Hikmah Dibalik Doa Hubungan Suami Istri

Salah satu nikmat yang diberikan oleh Yang Kuasa pada orang-orang yang telah menikah adalah surga dunia dalam hubungan suami istri. Dalam agama Islam, hubungan suami istri hukumnya haram jika dilakukan oleh pasangan yang belum mengikat diri dalam akad pernikahan.
Akan tetapi, setelah menikah, hubungan suami istri hukumnya berubah menjadi wajib. Bahkan, ada doa hubungan suami istri yang hendaknya dilafazkan sebelum suami istri berhubungan intim.
Lafaz Doa
Rasulullah telah mengajarkan doa hubungan suami istri dalam hadisnya. Beberapa hadis meriwayatkan doa tersebut. Salah satunya dan diyakini berasal dari hadis yang kuat adalah sebagai berikut.
Bismillahi, Allahumma jannibnasy syaithana wajannibisy-syaithana maa razaqtanaa.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari (anak) yang Engkau berikan kepada kami."
Mengucapkan doa hubungan suami istri tersebut hukumnya sunah. Setelah mengucap doa hubungan suami istri tersebut, suami dan istri dapat mulai bercumbu di tempat tertutup dengan cara-cara yang tidak memberatkan keduanya.
Hikmah dalam Doa
Ada beberapa hikmah yang dapat kita petik dari sunah Nabi mengucapkan doa hubungan suami istri tersebut.
- Mengingatkan suami dan istri agar selalu bersyukur karena telah dianugerahkan pasangan pelengkap hidupnya. Bersama pasangannya, ia dapat saling memenuhi kebutuhan batinnya yang bernilai ibadah.
- Meluruskan tujuan utama sebuah pernikahan, yaitu untuk melahirkan generasi baru dan memperbanyak hamba Allah yang menegakkan kalimat syahadat di muka bumi. Pernikahan bukan sekadar cinta buta atau guna memuaskan nafsu birahi semata.
- Mengingatkan kita bahwa setan adalah musuh utama. Ia tidak berhenti menggoda dan senantiasa menjerumuskan kita pada jalan yang sesat. Bahkan, sejak dalam proses kelahiran anak cucu adam.
- Hanya kepada-Nya kita menyerahkan segala hasil dari usaha yang telah kita lakukan. Berhasilnya pertemuan sel sperma dan sel ovum tidak lepas dari kehendak-Nya. Sekuat apapun keinginan kita untuk memiliki anak atau menolak kehadiran anak, hanya Allah yang punya kuasa menentukan hasilnya.
- Kembali mengingatkan bahwa kita harus selalu mengharap rida-Nya dalam berbagai kegiatan. Bahkan, saat berhubungan suami istri. Karena rida-Nya, bukan hanya nikmat dunia yang kita dapatkan, pahala dari-Nya kelak akan kita raih pula.
- Anak merupakan titipan Allah, amanah dari-Nya yang harus dirawat dan dididik sebaik-baiknya. Karena titipan, Allah bisa saja mengambilnya sewaktu-waktu atau menitipkan anak yang keadaannya istimewa, berbeda dari anak-anak lainnya.






