Dongeng Lutung Kasarung Versi Baru
Ilustrasi dongeng lutung kasarung
Dongeng Lutung Kasarung adalah contoh dongeng yang mempunyai hikmah tersembunyi bahwa kebaikan dan ketulusan hati, pasti akan membawa kebahagiaan. Sama seperti maksud kebanyakan dongeng yang diceritakan oleh orang tua kita semua.
Dongeng dan Anak-anak
Dongeng, memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan anak-anak. Ini berhubungan dengan dunia anak yang memang kaya akan imajinasi. Ya. Dongeng memang merupakan bentuk imajinasi yang terlahir dari banyak faktor.
Maksud terlahir dari banyak faktor adalah, dongeng bisa lahir dari sebuah kebiasaan masyarakat, legenda setempat atau karangan para orangtua yang memiliki tujuan tertentu terhadap anak-anaknya.
Dongeng bisa menjadi salah satu metode mendekatkan diri dengan anak. Cerita ini bisa menjadi metode untuk mengajarkan sesuatu. Dengan pendekatan menggunakan metode dongeng, yaitu sesuatu yang sifatnya digemari anak-anak, ajaran-ajaran yang disampaikan pasti akan lebih mudah untuk ditangkap.
Paling tidak, anak-anak bisa cukup antusias mendengarkan ajaran dari orangtuanya. Mengingat, mendapatkan perhatian anak-anak, apalagi untuk “diajari”, cukup sulit. Sehingga, berbagai metode dibutuhkan untuk ini. Jika bukan Anda yang cerdik sebagai orangtua, lalu, siapa lagi yang akan memberikan “pelajaran” untuk anak-anak?
Anak-anak memang merupakan masa paling tepat untuk menerima segala bentuk pelajaran. Menanamkan nilai-nilai baik yang dikemas dalam bentuk dongeng akan lebih mudah diingat, dan akan diingat dalam waktu yang cukup lama.
Tidak percaya? Anda sendiri sebenarnya adalah bukti. Anda tentu sampai sekarang masih ingat mengenai beberapa dongeng Indonesia yang diceritakan oleh orang tua, baik ayah atau pun ibu, bukan? Dan, cerita itu juga lah yang Anda ceritakan kembali pada anak.
Kisah Lutung Kasarung
Dalam salah satu versi, dongeng Lutung Kasarung berkisah tentang seorang putri raja yang bernama Purbasari. Sang putri mempunyai sifat yang welas asih serta bijaksana dan sabar. Selain juga, sebagaimana umumnya digambarkan tentang sosok putri raja dalam berbagai dongeng, ia memiliki rupa yang cantik dan kulit mulus.
Sayangnya, Purbasari yang merupakan bungsu dari 7 bersaudara, memiliki kakak sulung yang keji dan kejam. Padahal ia adalah pewaris kerajaan mereka. Hal itu membuat sang Raja, ayah mereka, jadi ragu untuk memberikan kekuasaan pada si Kakak yang bernama Purbararang, dan berniat memberikan jabatan sebagai raja pada Purbasari si baik hati.
Dongeng Lutung Kasarung Versi Baru
Dongeng Lutung Kasarung ini terjadi di sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pasir Batang. Kerajaan Pasir Batang memiliki raja bernama Raja Tapa Agung. Beliau memiliki tujuh putri yang semuanya cantik.
Yang paling besar adalah Purbararang, sementara putrinya yang paling kecil bernama Purbasari. Keduanya memiliki perangai yang berbeda. Di antara mereka ada Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik, dan Purbaleuih.
Purbararang adalah seorang putri yang angkuh dan kejam. Berbeda dengan Purbasari yang pendiam, penurut, dan baik hati. Raja Tapa Agung diceritakan sudah cukup tua, tetapi karena tidak memiliki seorang anak lelaki, beliau bingung akan memberikan tahta pada siapa.
Sementara putri sulungnya berperingai tidak baik. Beliau pun kemudian bermimpi didatangi Sunan Ambu. Dalam mimpi, Sunan Ambu menyarankan Raja Tapa Agung untuk memberikan jabatannya pada Purbasari.
Jadi lah Purbasari calon pemimpin kerajaan. Namun, hal tersebut mendapat pertentangan dari Purbararang, meski pun secara diam-diam. Bersama Indrajaya, tunangannya, ia meniupkan racun berwarna hitam dari tumbuh-tumbuhan yang membuat Purbasari menjadi buruk rupa.
Sekujur tubuhnya menjadi hitam. Tidak ada yang mengenalinya, sekali pun ada yang mengenali, tidak ada yang berani bertindak. Purbasari pun diusir ke hutan. Ia diantar oleh Uwak Batara Lengser.
Sementara itu, di kahyangan, Sunan Ambu gelisah melihat putranya, Guruminda, murung. Ketika ditanya, ternyata Guruminda ingin memiliki istri seperti ibunya. Sunan Ambu kemudian mengirim Guruminda ke bumi untuk menemui wanita idamannya, setelah sebelumnya mengubah Guruminda menjadi seekor lutung. Dia lah yang akan menjadi Lutung Kasarung.
Lutung Kasarung tinggal di hutan sebelum bertemu dengan Aki Panyumpit yang gelisah karena tidak mendapatkan hewan untuk persembahan yang diperintahkan oleh Purbararang.
Mengetahui hal tersebut, Lutung Kasarung meminta Aki Penyumpit untuk membawanya ke kerajaan. Sesampainya di kerajaan, Lutung Kasarung membuat onar. Ia tentu tidak akan membiarkan dirinya mati menjadi hewan korban.
Purbasari yang kesal dengan ulah lutung tersebut kemudia meminta Uwang Batara Lengser untuk mengirimnya ke hutan yang sama dengan hutan yang ditempati Purbasari. Tujuannya tentu saja agar monyet tersebut membunuh Purbasari. Diantar lah lutung tersebut ke hutan. Dan ia pun bertemu dengan Purbasari.
Lutung Kasarung dan Purbasari pun berteman dekat. Guruminda yang telah berubah menjadi Lutung Kasarung ini kemudian membuatkan tempat mandi untuk Purbasari, yang dikenal dengan jamban salaka. Bahan-bahan untuk membuatnya didatangkan langsung dari kahyangan. Guruminda juga meminta kepada Sunan Ambu untuk memberikan Purbasari pakaian terbaik.
Purbasari pun membasuh tubuhnya dengan air dari kahyangan, dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati semua boreh yang ada pada tubuhnya menghilang. Kulitnya tidak lagi hitam. Berubah menjadi bersinar.
Pakaian yang dibuat dari awan dan pelangi semakin membuat Purbasari terlihat tampak seperti Sunan Ambu sewaktu belia, begitu yang diucapkan oleh Lutung Kasarung.
Keistimewaan-keistimewaan yang ada di hutan tempat tinggal Purbasari kemudian sampai ke telinga Purbararang. Ia pun menyangka bahwa bangsawan-bangsawan yang ada di Pasir Batang telah membantu Purbasari.
Purbararang pun mencari masalah. Ia menantang adik bungsunya untuk membuat huma seluas 500 depa, dan batas waktunya hingga fajar keesokan harinya belum muncul. Jika gagal, Purbasari akan dipancung.
Mendengar hal itu, Purbasari hanya bisa menangis. Dan melihat hal tersebut, Lutung Kasarung tentu saja tidak diam. Ia meminta Purabasari untuk beristirahat dan tidak usah khawatir. Guruminda menawarkan diri untuk membantunya. Sementara itu Purbararang sudah lebih dulu memerintahkan prajuritnya untuk membuat huma.
Lutung Kasarung meminta pertolongan kepada Sunan Ambu. Diturunkan lah empat puluh pujangga untuk membantu lutung membuat huma di dekat huma milik Purbararang.
Keesokan harinya, Purbararang beserta rombongan, pergi menuju huma dan melihat siapa pemenangnya. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati sebuah huma yang lebih bagus berada di sebelah humanya. Uwak Batara Lengser berteriak bahwa huma ini milik Purbasari.
Tidak hilang akal, Purbararang kemudian menantang adu kecantikan. Ia tidak tahu bahwa Purbasari sudah mulus kembali. Lagi-lagi Purbararang dikejutkan dengan penampilan Purbasari yang luar biasa cantik.
Tidak menyerah, Purbararang kemudian mengusulkan untuk menandingkan panjang rambut serta lingkar pinggang. Lagi-lagi, Purbasari menang, rambutnya lebih panjang dan lingkar pinggangnya lebih kecil.
Sebelum mengalahkan Purbasari, Purbararang tidak kehilangan akal. Ia pun membandingkan ketampanan sang calon suami. Siapa yang lebih tampan menurut prajurit, ia lah yang memenangkan pertandingan.
Purbararang tentu saja membangga-banggakan Indrajaya. Sementara Purbasari? Dengan tulus ikhlas, ia mengatakan pada Lutung Kasarung, bahwa lutung itu lah calon suaminya.
Pernyataan Purbasari mendadak membuat Lutung Kasarung berubah kembali ke bentuk asalnya, Guruminda. Ketampanan dan kegagahannya berhasil membuat siapa pun yang hadir terpana. Purbararang dan Indrajaya lantas memohon ampun dan mengaku kalah.
Semenjak peristiwa itu, Purbasari resmi menjadi pemimpin sekaligus istri dari Guruminda. Rakyat Kerajaan Pasir Batang pun kembali sejahtera.
Dongeng Lutung Kasarung ini mengajarkan bahwa siapa yang serakah, ia yang akan kalah. Bahwa ikhlas akan membawa seorang manusia pada derajat yang paling tinggi. Seperti Purbasari yang ikhlas, ia pun menjadi pemimpin dari sebuah kerajaan.
Tokoh Baik Selalu Kalah Dahulu
Purbasari sebagai tokoh protagonis akhirnya harus dibuang kehutan karena ulah si kakak yang licik. Tubuh Purbasari disiram dengan racun yang membuat kulit dan wajahnya menjadi rusak.
Akhirnya, sesampai di hutan, Purbasari yang kebingungan bertemu dengan seekor kera besar bernama Lutung Kasarung. Si Lutung Kasarung, dengan kebaikan hatinya lantas membantu Purbasari mencari makanan dan membuatkan rumah dalam hutan.
Yang tidak diketahui oleh Purbasari adalah, ternyata Lutung Kasarung adalah seorang anak dewa kayangan yang sedang mencari jodoh di Bumi. Entahlah, mungkin karena di kayangan sudah kehabisan stok makhluk cantik, sehingga si Lutung Kasarung harus jauh-jauh turun ke Bumi mencari jodohnya. Dalam sosok seekor monyet pula.
Happy Ending
Untungnya, pengarang dongeng Lutung Kasarung ini sudah menyiapkan akhir yang bahagia untuk Purbasari, si tokoh baik hati. Di akhir cerita, Purbasari berhasil mengalahkan tantangan kakaknya, Purbararang, untuk tanding kegantengan calon suami masing-masing.
Walau pun awalnya minder dengan calon suaminya yang hanya seekor Lutung Kasarung, namun, akhirnya Purbasari lega karena di saat-saat genting, Lutung Kasarung berubah ke sosoknya yang asli, seorang anak dewa ganteng dan macho berasal dari kayangan. Hikmahnya, seperti dikatakan di awal tulisan ini, bahwa kebaikan pasti akan menang walau pun harus kalah dahulu.

