logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Doa Qunuth

Doa Qunut Sering dibaca Saat Shalat Shubuh


Ilustrasi doa qunut

Sebagai seorang muslim, sudah barang tentu, rangkaian doa adalah hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari doa paling sederhana yang tidak terlalu panjang seperti doa harian, hingga doa-doa yang sifatnya lebih panjang. Doa Qunut misalnya.Sebagian dari Anda mungkin bertanya-tanya, apakah doa Qunut tergolong sebagai doa?

Bukannya doa Qunut adalah salah satu bacaan shalat? Mengingat doa Qunut selalu dibacakan saat salat Subuh berlangsung. Bacaan salat sendiri, mutlak bisa disebut doa. Ketika menunaikan salat lima waktu, secara langsung kita juga memanjatkan doa kepada Allah Swt.

Berbicara tentang doa Qunut jika dilihat dari akar kata, berasal dari kata Qanata. Qunut berasal dari kata yang cukup indah itu. Qanata memiliki arti yang juga indah, yaitu taat dalam menjalankan perintah Allah, patuh mengabdi kepada Maha Pencipta.

Doa Qunut sejatinya digolongkan menjadi dua. Yaitu doa Qunut Nazilah dan doa Qunut shalat. Doa Qunut Nazilah biasanya dibaca saat terjadi bencana, sementara doa Qunut salat, biasa dibaca saat melaksanakan salat Subuh, tepatnya dibaca saat melakukan I'tidal atau berdiri setelah ruku', dan salat Witir. Hukum membaca doa Qunut sendiri adalah Sunnah Muakkad atau ab'ad atau jika diartikan dalam bahasa yang lebih sederhana adalah sunah yang mendapat kekuatan melalui dalil atau hadis.

Doa Qunut dan Kekuatan-kekuatan Doa

Ketika Allah memerintahkan umat-Nya untuk menunaikan salat lima waktu, Allah Swt tidak serta merta melakukannya tanpa tujuan. Allah ingin umat-Nya selalu berdoa kepada-Nya, meminta kepada-Nya. Dengan membaca doa-doa atau bacaan salat, seperti doa Qunut, sebagai manusia kita akan selalu ingat terhadap Allah Swt sebagai dzat pemberi hidup.

Kekuatan doa tidak patut untuk disepelekan. Pun dengan doa Qunut ini. Bahwa Allah memberikan kekuatan-Nya pada setiap bait doa. Jika kita, sebagai umat muslim ingin merasakan kekuatan yang Allah miliki, salah satu caranya adalah perbanyak doa.

Sebagai manusia keturunan Nabi Adam, dosa bukanlah hal yang aneh terjadi dalam kehidupan. Manusia tidak pernah lepas dari khilaf. Jika sudah demikian, maka kekuatan doalah yang akan membantu, setidaknya membantu hati Anda, untuk merasa tenang. Doa jugalah yang akan segera menyadarkan Anda dari perbuatan-perbuatan yang sama sekali tidak diridhai Allah Swt. Salah satunya dengan memanjatkan doa Qunut ini.

Sudah banyak dalil yang mengukuhkan kekuatan sebuah doa. Bahkan doa yang notabene bukan berbahasa Arab, seperti doa dari kedua orangtua kita, juga memiliki kekuatan. Bahwa doa orangtua adalah restu dan ridha Allah Swt. Jadi alangkah kuatnya kekuatan doa orangtua bukan? Sebagai sebuah doa, doa Qunut juga memiliki kekuatan.

Mukjizat Allah selalu datang bersama dengan lantunan doa-doa. Ibaratnya, melindungi diri tidak perlu dengan baju besi. Tidak perlu juga membawa senjata tajam agar terhindar dari kejahatan. Cukup berdoa kepada Allah dan waspada, jangan lupa berlaku baik pada sekitar dan pasrah, maka Allah senantiasa akan melindungi kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu bagaimana dengan kekuatan doa Qunut?

Kekuatan Doa Qunut Dilihat dari Artinya

Percaya bahwa setiap doa milik Allah memiliki kekuatan rasanya cukup menjadi alasan mengapa doa Qunut juga memiliki kekuatannya sendiri. Bahwa tidak ada doa yang tidak mujarab dan tanpa maksud. Pun dengan doa Qunut ini. Kekuatan doa Qunut sendiri sebenarnya bisa diketahui ketika Anda mengerti arti dari rangkaian doa tersebut. Dari arti yang terkandung pada doa Qunut, kita bisa mengetahui bagaimana kekuatan doa Qunut itu sendiri.

Anda pasti tidak asing dengan doa Qunut bukan? Tentu saja, karena doa ini juga ikut dibacakan saat Anda menunaikan salat Subuh. Sekadar mengingatkan, berikut adalah rangkaian doa Qunut dengan artinya.

"Allahumahdini fiman hadait, wa'a aafinii fiiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarikllii fiimaa a'thoit, waqinii syarromaa qodloit, fainnaka taqdhi wala yuqdlo 'alaik, wainnahu laa yadzillu man waalait, walaa ya'izzuman 'aadyat, tabaarokta robbanaa wata'alait, faalakal hamduu alaa ma qodloit, waastagfiruka waatubu illaik, wa shollallohu 'alan nabiyyi, ummiyi wa'alaa aalihi waasohbihii wassalam."

Artinya:

"Ya, Allah, tunjukkanlah aku bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk, selamatkanlah aku bersama orang-orang yang Engkau selamatkan, peliharalah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pelihara, berikanlah keberkahan pada sesuatu yang Engkau berikan kepadaku, dan jagalah aku dari kejahatan apa saja yang telah Engkau tetapkan, karena sesungguhnya Engkaulah yang menghukumi dan tidak dihukumi, dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau tolong, maka Maha Agunglah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau."

Setelah membaca dan sedikit mengetahui arti dari doa Qunut, setidaknya Anda mulai paham akan keutamaan dan kekuatan doa Qunut. Bahwa doa Qunut adalah meminta, meminta untuk dilindungi dan digolongkan menjadi orang-orang yang Allah ridhai. Ketika Allah sudah meridhai, maka keberkahan adalah jaminan yang tidak akan didustakan.

Ketentuan Doa Qunut

Sebagian dari Anda mungkin ada yang berbeda kali ini. Ada yang menyertakan doa Qunut dalam salat Subuhnya, juga ada yang tidak. Pendapat itupun masih menjadi pembicaraan antara pihak ulama. Sesungguhnya, menurut sebagian besar ulama, doa Qunut hanya dibaca saat menunaikan salat Witir. Namun, rasanya, Allah tidak akan melarang umat-Nya untuk berdoa bukan? Tapi, mungkin ada yang berbeda dari itu. Entah jumlah pahalanya atau keutamaan waktu yang dimilikinya.

Beberapa ulama berpendapat bahwa doa Qunut tidak perlu dibaca saat salat Subuh, kecuali ada hal yang sifatnya berkaitan dengan persoalan umat, seperti saat ada bencana atau musibah penyakit. Ketika demikian, doa Qunut wajib ikut dibacakan pada setiap shalat wajib.

Perbedaan dalam hal ini seharusnya tidak lantas menjadi perdebatan yang merugikan kaum muslim itu sendiri. Dibacanya atau tidak doa Qunut dalam pelaksanaan shalat Subuh tidak akan mengurangi esensi ibadah itu sendiri. Keduanya menawarkan kebaikan. Jika kebetulan Anda shalat Subuh di masjid, lalu imam membaca doa Qunut, maka wajib bagi kita sebagai makmum untuk mengikutinya.

Pendapat mengenai doa Qunut dalam salat Subuh disampaikan oleh Ibu Utsaimin. Beliau kurang lebih mengatakan bahwa membaca doa Qunut secara terus menerus sama dengan menyalahi sunnah Rasul. Karena Nabi Muhammad Saw tidak pernah membaca doa Qunut secara terus-menerus jika tidak ada sebab. Ketika ada musibah, doa Qunut bahkan bukan hanya dibaca saat shalat Subuh, tapi juga salat-salat fardu yang lain.

Sementara doa Qunut Nazilah, yaitu doa Qunut yang dibaca saat sedang terjadi bencana, juga menimbulkan perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat kali ini mengacu pada siapakah yang berhak melakukan dan membaca doa Qunut tersebut, apakah pemimpin sebuah negara atau imam yang berada di setiap masjid.

Mengenai hal ini Nabi Muhammad Saw bersabda melalui HR Bukhari,

"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku mengerjakan shalat."

Sabda Nabi Muhammad Saw ini sepertinya cukup menjelaskan bahwa, doa Qunut boleh dibaca dan dilakukan oleh siapa saja, bukan hanya pemimpin. Berdasarkan sabda tersebut, jelas bahwa bukan hanya pemimpin dan imam yang harus membaca doa Qunut dalam salatnya, tapi semua umat muslim yang memang tengah ditimpa musibah.

Bacaan doa Qunut Nazilah berbeda dengan doa Qunut salat. Doa Qunut Nazilah lebih kepada doa yang saat itu akan dipanjatkan kepada Allah Swt. Hal tersebut juga dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Maka sudah sepantasnya hal tersebut juga kita amini sebagai yang benar.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Hukum Doa Qunut Dalam Shalat
  • Kataku adalah Doaku
  • Pandangan Dua Madzhab Tentang Bacaan Qunut
  • Membaca Doa Qunut dan Artinya
  • Arti dan Madzab Tentang Hukum Qunut
  • Bacaan Qunut Subuh
  • Memahami Bacaan Doa Qunut Subuh
  • Mengenal Bacaan Doa Qunut
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA