logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Doa Qunuth

Membaca Doa Qunut dan Artinya


Ilustrasi doa qunut dan artinya 

Hingga kini, perbedaan dalam memandang apakah doa qunut boleh dibaca atau tidak, masih juga menjadi bahasan di tengah masyarakat. Namun, sekarang orang-orang sudah mulai tidak terlalu tegang hingga urat leher hampir keluar ketika ada pembahasan tentang qunut ini. Mereka lebih toleransi dan tidak mencampuri apa yang menjadi pemahaman masing-masing. Dalam mazhab Syafi’I disunnahkan membaca doa qunut, tepatnya pada shalat subuh di rakaat kedua. Meskipun ia masbuq (orang yang baru menjadi makmum saat imam sudah memasuki rakaat kedua). Bagaimana pula jika belum hapal doa qunut? Maka boleh dengan membaca doa qunut dan artinya, tapi tidak dilafalkan  keras alias dalam hati saja. Intinya tetap baca doa qunut, meski hanya artinya yang dibaca di hati.

Perbedaan Itu

Lalu adakah ketentuan membaca doa qunut tertentu? Bila belajar dari tata cara shalat para sahabat Rasulullah SAW. tidak ada kekhususan harus membaca doa yang diajarkan Rasulullah. Alasannya karena qunut sendiri maknanya adalah doa. Bila dilihat dari cara Umar bin Khattab shalat, ia juga memiliki doa qunut sendiri. Bagi orang awam, mereka sering kali hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh pemimpinnya. Mereka juga terkadang mengikuti apa yang telah diajarkan ketika mereka masih kecil.

Qunut ini telah menjadi satu perdebatan dari sejak dahulu, terutama oleh orang-orang yang tergabung dalam NU dan Muhammadiyah. Kalau dahulu, orang-orang NU yang menggunakan qunut, sering terlihat tegang kalau berbicara tentang qunut. Orang Muhammadiyah yang tidak menggunakan qunut dalam sholatnya, juga bersungut-sungut. Bahkan ada orangtua yang melarang anaknya untuk berhubungan dengan orang-orang yang tidak sepaham terutama tentang doa qunut ini. Mereka akan terlihat tidak sejutu anak perempuannya menikah dengan orang yang tidak mengamalkan doa qunut.

Ketika melaksanakan sholat tarawih pun, orang-orang yang memahami bahwa qunut itu harus dibaca, maka ia akan membaca qunut di rakaat terakhir sholat witir terutama setelah Ramadhan memasuki pertengahan bulan. Kalau dahulu, perbedaan ini sangat ditonjolkan. Sekarang, tidak  ada lagi saling mengejek dan saling menghina dengan mengatakan kalau pendapatnyalah yang paling benar. Penghargaan dan saling menghormati menjadi satu hal yang sangat dipahami. Beda dengan orang-orang yang tergabung dalam Islam syiah dan Islam Ahmadiyah. Kedua aliran ini tidak dianggap Islam. Oleh karena itu, mereka seperti dimusuhi. Bahkan di Sampang, Madura, penagnut Syiah ini dihakimi dan dibunuh. Peristiwa yang terjadi di tengah kemeriahan Idul Fitri itu membuat banyak orang miris.

Begitu besar satu perbedaan yang menyangkut satu keyakinan sehingga nyawa pun menjadi taruhannya. Hal ini cukup memprihatiknkan. Jalur diskusi tidak dipakai lagi. Masyarakat lebih cenderung menggunakan cara mereka sendiri. Negara memang harus tegas agar tidak ada korban lagi yang jatuh. Kalau pemerintah tidak tegas, maka masing-masing kelompok yang bertikai akan menjadikan diri mereka berada dalam gelangkang yang setiap orang bersedia mati demi apa yang dianggapnya benar.

Kalau telah memasuki jalur berdakwah, maka apa yang menjadi fenomena di masyarakat itu, patut diketahui. Dengan mengetahuinya, sang pendakwah bisa mendamaikan kedua kelompok. Karena seringnya tentang qunut ini dibahas, orang mulai menyadari bahwa begitu banyak perbedaan yang hanya akan merusak. Perbedaan itu akan menjadi manfaat dan tidak akan mempengaruhi kehidupan kalau dilihat dari kacamata orang yang mengatakan perbedaan adalah bumbu kehidupan.

Masyarakat lebih bertoleransi. Bagi mereka yang penting sholat. Kalau ada perbedaan, hal ini wajar. Ajarkan pada anak untuk bersikap adil kepada semua orang. Bersikap adil ini termasuk mengakui adanya perbedaan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai tameng atau sebagai satu hal harus dibesar-besarkan. Cukup dengan membiarkan orang lain yang terus memahami kalau qunut ini adalah salah satu hal yang harus diucapkan ketika sholat Shubuh dan tarawih. Dengan bersikap biasa saja dan tidak terlalu mempermasalahkannya, maka kehidupan beragama ini akan semakin indah.

Apa yang Dilakukan Oleh Orang yang Tidak Membaca Qunut?

Imam Syafii ternyata pernah bertanda ke rumah orang yang tidak menggunakan qunut. Ketika sang tuan rumah menjadi imam dan tidak qunut, Imam Syafii pun tidak membaca qunut. Sebaliknya, ketika imam Syafii yang didapuk menjadi imam, ia membaca doa qunut dan orang-orang yang menjadi makmumnya cukup diam saja dan tidak mengangkat tangan mereka. Indahnya perbedaan itu memang harus diajarkan dengan hati yang lapang dan tidak dengan hati yang penuh curiga.

Doa qunut dan artinya sebenarnya sangat indah. Ada yang berpendapat bahwa Rasulullah membaca doa qunut itu ketika dalam keadaan yang genting atau ketika sedang berada di bawah ancaman musuh. Ketika tidak berada dalam keadan terdesak, Rasulullah tidak menggunakan qunut lagi. Karena zaman sekarang keadaan aman sentosa, maka orang yang memahami bahwa qunut bukan merupakan rukun sholat, tidak menggunakan atau tidak membaca doa qunut ketika sholat.

Doa qunut tersendiri ternyata mempunyai banyak versi. Salah satunya adalah versi yang sering digunakan oleh khalifah Umar bin Khatab. Dalam artikel ini akan dijelaskan bacaan Umar saat membaca doa qunut dan artinya. Sekali lagi bahwa perbedaan yang terlihat tidak perlu menjadi bara yang siap membuat sekam terbakar. Persaudaraan yang kekal adalah persaudaraan yang menghargai apa yang dianggap benar oleh saudaranya itu. Tanpa adanya sikap yang terbuka dan saling menghargai ini, maka ilmu pun akan lambat sampai kepada diri. Hanya orang-orang yang terbuka dengan semua perbedaanlah yang akan mendapatkan banyak pengetahuan dalam setiap pergaulan yang ia masuki. Kepicikan tentu saja akan mempersingkat satu ilmu akan berkembang.

Doa Qunut Umar bin Khattab

Doa qunut Umar bin Khattab ini ditemukan di dalam kitab fathul Mu’in. Begini lapal doa qunut dan artinya:

Allahumma inna nasta’iinuka wastaghfiruka wa nastahdika wa nukminu laka wa nawakkal ‘alaika wa nutsanniya ‘alaikal khaira kullahu wa nasykuruka wa la nakfuruka wa nakhla’u  wa natruka man yafjuruka

(Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon pertolongan-Mu, ampunan-Mu, petunjuk-Mu. Kami beriman, bertawakkal, dan memuji hanya ke hadirat-Mu dengan semua kebaikan. Kami bersyukur dan tidak kufur ke hadirat-Mu. Kami lepas dan tinggalkan orang-orang yang mendurhakai-Mu!)

Allahumma iyyaaka na’budu wa la ka nushalli wa nasjudu wa ilaikan nas’a wa nahfid narju rahmataka wa nakhsya ‘azaabaka inna ‘azaabakal jiddu bil kuffari mulhiq

 (Ya Allah! Ke hadirat-Mu kami menyembah, shalat dan sujud. Serta kehadirat-Mu kami berjalan dengan cepat, karena mengharap rahmat-Mu dan takut akan siksaan-Mu. Sesungguhnya siksaan-Mu pasti terjadi menyergap orang-orang kafir)

Allahumma azzibil kufrata wal musyrikin alladzina yashudduna ‘an sabiilia wa yakadzdzibuna rusullaa wa yuqaatiluuna awliyaaika alllahummaghfir  lil mukminiina wal mukminaat wal muslimiina wal muslimaat wa ashlih dzaata bainihim wa allif baina quluubihim waj’al fii quluubihim al-iimaan wal hikmata wa tsabbithum ‘ala millati rasuulia wa awji’hum an yuufuu bi’ahdikan alladzi ‘aahat-hum ‘alaihi wanshurhum ‘ala ‘aduwwika wa ‘aduwwihim ilaahal haqqi waj’alna minhum

(Ya Allah, siksalah orang-orang kafir dan orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang menghalang-halangi jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan memerangi kekasih-Mu. Ya Allah! Ampunilah seluruh orang mukmin laki-laki dan perempuan, muslimin dan muslimat. Damaikanlah di antara mereka saling sayang menyayangi di antara mereka. Jadikanlah dalam hati mereka iman dan hikmat, dan tetapkanlah mereka pada agama rasul-Mu, berilah ilham kepada mereka untuk memenuhi janji-Mu yang telah Engkau janjikan mereka atasnya dan tolonglah mereka mengalahkan masuh-Mu dan musuh mereka. Wahai Tuhan yang Hak! Jadikanlah kami di antara mereka)

Pesan Pengarang Kitab Fathul Mu’in

Syeikh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz al-Malibari al-Fannani, pengaran kitab Fathul Mu’in berpesan untuk tetap mendahulukan doa qunut yang dibaca Rasulullah baru diiringi dengan doa qunut yang dibaca olah Umar bin Khattab ini. Tujuannya, agar kekuatan doa qunut tersebut makin maksimal. Penjelasan pengarang kitab Fathul Mu’in juga menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan yang pasti tentang doa qunut. Sehingga boleh menambahnya dengan ayat yang mengandung doa.

Demikian cara Umar bin Khattab membaca doa qunut dan artinya juga disertakan. Harapannya, jika tidak ingat bahasa Arabnya namun Anda tahu maknanya sehingga bisa membacanya di dalam hati. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kataku adalah Doaku
  • Hukum Doa Qunut Dalam Shalat
  • Pandangan Dua Madzhab Tentang Bacaan Qunut
  • Bacaan Qunut Subuh
  • Arti dan Madzab Tentang Hukum Qunut
  • Mengenal Bacaan Doa Qunut
  • Memahami Bacaan Doa Qunut Subuh
  • Doa Qunut Sering dibaca Saat Shalat Shubuh
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA