Awas, Disertasi Ekonomi Palsu!
Bagi dunia akademik, menulis disertasi ekonomi, hukum, dan bidang ilmu lainnya adalah fase kemantapan dalam proses pencarian ilmu. Bayang bayang gelar pendidikan yang kian tinggi, membuat disertasi tidak sembarang dibuat.
Ada prosedur, mekanisme, dan peraturan yang menyertainya. Disertasi biasanya ditempuh untuk mendapat gelar doktoral. Tidak heran di Indonesia jumlah doktor masih langka. Sebelum mengupas lebih jauh, ada baiknya menyimak berbagai jenis tugas akhir berikut ini.
- Skripsi. Diajukan oleh calon sarjana. Biasanya memuat fenomena dikaitkan teori atau sebaliknya.
- Tesis. Biasanya merupakan konflik dari teori-teori. Misalnya menurut pakar A seperti ini, namun pakar B bilang seperti itu, dan seterusnya. Tesis biasanya mengolah untuk mendapatkan kesimpulan dari konflik teori tersebut.
- Disertasi. Mengemukakan teori baru. Nah, disertasi memang tidak mudah. Karena sang penulis mesti mendapatkan teori baru dari apa yang ditelitinya.
Disertasi Ekonomi
Bentuk disertasi yang populer salah satunya ialah disertasi ekonomi. Disertasi ekonomi adalah pemaparan argumen atau teori baru dalam bidang ekonomi.
Disertasi ekonomi menjadi populis karena menjadi favorit pelajar selain hukum, politik, dan seterusnya. Namun, disertasi ekonomi ini tidak selalu berjalan mulus. Tidak sedikit dari penulis disertasi tersebut tergoda untuk menempuh jalan pintas. Jalan pintas yang dimaksud berupa:
- Plagiat. Plagiat adalah modus yang sering dilakukan. Plagiasi ini biasanya diambil setengah, sebagian, atau malah seluruhnya dari disertasi yang dicontek tersebut.
- Memesan disertasi. Nah, ini cara yang lebih canggih lagi. Jasa pembuatan disertasi ini ada yang berkedok pelayanan atau bantuan skripsi, tesis, atau disertasi. Si pemesan tinggal terima beres. Simsalabim, disertasi pun jadi dalam beberapa bulan.
Pencegahan
Menulis disertasi ekonomi tidak saja butuh kepintaran, tapi juga keluhuran. Sikap untuk jujur, fair, dan bertanggung jawab. Integritas seorang ilmuwan sering terlantun dalam kalimat “ilmuwan boleh saja salah tapi pantang berbohong”.
Ya, berbohong adalah barang haram dalam dunia pendidikan. Hingga muncul istilah “plagiator is aligator”, tukang plagiat seperti buaya.
Untuk mendeteksi disertasi ekonomi palsu ini, ada beberapa hal yang mesti dilakukan:
- Database. Ya, database mesti diperkuat. Database yang mencakup tidak saja dalam negeri tapi juga luar negeri. Karena praktik plagiasi biasanya mencontek disertasi luar negeri yang asing didengar oleh kita.
- Software. Kita bisa meniru Australia yang mempunyai perangkat untuk mendeteksi kesamaan kata, kalimat, atau diksi dalam satu karya tulis. Perangkat ini ampuh untuk mendeteksi secara dini praktek plagiat.
- Hukuman berat. Bagi yang terbukti membuat disertasi ekonomi palsu lebih baik diganjar dengan hukuman yang berat. Ini dilakukan agar orang yang mau mencontoh jejaknya berpikir ribuan kali jika ingin membuat disertasi ekonomi palsu. Hukuman tersebut bisa berupa pencabutan gelar, pemecatan dari institusi pendidikan, sampai diumumkan di media massa.






