Si Kabayan, Identitas Dongeng Basa Sunda
Ilustrasi dongeng basa sunda
Setiap daerah di Indonesia pasti mempunyai dongeng. Dongeng tersebut biasanya berbahasa daerah yang bersangkutan. Ada dongeng daerah yang sangat terkenal ke seluruh Indonesia sehingga semua orang tahu kalau dongeng itu berasal dari daerah tersebut. Misalnya, dongeng basa Sunda yang berjudul, Si Kabayan. Saking terkenalnya dongeng basa Sunda satu ini, sampai-sampai dibuat begitu banyak versi termasuk versi layar perak dengan berbagai cerita dan judul yang dimainkan oleh banyak artis terkenal ibukota.
Pengertian Dongeng Basa Sunda
Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia khayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Seperti halnya di daerah dan negara lain, di daerah Sunda banyak sekali dongeng yang sangat menarik yang ditulis maupun diceritakan dalam bahasa Sunda atau basa Sunda. Sebenarnya, dongeng lebih condong pada kisah yang penyebarannya melalui lisan dan tidak diketahui pengarangnya (anonim).
Adapun dongeng-dongeng yang dibukukan merupakan dongeng yang dialihmediakan oleh seseorang. Contoh penulis yang sering membukukan dongeng basa Sunda adalah Ajip Rosidi. Namanya pun sudah bergeser menjadi dongeng modern. Apa pun sebutannya, bagi kebanyakan orang, dongeng tetaplah dongeng yang ringan dibaca tetapi sarat makna yang bisa dicerna. Kelucuan yang ada dikisah tersebut memang cukup menghibur. Seperti dongeng Abu Nawas, dongeng basa Sunda yang berjudul si Kabayan juga menampilkan tokoh yang terlihat tidak cerdas dan tidak menarik secara fisik namun mempunyai kecerdasan hati dan pikiran yang luar biasa.
Gaya bertutur dan gaya berbicara si kabayan memang sangat lucu. Perkataannya terkadang tidak masuk akal tetapi bagi Kabayan, hal itu biasa saja. Kabayan sangat lugu tetapi Kabayan juga sangat jujur dan mujur. Penampilannya yang sederhana tak membuat kekasih hatinya, Nyi Iteung, menjauhinya. Apa pun yang terjadi kepada Kabayan, Nyi Iteung tampaknya tidak ambil pusing. Si wanita cantik ini tetap saja mencintai dan menyayangi si Kabayan.
Kisah si Kabayan yang merupakan salah satu dongeng basa Sunda itu telah dikisahkan sejak lama dan hingga kini masih saja terasa dekat di hati. Masyarakat lain yang tidak berbahasa Sunda pun tetap bisa menikmati kelucuan si Kabayan. Jadi bahasa bukanlah satu kendala bagi masyarakat untuk mengerti suatu cerita dongeng.
Tujuan dan Macam-macam Dongeng Basa Sunda yang lain
Dongeng bertujuan untuk memberikan ajaran moral yang baik kepada masyarakat. Ajaran-ajaran tersebut ada yang disampaikan secara tersurat (langsung) maupun secara tersirat (tidak langsung). Dongeng basa Sunda ternyata tidak hanya memiliki kisah si Kabayan yang sudha begitu melegenda. Dongeng basa Sunda juga memiliki jenis dongeng lain yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan si Kabayan.
Si Kabayan memang ngetop karena dipopulerkan oleh berbagai media. Kalau dongeng basa Sunda lainnya dimasyarakatkan melalui berbagai media, sepertinya tidak ada kemustahilan bahwa dongeng dengan bahasa basa Sunda itu akan juga dikenal dan disukai oleh masyarakat Indonesia. Bukankah begitu banyak orang Sunda atau orang yang paham bahasa Sunda yang telah melalang buana hingga ke pelosok negeri. Jadi, kendala bahasa bukan hal utama yang akan menghalangi pemasyarakatan dongeng tersebut.
Dongeng basa Sunda pun banyak macamnya, di antaranya: dongeng fabel (dongeng binatang), yaitu dongeng yang diperankan oleh tokoh-tokoh binatang. Contoh: Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet. Dongeng biasa, yaitu dongeng yang tokoh-tokohnya manusia tetapi tidak mengandung unsur humor. Contoh: Situ Bagendit. Dongeng lelucon, adalah dongeng yang bertujuan untuk menghibur. Isinya disertai dengan humor atau banyolan-banyolan. Contoh: Si Kabayan.
Tokoh-tokoh dalam dongeng Sunda biasanya raja, raksasa, lutung, kelinci, kura-kura, nenek-nenek dan kakek-kakek, putri kahyangan, dan sebagainya.
Dongeng basa Sunda yang paling fenomenal adalah cerita Si Kabayan. Dongeng Si Kabayan termasuk dalam jenis dongeng lelucon. Setiap orang Sunda pasti pernah mendengar dongeng Si Kabayan atau setidaknya pernah mendengar nama Si Kabayan.
Bahasa Sunda yang terdengar eksotis di telinga masyarakat Indonesia yang tidak berbahasa Sunda telah juga mendukung berkembangnya dongeng yang menggunakan bahasa Sunda. Adanya dongeng dengan basa Sunda yang telah disadur menjadi dongeng berbahasa Indonesia juga ikut mengangkat keberadaan dongeng-dongeng dari tanah Pasundan tersebar ke seluruh tanah air. Apalagi kalau dongeng itu dipentaskan.
Para pemain yang berasal dari Bandung dan sekitarnya terkenal dengan wajah mereka yang manis, tubuh yang aduhai dan keberaniannya melakukan apa pun yang telah digariskan oleh skenario, juga membuat ketertarikan orang dengan dongeng berbahasa Sunda ini.
Salah Satu Kisah Dongeng Basa Sunda
Tokoh utama dongeng Si Kabayan adalah Si Kabayan, Nyi Iteung, Abah, dan Ambu. Dalam dongeng ini, terdapat beberapa banyolan yang sering terjadi antara tokoh Si Kabayan dengan Abah. Banyolan itu sebenarnya tidak asal banyolan. Banyolan yang sarat sindiran dan nasihat bagi hidup yang lebih membahagiakan dan kesederhanaan berpikir yang akan membuat hidup memang terlewati dengan lebih mudah.
Perawakan dan penampilan Si Kabayan merupakan potret orang Sunda asli. Penampilannya sangat biasa, bahkan dapat dikatakan sangat berada di bawah tingkat sederhana. Wajahnya biasa saja, baju lusuh, peci miring, berselempang kain sarung, dan tidak pernah memakai alas kaki. Nyeker dalam bahasa Sunda. Si Kabayan benar-benar digambarkan sebagai seseorang yang begitu lugu dan sangat sederhana dalam memandang hidup dan kehidupannya. Kesusahan dilihatnya sebagai sesuatu yang biasa saja dan tidak harus disikapi dengan tangisan dan terikan serta rintihan yang menyayat hati. Bagi Kabayan, semua kesusahan adalah bagian hidup yang pasti ada jalan keluarnya. Tidak mungkin Tuhan membiarkan umat-Nya menderita selalu.
Selain tampilan yang ala kadarnya, watak atau sifat-sifat Si Kabayan hampir tidak ada yang baik. Ia digambarkan sebagai seorang pemalas, tukang tidur, tidak punya malu, berbicara ceplas-ceplos, suka mengejek, suka bercanda, suka menjahili mertua, sering ribut dengan istri, dan sebagainya. Tingkah laku itulah yang membuat Kabayan terlihat sangat membumi. Bahwa dia adalah tokoh yang pemalas, akhirnya menjadikannya tidak berpikir dan bermimpi yang terlalu tinggi karena memang dia malas.
Kata-katanya yang ceplas-ceplos juga membuatnya menjadi tampak lucu. Apa yang dikatakannya memang ada benarnya. Tetapi ganyanya yang lucu dan tidak dibuat-buat membuatnya terlihat lebih lucu. Kabayan malah lebih sering tidak merasa menyindir orang lain. Dia merasa hanya mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya saat itu. Memang bagi orang-orang yang terpelajar dan tahu bagaimana mengaplikasikan ilmu sopan santun, apa yang dilakukan oleh Kabayan, tentunya tidak akan mereka lakukan.
Dalam kisahnya, Si Kabayan mencintai seorang gadis bernama Nyi Iteung, sedangkan Abah (ayah Nyi Iteung) tidak setuju kalau anaknya dinikahi Si Kabayan karena sifat-sifat Si Kabayan yang hampir tidak ada baiknya itu. Tetapi Nyi Iteung mencintai Kabayan dan mau menerima Kabayan apa adanya. Walaupun mereka sering bertengkar, mereka tetap saling mencintai.
Kabayan yang lugu itu memang harus bersyukur mempunyai istri cantik yang cerdas dan mau menerimanya apa adanya. Sedangkan, Nyi Iteung digambarkan sebagai wanita cantik yang banyak disukai oleh laki-laki yang akhirnya menerima Kabayan sebagai suaminya. Dia tampaknya lebih senang bersabar dan terus melatih kesabarannya menghadapi Kabayan daripada menikah dengan laki-laki sempurna yang tidak memberikan tantangan hidup apa-apa. Kebahagiaan seseorang itu memang tak bisa disamakan dengan kebahagiaan orang lain. Ada yang merasa bahagia dengan harta yang berlimpah dan keluarga yang baik. Sebaliknya, ada yang bahagia dengan segala tantangan hidup dan penderitaan serta kerja keras yang harus dilakukannya dalam hidupnya.
Sama seperti kebanyakan para pekerja keras yang akan merasa sakit kalau tidak bekerja, begitu pun si Iteung. Wanita cantik ini belum tentu mendapatkan kebahagiaan bila kisah hidupnya dibuat sangat mudah. Misalnya, ia menikah dengan laki-laki gagah, kaya raya, yang cinta dia. Di atak harus bekerja karena semua pekerjaan dilakukan oleh para pembantu.
Dongeng basa Sunda, Si Kabayan bukan hanya sebatas diceritakan lewat lisan, melainkan ada beberapa dongeng yang dialihmediakan ke dalam film. Pemeran Si Kabayan dalam film adalah aktor senior, Didi Petet, sedangkan Nyi Iteung pernah diperankan oleh almarhumah Nike Ardila.

