan pertama menyusui, berat badan ibu akan turun sekitar 0,5 hingga 1 kg per.  Apalagi kalau proses menyusui dapat dikelola dengan baik, penurunan berat badan bisa lebih besar lagi tanpa perlu melakukan diet ibu menyusui. Begitu juga setelah 6 bulan hingga bayi lepas dari asupan ASI, berat badan ibu akan tetap turun meski tidak sebesar saat pertama menyusui.

•    Untuk mendukung diet ibu menyusui juga perlu melakukan aktivitas harian yang cukup untuk meningkatkan kesehatan dan menjaga daya tahan tubuhnya. Termasuk melakukan senam maupun olah raga ringan. Gagalnya penurunan berat badan selama menyusui umumnya justru disebabkan kurangnya aktivitas ibu.

•    Ibu menyusui harus minum air yang cukup, setidaknya 6 – 8 gelas per hari, karena biasanya cepat haus akibat asupan ASI untuk bayinya. Begitu juga minum susu sapi maupun susu kedelai alami lebih dianjurkan daripada minum susu kaleng yang mengandung banyak bahan kimia yang tidak menguntungkan buat anak. Sedangkan minum teh ataupun kopi sebaiknya dihindari karena kurang baik untuk bayi.

Manfaat Olahraga pada Saat Diet Ibu Menyusui

Selain melakukan beberapa langkah diet di atas, ibu menyusui juga memerlukan peranan olahraga untuk membuat stamina tubuhnya semakin kuat dan tetap bisa bertubuh ideal seperti sebelum melahirkan.

Olahraga tentu menjadi salah satu faktor yang menentukan pola hidup sehat manusia, terutama ibu hamil dan menyusui karena hormon-hormon yang berubah maka ibu hamil dan menyusui perlu berolahraga untuk menstabilkan kembali kondisi tubuhnya.

Olahraga yang teratur tidak hanya membuat tubuh terbiasa mendapatkan asupan oksigen dan sirkulasi darah yang baik, tapi juga melancarkan sistem metabolisme dalam tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh yang terkuras karena faktor menyusui.

Beraneka ragam jenis olahraga bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Tidak hanya itu, kecantikan ibu hamil pun akan menjadi kembali lebih terlihat jika olahraga dilakukan secara teratur selama masa hamil dan menyusui. Dengan demikian, ibu menyusui tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk pergi ke salon demi memperbaiki kesehatan dan kecantikan tubuhnya.

Baik olahraga ringan maupun yang agak berat bisa dilakukan oleh ibu menyusui, bergantung pada ketahanan tubuh si ibu. Anda bisa melakukan jenis olahraga apa pun secara bertahap sehingga tubuh akan beradaptasi dengan sistem yang baru. Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah tidak semua olahraga baik untuk ibu menyusui.

Hal tersebut disebabkan oleh kondisi tubuh ibu yang masih dalam keadaan pascamelahirkan. Olahraga yang perlu dilakukan adalah olahraga ringan dengan waktu yang tidak dipaksakan sedemikian rupa karena hal tersebut justru akan membuat tubuh ibu menyusui menjadi rentan terhadap penyakit. Ketahanan tubuh ibu menyusui amatlah penting karena hal itu juga sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh bayi yang disusuinya.

Jenis-jenis Olahraga Bagi Ibu Menyusui

Sebaiknya olahraga dilakukan selama ibu sedang mengandung sehingga setelah melahirkan, kondisi ibu tidak langsung melemah. Namun, jika sebelumnya ibu menyusui tersebut tidak pernah melakukan kegiatan olahraga, ada baiknya jika dimulai dengan olahraga jenis yoga atau meditasi.

Olahraga tersebut akan membuat tubuh menjadi rileks dan lambat laun berfungsi seperti semula. Lakukan olehraga yoga sebanyak minimal dua kali dalam seminggu untuk membuat kondisi ibu menyusui tetap dalam keadaan yang stabil.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan jalan cepat atau mengelilingi rumah sambil menjemur bayi Anda. Hal ini tidak hanya emnyehatkan tubuh sang ibu, tapi juga memberikan ketahanan tubuh bagi si bayi. Anda bisa melakukannya setiap hari selama dua puluh menit per harinya sehingga bukan hanya oksigen yang didapat oleh tubuh, tapi juga vitamin D dan E yang diserap dari cahaya matahari pagi.

Jika Anda malas keluar rumah atau ada hal yang tidak emmungkinkan sehingga Anda harus tetap berada di rumah, Anda bisa memutar kaset VCD tentang olahraga bagi ibu menyusui. Hal ini akan sangat membantu kegiatan ibu tanpa perlu mengurangi jadwal, waktu, dan tenaga sang ibu.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa gerakan senam ibu menyusui yang bisa membuat tubuh menjadi lebih sintal seperti sebelum melahirkan. Lakukan senam dengan menggoyangkan pinggul ke arah yang berbeda dalam hitungan delapan. Kegiatan ini akan membuat pinggul dan panggul bekas melahirkan menjadi lebih kuat.

Lakukanlah posisi tersebut selama kurang lebih lima menit dengan periode sehari tiga kali atau selama yang Anda butuhkan. Setelah itu, lakukan posisi lain dengan mengangkat kedua kaki ke arah tembok dalam posisi yang lurus untuk membuat otot paha Anda menjadi lebih kuat lagi.
 
Kegiatan senam seperti yang dijelaskan di atas akan menghindarkan ibu menyusui dari keram atau pegal otot pada otot kaki dan pembengkakan pada bagian betis dan paha. Anda juga bisa mengikuti klub senam ibu pascamelahirkan di tempat-tempat senam. Selain membuat tubuh sehat dan cantik, Anda juga bisa mendapat kenalan baru bukan?

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kumpulan Artikel Ayahbunda, Wawasan Cerdas untuk Ayah Bunda
  • Tips Memilih Bra Menyusui
  • Majalah Parenting Indonesia Sumber Informasi Ayah dan Bunda
  • Macam-macam Majalah Parenting Referensi Bunda
  • Ibu Melahirkan, Bagaimana Amannya?
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA