logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Cerita Anak

Dongeng Legenda Indonesia


Ilustrasi dongeng legenda

Banyak dongeng legenda atau cerita rakyat Indonesia yang sampai saat ini masih disukai oleh anak-anak.  Pada umumnya cerita ini mengandung muatan pendidikan serta moral yang tinggi. Selain itu alur atau jalan kisahnya juga cukup sederhana sehingga mudah dipahami dan dimengerti oleh anak-anak bahkan yang usianya masih balita sekalipun. Di berbagai daerah di Indonesia, cerita rakyat ini juga sering diangkat ke dalam bentuk drama atau teater serta permainan. Cara ini juga yang membuat cerita itu masih diingat oleh masyarakat hingga sekarang.

Mengangkat Citra Dongeng

Bahkan tidak jarang beberapa stasiun televisi kita juga mengangkat dongeng legenda ini ke dalam bentuk sinetron dan menjadi tontonan favorit bagi pemirsanya. Karena cerita yang dimunculkan memang sudah mendarah daging di hati mereka. Maka tidak mengherankan bila masyarakat sangat tertarik untuk menikmati sajian cerita itu dalam bentuk media yang lain. Meski jalan ceritanya sudah diketahui, hal tersebut tidak menghalangi bagi mereka untuk menyaksikannya sampai tamat.

Cerita yang sudah dimodifikasi dan diberi sentuhan kehidupan modern juga masih disuka. Bahkan bagi masyarakat yang tidak mempunyai kegiatan yang lebih penting dan membutuhkan hiburan, mereka akan menonton acara apa saja yang disuguhkan oleh pihak stasiun televisi. Acara yang tidak mendidik seperti acara yang mengangkat kisah orang-orang yang hidup dengan jalan menjual diri pun masih diterima oleh masyarakat. Tidak heran kalau bangsa Indonesia ini dianggap sebagai bangsa yang paling cukup terbuka untuk masalah pornografi. Tanpa disadari sebenarnya sudah begitu banyak acara yang tidak mendidik.

Hanya karena tidak ada cara lain untuk mendapatkan hiburan yang gratis, masyarakat tetap saja menonton televisi. Untuk anak-anak, acara seperti itu tentu saja sangat mengkhawatirkan. Bila tidak ada kegiatan yang bisa mengalihkan perhatian mereka dari program yang tidak mendidik itu, dikhawatirkan karakter mereka akan sama dengan karakter tidak baik yang mereka tonton. Tentu tidak ada orangtua yang menginginkan anak-anak mereka tumbuh menjadi orang yang hanya tahu meminta uang kepada orang lain tanpa mau bekerja keras.

Dongeng Sebagai Sarana Pendidikan

Tidak ada yang ingin anak-anak itu tumbuh menjadi anak yang tidak tahu bagaimana menghargai kehidupan dan menghormati orangtua dan orang lain yang ada di sekitar mereka. Bayangkan ketika ada tawuran antarwarga dari dua kampung yang berbeda memperebutkan sesuatu yang menurut orang lain tidak penting, bagi mereka sangat penting. Kalau mereka mau sedikit membuka hati, hal itu tidak harus terjadi. Atau ketika ada bentrokan antara polisi dan warga, tidak bisa disalahkan aparat 100%. Warga yang tidak berpendidikan dan tidak terserap oleh lapangan pekerjaan, sering berpikir pendek dan tidak mau tahu yang penting mereka mendapatkan uang untuk membeli rokok atau barang lain yang hanya akan merusak tubuh dan pikiran mereka.

Sangat diharapkan bahwa dongeng atau legenda yang baik ini menjadi santapan anak-anak sehari-hari sehingga karakter mereka akan menjadi baik. Kisah Batu Menangis yang menuturkan seorang anak yang membuat ibunya menjadi pembantunya dan tidak mau membantu menghargai kasih sayang yang telah diberikan ibunya, sangat baik dituturkan kepada anak-anak agar mereka mau menjaga sikap terhadap orangtua. Begitupun dengan kisah Malin Kundang yang durhaka, bisa menjadikan anak-anak merasa bahwa dalam hidup mereka ada orangtua yang harus hargai kerja kerasnya.

Tuhan pun akan marah kepada anak yang tidak tahu bagaimana menghargai orangtuanya. Walaupun kisah itu seolah tidak masuk akal, tiada yang tidak mungkin bagi Tuhan ketika akan mengazab umatNya yang berbuat tidak sesuai dengan tuntunan. Azab yang diturunkan Tuhan pada zaman sekarang mungkin tidak menjadi batu, bisa jadi mereka mendapatkan celaka atau kesulitan hidup yang tiada terperihkan. Walaupun kini dongeng itu seakan termakan zaman, kalau dongeng itu telah diperkenalkan sejak anak-anak masih kecil, kemungkinan mereka memahami maksud dari kisah itu, tentunya akan lebih terasa efeknya.

Contoh dongeng legenda

Berikut ini beberapa contoh dongeng legenda yang sangat terkenal dan sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia.

Joko Tarub

Dongeng atau legenda ini menceritakan seorang pemuda yang bertemu dengan bidadari di suatu telaga. Kemudian bidadari tersebut diangkat menjadi istrinya. Bidadari ini punya suatu rahasia, yaitu bila memasak nasi dia hanya butuh satu tangkai padi saja. Namun setelah matang, setangkai padi tersebut bisa menjadi nasi yang cukup dimakan untuk satu keluarga. Sang bidadari membuat perjanjian dengan Joko Tarub agar tidak membuka tutup panci.

Pada awalnya Joko Tarub menuruti semua persyaratan yang diberikan istrinya. Tetapi ternyata Joko Tarup tidak tahan memendam rasa penasaran. Oleh karena itu, suatu saat Joko Tarub mengetahui rahasia tersebut karena ia menyalahi perjanjian. Dia kaget mengetahui hanya ada sebutir padi di dalam panci. Karena istrinya hanya masak sebutir padi, maka padi yang ada di lumbung tidak pernah berkurang malah terus bertambah.

Apa yang dilakukan oleh Jaka Tarub membuat istrinya marah besar. Hal ini karena rahasianya telah terbongkar dan akibatnya sang bidadari kehilangan kesaktiannya tersebut. Karena tidak lagi sakti, sang bidadari terus mengambil padi dari dari lumbung. Pada akhirnya, padi di lumbung kian habis sehingga sang bidadari menemukan selendang yang dicuri oleh Joko Tarub. Tanpa banyak berpikir panjang, sang bidadari mengenakan selendangnya dan pulang ke nirwana. Joko Tarub tentu sangat sedih dan sangat menyesal karena ia sangat mencintai istrinya itu. Anak mereka pun harus kehilangan ibunya. Menyalahi janji itu akan sangat merugikan. Jangan menyalahi janji. Kalau ingin ada perubahan, bicarakan dan berkompromi lagi sehingga tidak ada yang harus menanggung derita dari penyalahan janji itu.

Malin Kundang

Dongeng yang satu ini juga sangat terkenal terutama di daerah Sumatera. Karena dari pulau itulah cerita rakyat ini berasal. Kisahnya bermula dari seorang anak yang berpamitan serta minta doa restu kepada ibunya ketika mau merantau. Maka ibunya dengan penuh rasa cinta selalu berdoa agar anaknya mendapat kesuksesan ketika pulang nanti. Doa ibu tersebut dikabulkan oleh Tuhan YME. Karena anaknya berhasil menjadi pengusaha yang kaya raya dan ia telah mendapatkan apa yang dicita-citakannya. Ketika Malin Kundang, nama anak itu pulang kampung, tentu ibunya ingin segera bertemu dengannya. Namun ternyata Malin Kundang tidak mau mengakui bila ibu tersebut adalah orangtua kandungnya. Karena merasa sedih dan sakit hati, maka ibu Malin Kundang mengutuk dirinya menjadi batu.

Rasa sakit hati seorang ibu itu begitu berpengaruh kepada anaknya. Tidak boleh seorang anak memperlakukan ibunya sedemikian rupa apapun bentuk fisik dari sang ibu. Sangat menyedihkan menyaksikan seorang anak yang telah dibesarkan dengan kasih sayang tetapi setelah ia dewasa, ia melupakan apa yang telah dilakukan oleh orangtuanya. Permasalahan ini adalah sesuatu yang sangat penting diketahui oleh anak-anak agar mereka tahu bahwa tidak dengan tiba-tiba mereka menjadi besar tanpa bantuan orangtua. Tidak bisa seorang anak memperlakukan orangtuanya tanpa menunjukan rasa hormat apalagi tanpa adanya rasa kasih sayang.

Rara Jonggrang

Kisah ini bermula ketika ada seorang gadis desa yang bernama Rara Jonggrang akan dijadikan istri oleh seorang pangeran. Namun Rara Jonggrang  tidak mau karena dia sudah punya calon suami sendiri. Tapi pangeran tersebut tetap memaksa. Maka Rara Jonggrang mengatur siasat. Dia mengajukan syarat kepada pangeran agar dibuatkan candi sebanyak seribu buah dalam satu malam saja.  Dengan bantuan jin pengikutnya, dalam sekejap sang pangeran mulai membuat candi sebanyak 999 buah. Tapi di tengah malam, Rara Jonggrang menumbuk padi. Mendengar ada suara orang menumbuk padi, maka banyak ayam jantan yang mengira bila hari sudah pagi.

Maka kemudian mereka saling berkokok. Mendengar suara kokok ayam jantan, para jin pembantu pangeran merasa takut dan melarikan diri. Akibatnya pembuatan candi tidak selesai.  Karena merasa dicurangi, akhirnya pangeran marah dan mengatakan bila Rara Jonggrang harus menjadi patung agar jumlah candi yang dibuatnya lengkap menjadi 1000 buah. Maka Rara Jonggrang berubah menjadi patung.  Legenda ini menjadi kisah atau latar belakang Candi Prambanan yang sampai saat ini masih berdiri dengan megah di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cerita Naruto Shippuden, Buka Semua Rahasia
  • Cerita Hewan Bergambar
  • Dongeng Lutung Kasarung Versi Baru
  • Apakah Sindrom Down Itu?
  • Kumpulan Cerita Anak Dunia
  • Dongeng Kancil yang Melenakan
  • Cerita untuk anak shaleh
  • Dongeng Mitos dan Manfaatnya untuk Anak
  • Contoh Cerita Anak Bersifat Mendidik
  • Kumpulan Cerita Anak Bergambar
  • Hikmah di Balik Dongeng Malin Kundang
  • Mengarang Cerita untuk Anak
  • Membacakan Buku Cerita Anak Muslim
  • Bacakan Cerita Kepada Anak Untuk Memberi Petuah Kebaikan
  • Kumpulan Cerita Anak Islam Sebelum Tidur
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA