Dongeng Anak-Anak Dari Indonesia
Ilustrasi dongeng anak-anak
Dengan banyaknya suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia, tentulah masing-masing mempunyai dongen dan cerita rakyat yang khas. Misalnya saja dongeng Timun Mas dari Jawa Tengah, dongeng Malin Kundang dari Sumatera Barat, dan masih banyak lagi dongeng anak-anak yang ada di Indonesia ini. Dongeng anak-anak yang ada di Indonesia berisi tentang cerita yang penuh dengan hikmah. Tetapi, sayang saat ini hanya sedikit saja orang tua yang membiasakan mendongeng untuk anak-anak mereka ketika anak akan tidur. Selain karena kesibukan orang tua, mendongen dianggap sudah ketinggalan zaman. Anak-anak juga memilih untuk tidur setelah menonton televisi daripada mendengar orang tuanya mendongeng. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari aktivitas mendongeng sebelum tidur ini.
Di antara manfaat dongeng sebelum tidur ini antara lain:
1. Meningkatkan Hubungan Emosional
Saat orang tua mendongengkan anak sebelum tidur, otomatis akan terjalin hubungan emosional yang cukup kuat antara anak dan orang tua. Anak akan merasakan kasih sayang orang tuanya dan merasakan kenyamanan serta keamanan karena ada orang tua yang selalu menjaga mereka. Tentu kenyamanan pada anak ini akan membuat pertumbuhan otaknya berjalan dengan baik. Orang tua juga akan merasakan kesenangan tersendiri ketika melihat anaknya tertidur. Wajah polos sang anak saat tertidur tentu akan menentramkan hati setelah seharian beraktifitas mencari nafkah untuk sang buah hati.
2. Menanamkan Budi Pekerti Pada Anak
Dongeng anak-anak selalu menyiratkan budi pekerti yang bisa dipetik di dalamnya. Misalnya saja tentang dongeng Bawang Merah dan Bawang Putih. Bawang Putih yang baik hati akhirnya mendapatkan kebahagiaan. Anak yang mendengarkan dongeng seperti ini akan tertanam di dalam alam bawah sadarnya untuk menjadi orang yang baik hati. Saat anak belum begitu lelap tertidur, ulangilah pesan moral yang ada di dongeng tersebut untuk menanamkan di alam bawah sadar si anak. Karena hal ini adalah hal yang paling efektif untuk menanamkan budi pekerti. Saat anak belum lelap tidurnya, anak masih bisa mendengarkan dan apa yang dia dengar terakhir kali sebelum dia tidur itulah yang akan diingat oleh alam bawah sadarnya.
3. Meningkatkan Kecerdasan dan Imajinasi Anak
Saat mendengarkan dongeng anak-anak dari orang tuanya, anak akan mempunyai imajinasi sendiri dalam membayangkan kejadian yang diceritakan oleh anak. Imajinasi seperti inilah yang akan meningkatkan kecerdasan anak. Dengan berimajinasi, otak akan terus bekerja dan mencari informasi-informasi baru untuk menggambarkan cerita yang dikisahkan oleh orang tua menjadi bayangan-bayangan kejadian dalam pikiran anak. Semakin anak berimajinasi, semakin banyak pula hal-hal baru yang dia ciptakan. Bukan tidak mungkin ketika anak besar, akan menjadi seorang penemu karena seorang penemu besar seperti Thomas Alva Edison menemukan karya-karyanya karena imajinasi yang dimilikinya.
Selain tiga hal di atas masih banyak lagi manfaat dari menceritakan dongen anak-anak sebelum anak kita tidur. Lantas, dongeng anak-anak yang seperti apa yang bisa kita bacakan kepada anak? Jawabannya adalah semua dongeng anak-anak itu bisa dibacakan kepada anak karena setiap dongeng anak pastilah mempunyai pesan moral di dalamnya.
Berikut ini adalah beberapa dongeng anak-anak dari Indonesia.
1. Bawang Merah dan Bawang Putih
Bawang Merah dan Bawang Putih menceritakan tentang Bawang Putih yang harus melayani saudara tirinya yaitu Bawang Merah dan juga ibu tirinya, layaknya seorang pembantu. Walaupun begitu, Bawang Putih tidak pernah mengeluh. Hingga suatu hari, Bawang Putih menghilangkan baju ibu tirinya saat mencuci di sungai. Bawang Putih yang baik hati kemudian mencari baju di sepanjang sungai hingga akhirnya bertemu dengan seorang kakek yang memberinya labu berisi permata. Bawang Putih tidak ingin memiliki permata itu sendirian dan berbagi kepada Bawang Merah dan ibu tirinya. Karena tamak, Bawang Merah dan ibu tiri pergi mencari kakek dan meminta labu. Tetapi, yang didapat oleh Bawang Merah dan ibu tirinya adalah labu yang didalamnya berisi ular dan kalajengking. Pesan moral yang didapat adalah kebaikan akan membawa kepada keberuntungan.
2. Ande-Ande Lumut
Kleting Kuning adalah anak yang paling dibenci oleh saudara-saudaranya karena kecantikannya. Hingga suatu ketika, datang seorang pangeran yang mencari jodoh. Pangeran mensyaratkan bahwa dia mencari jodoh yang belum pernah dipegang oleh pemuda lain. Semua gadis berusaha menjadi istri pangeran, tetapi ternyata semua gadis sudah pernah dicium oleh Yuyu Kangkang yang menyeberangkan gadis ke pinggir sungai. Hanya Kleting Kuning saja yang menolak untuk dicium. Kleting Kuning yang selama ini selalu dihina, malah terpilih menjadi istri dari pangeran tersebut. Pesan moralnya adalah kejujuran akan berbuah manis.
3. Malin Kundang
Malin Kundang berkisah tentang seorang pemuda yang ingin merantau ke luar daerah. Awalnya ibunya tidak mengizinkan, tetapi Malin Kundang berjanji akan membuat ibunya bahagia jika sudah berhasil saat merantau nanti. Tetapi, saat Malin Kundang diizinkan merantau dan berhasil menjadi pengusaha sukses, Malin Kundang tidak mengakui ibunya karena malu kepada istrinya. Akhirnya, ibu Malin Kundang mengutuk Malin Kundang menjadi sebuah batu.
4. Si Kancil
Kancil menceritakan tentang seekor binatang cerdik yang selalu beruntung dalam kehidupannya. Walaupun kadang suka jahil, tetapi kancil selalu suka menolong sesama binatang yang sedang dalam bahaya. Misalnya saja ketika kancil menolong kerbau yang akan dimakan oleh buaya setelah kerbau tersebut menolong buaya dari kayu yang menindihnya. Ketika si kancil ini sombong, biasanya si kancil ini akan mendapat getahnya. Misalnya saja ketika si kancil bertanding lari dengan keong. Ternyata, kancil kalah dengan keong saat lomba lari karena kesombongannya. Juga ketika kancil sombong dengan menendang orang-orangan sawah yang dibuat oleh petani, akhirnya kancil berhasil ditangkap oleh petani karena ternyata di tubuh orang-orangan sawah tersebut sudah dilumuri getah yang sangat lengket dan tidak bisa dilepaskan oleh kancil.
5. Sangkuriang
Sangkuriang berkisah tentang seorang pemuda yang ingin menikahi ibunya sendiri. Sebenarnya Sangkuriang tidak tahu kalau yang ingin dinikahinya itu adalah ibunya, begitu juga ibunya tidak tahu kalau Sangkuriang adalah anaknya karena mereka sudah berpisah saat Sangkuriang masih kecil. Saat ibu Sangkurian tahu bahwa Sangkuriang itu adalah anaknya, ibu Sangkuriang mengajukan syarat untuk dibuatkan perahu dan telaga dalam waktu satu malam. Sangkurian pun menyanggupi karena mempunyai kesaktian yang luar biasa. Ternyata niat Sangkuriang itu tidak pernah terwujud karena ibunya mengerahkan warga kampung untuk membuat langit seolah sudah pagi hari. Sangkuriang yang marah kemudian menendang perahu dan perahu tersebut menjadi Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat. Pesan moral yang didapat dari dongeng ini adalah niat buruk tidak akan pernah menang melawan kebaikan.
Selain dongeng anak-anak yang disebutkan di atas, banyak lagi dongeng anak yang ada di Indonesia karena hampir tiap propinsi pasti ada lebih dari satu dongeng khas daerahnya. Banyaknya dongeng anak yang ada di Indonesia juga merupakan kekayaan budaya Indonesia. Karena itu, marilah kita lestarikan dongeng anak-anak ini dengan terus mentradisikan kebiasaan mendongeng kepada anak-anak sebelum anak-anak tidur.

