Ingin Kurus? Ke Dokter Gigi Aja!
Ilustrasi dokter gigi
Kedokteran gigi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari cara mencegah dan merawat penyakit ataupun kelainan yang terdapat pada gigi dan mulut. Penanganan dan pencegahan tersebut bisa dilakukan melalui pembedahan maupun tanpa pembedahan. Orang yang mempraktikkan ilmu kedokteran gigi disebut dokter gigi.
Alternatif Diet Baru
Banyak orang, terutama wanita, yang memimpikan berat badan ideal atau lebih tepatnya kurus. Banyak cara dilakukan untuk menjadi kurus. Bahkan, diet yang menyiksa pun dilakoni. Ada pula yang nekat melakukan sedot lemak dengan risiko berbahaya. Kini, cara-cara itu seolah sudah kampungan karena berat badan ideal bisa didapat dengan mendatangi dokter gigi.
Anda pasti sangat hafal dengan kawat yang melingkar memenjarakan gigi. Ya, behel atau behel memang tengah menjadi tren. Jika dahulu pemakai behel selalu identik dengan culun, kini justru sebaliknya. Tingkat pergaulan seseorang dapat dilihat dari giginya saat tersenyum atau saat bibirnya mengatup. Lihat saja para wanita yang giginya dipasangi "pagar".
Motif Pasang Behel
Pada dasarnya, behel diciptakan untuk memperbaiki kontur gigi maupun rahang yang dinilai kurang sempurna. Misalnya, seseorang yang susunan giginya berantakan, rahang bawahnya agak maju (cameuh dalam bahasa Sunda), rahang atas yang agak maju (tonggos), dan susunan gigi yang renggang. Itulah alasan-alasan logis pemasangan behel.
Akan tetapi, tidak demikian halnya yang terjadi kini. Berbagai alasan mendasar pasang behel itu mulai diabaikan. Seseorang yang giginya sudah rapi, bahkan nyaris sempurna pun ikut-ikutan pasang behel hanya karena teman satu gengnya pakai behel. Takut dianggap gak gaul. Selain itu, motif khusus pasang behel juga didasari oleh keinginan untuk kurus.
Apa Hubungannya Behel dan Kurus?
Mungkin orang awam akan heran dan bertanya-tanya mengenai hubungan antara behel dan penurunan berat badan. Tentu saja ada. Jawaban dan alasannya sangat sederhana dan logis. Ketika seseorang memakai behel, secara otomatis keleluasaan mengunyah dan mengonsumsi makanan terkesan dibatasi karena giginya sakit. Terutama, pada awal-awal pemasangan behel.
Orang yang memakai behel hanya mengonsumsi makanan lunak. Itu pun dalam porsi terbatas. Asupan makanan yang kurang dalam tubuh akan membuat berat badan seseorang berkurang. Cara ini sama saja dengan diet yang identik dengan mengurangi porsi makan tetapi melalui cara yang lebih "terhormat". Dengan demikian, pemakai behel akan tampak semakin langsing.
Jika Anda berpikiran demikian dan memiliki dana cukup untuk kurus, cara ini boleh dilakukan. Namun, cara ini terkesan konyol karena memanfaatkan sesuatu untuk kepentingan yang tidak semestinya. Paling tidak, kurus cara ini harus mengeluarkan dana sekitar Rp4.000.000,00 ke atas (meski ada juga pemasangan behel yang harganya di bawah itu). Sebaiknya, jika Anda ingin kurus, pilih cara yang lebih murah dan sehat saja, yaitu olah raga.
Perawatan Behel
Tahukah Anda apa kinerja behel? Kinerja behel adalah melakukan tekanan terus-menerus selama satu periode secara bertahap agar mengubah gigi ke arah tertentu. Mayoritas pasien atau pengguna behel memakainya selama satu sampai dua tahun. Sementara itu, beberapa orang mungkin hanya perlu memakai behel selama beberapa bulan dan sebagian lainnya mungkin harus terus memakainya hingga lebih dari dua tahun.
Selama behel terpasang, pasien atau pengguna harus melakukan kunjungan (check up) ke dokter gigi atau ahli ortodonti. Check up behel perlu dilakukan secara rutin dan berkala untuk penyesuaian dan pembersihan karang gigi.
Jika behel dilepas, pasien atau penggunanya harus secara rutin memeriksakan diri ke dokter gigi. Biasanya, setelah dilepas, gigi dapat bergeser sedikit seiring berjalannya waktu. Akan tetapi, tidak sampai memerlukan perawatan ortodonti lebih lanjut.
Untuk mengurangi pergeseran alami ini, pasien disarankan untuk memakai penahan (retainer) selama enam bulan dan saat malam hari ketika hendak tidur. Penahan (retainer) adalah behel lepasan yang biasanya terbuat dari karet atau plastik bening dan kawat yang menutupi permukaan luar gigi.
Jenis-jenis Behel
1. Behel dari Logam
Behel jenis ini terbuat dari baja tahan karat (stainless steel). Behel jenis ini merupakan jenis behel tertua yang telah digunakan selama puluhan tahun. Harga behel jenis logam pun paling murah. Namun, behel jenis ini dapat meninggalkan noda di permukaan gigi sehingga banyak dihindari orang.
2. Behel Keramik atau Plastik Transparan
Behel jenis ini tidak begitu terlihat dan tampak lebih alami daripada kawat logam karena bahannya membaur dengan gigi. Behel keramik tidak meninggalkan noda dan sama kuatnya dengan behel logam. Namun, behel jenis ini memerlukan waktu perawatan yang lebih lama dan lebih mahal. Pada beberapa kasus, kawat keramik atau plastik menjadi kotor dan berubah warna di akhir perawatan.
3. Behel Emas
Behel jenis ini sama seperti behel logam tradisional, tapi bahannya terbuat dari baja berlapis emas. Kawat jenis ini tidak memiliki kelebihan, kecuali hanya terlihat lebih "wah" secara kosmetik.
4. Behel Lingual
Behel jenis ini ditempatkan di bagian dalam gigi sehingga tidak terlihat dari luar. Kelemahan terbesar behel lingual adalah tidak nyaman dan bisa mengakibatkan luka di gusi dan lidah pasien. Selain itu, behel ini pun akan menyebabkan kesulitan berbicara pada awalnya.
Butuh Persiapan Untuk Memasang Behel
Untuk memasang behel, dibutuhkan banyak kesiapan, baik fisik atau pun mental. Sebelum melakukan pemasangan behel, segala macam gangguan, penyakit, atau kerusakan pada gigi harus diperhatikan, seperti gigi yang berlubang harus ditambal atau dicabut. Selanjutnya, dkter gigi atau klinik harus melakukan pemeriksaaan dengan cara roentgen terhadap gigi, kepala, dan wajah pasien. Selain itu, sebaiknya wajah pun harus difoto karena terkadang efek pemasangan behel dapat mengubah bentuk wajah.
Segala persiapan tersebut harus dicatat dan direncanakan sebaik-baiknya. Selain itu, perlu diperhatikan juga estimasi biaya (telah dijelaskan sebelumnya di atas) yang akan dikeluarkan untuk pemasangan behel.
Efek Memakai Behel
Pemasangan behel bukanlah tanpa risiko. Ada beberapa efek yang timbul jika memakai behel. Efek yang ditimbulkan dari pemasangan behel antara lain timbulnya rasa sakit saat pertama kali memakai behel. Selain itu, efek lain dari pemasangan behel adalah lubang gigi dan karang gigi akan semakin cepat terjadi karena tidak menyikat gigi dan kebersihan mulut tidak terjaga. Efek pada jaringan lunak pun akan sering muncul, khususnya pada gusi bibir dan pipi akan lebih mudah terjadi radang gusi dan sariawan.
Selain itu, memakai behel juga bisa mengakibatkan osteoporosis. Yaitu, penyakit kropos tulang. Kenapa memakai behel bisa menyebabkan osteoporosis? Jawabannya, karena behel bisa menjadikan seseorang persis seperti orang yang sedang melakukan diet ketat. Dikatakan demikian, karena orang yang memakai behel tak dapat memakan makanan sembarang. Tak dapat memakan yang keras. Tentu saja, ini bisa membuatnya menjadi malas makan atau hilangnya nafsu makan. Persis seperti apa yang terjadi pada orang yang melakukan diet ketat.
Penelitian yang dilakukan oleh Marta D. Van Loan, seorang fisiolog, dan Nancy L. Keim, seorang ahli kimia dari ARS Western Human Nutrition Research Center di San Fransisco, AS, mendapati bahwa perempuan yang membatasi asupan makannya sehari-hari (restrained eaters) secara bermakna mempunyai kepadatan dan kandungan mineral tulang yang lebih rendah dibandingkan dengan perempuan yang tidak peduli dengan dietnya.
Karena itu, wanita atau siapa saja yang melakukan diet ketat perlu mewaspadai osteoporosis. Mereka lebih baik meningkatkan aktivitas fisik dari pada membatasi asupan kalori dengan cara memakain behel agar kesehatan dan kepadatan tulangnya tetap terjaga.
Nah semuanya tergantung pada Anda. Bila ingin diet, salah satunya memang dengan memasang behel. Namun, ternyata memberikan dampak negatif juga. Dampak yang tak sederhana juga. Karena dari itu, bila ingin memang ingin memakai behel ada baiknya pertimbangkan dengan matang. Dokter gigi tidak akan pernah memaksa Anda untuk memasang behel, karena ia paham akan dampak negatifnya. Semua itu terserah pada Anda.

