logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Cerita Anak

Dongeng Mitos dan Manfaatnya untuk Anak


Ilustrasi dongeng mitos
Anda mungkin masih ingat, saat masih kecil, dengan dongeng yang sering diceritakan ibu atau ayah menjelang kita tidur. Ada dongeng mitos dari dunia binatang ataupun dongeng legenda tentang kepahlawanan seseorang. Kisah-kisah yang diceritakan dalam dongeng tersebut seakan masih melekat kuat dalam benak kita meski kita telah dewasa. Terkadang malah kita sangat mempercayai hal itu sehingga menjadi satu keyakinan yang membuat kita terjebak ke dalam kesyirikan yang tidak perlu.

Hati-Hati Dalam Berkisah


Banyaknya dongeng mitos yang beredar di masyarakat dan dikisahkan dari mulut ke mulut, membuat banyak orang berpikir bahwa dongeng itu ada benarnya. Pikiran bahwa mitos itu benar membuat banyak orang tidak ingin melanggarnya. Mereka sangat takut apa yang dikisahkan itu benar adanya dan mereka akan mengalami seperti yang dialami oleh karakter dalam mitos itu. Misalnya, ada mitos yang mengatakan bahwa kalau mau berfoto, tidak boleh tiga orang karena yang tengah akan mati.


Kalau keyakinan itu bukan mitos karena semua orang pasti mati. Tetapi kalau keyakinan itu membuat orang tidak mau berdiri atau duduk di tengah atau bahkan mengajak orang lain untuk berfoto hingga menjadi empat orang atau mengurangi jumlah yang akan difoto hingga hanya dua orang, hal ini yang dilarang. Secara logika, rasanya tidak mungkin hanya karenan berfoto tiga orang, lalu akan ada musibah yang menimpa orang yang ada di tengah-tengah. Sungguh sesuatu yang tidak boleh dipercaya.


Mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil itu tidak boleh membawa benda tajam seperti jarum, gunting, silet, dan benda tajam lainnya kalau bepergian juga terdengar tidak masuk akal. Tidak perlu merasa takut dengan segala hal yang akan menimpa kita karena ketika takdir itu memang akan terjadi, yang bisa dilakukan adalah bersandar diri kepada Yang Kuasa dan tidak membahasnya hingga mengaitkannya dengan segal mitos.


Pada saat Rasulullah kehilangan anaknya, Ibrahim, yang baru berusia 5 tahun, orang mengaitkan kematian itu dengan gerhana matahari yang sedang berlangsung. Rasulullah langsung meluruskan hal itu dengan mengatakan bahwa gerhana matahari itu adalah satu peristiwa alam yang biasa saja dan tidak boleh dikaitkan dengan segala sesuatu yang terjadi pada manusia. Ketika ada mitos yang mengatakan kalau gerhana matahari itu terjadi karena matahari dimakan oleh raksasa, lalu untuk menakut-nakuti sang raksasa, manusia harus menabuh berbagai bebunyian dan wanita yang hamil harus bersembunyi, rasanya, mitos ini sangat berlebihan dan tidak perlu dipercaya.


Begitu juga dengan kisah para Wali Songo yang sering dikisahkan mempunyai berbagai karomah dengan kesaktian dan lebihan yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. Padahal kalau ditelusuri dengan baik, maka apa yang dilakukan oleh para Wali Songo itu sangat masuk akal. Misalnya, suatu ketika salah seorang Wali Songo itu melihat seseorang yang berusaha menyeberangi sungai tetapi selalu gagal. Setiap kali ia telah sampai di tengah, orang itu akan kembali ke tepian. Ketika orang itu ditanya, ia mengatakan kalau ia ingin bisa berjalan di air sehingga bisa menyeberangi sungai dengan mudah.


Ia telah berlayih selama 12 tahun. Tentu saja sang Wali merasa sangat kasihan dengan orang itu. Tetapi orang itu malah menghardiknya. Tetapi ketika ia melihat sang Wali bisa menyeberangi sungai dengan mudah seolah berjalan di air, orang itu baru paham bahwa orang yang menegurnya itu bukan orang sembarangan. Padahal sang Wali menggunakan rakit dari bambu dan seolah terlihat berjalan di air. Tidak ada yang istimewa bila dilihat dengan kaca mata zaman sekarang. Tetapi coba bayangkan apa yang dipikirkan oleh orang yang berlatih meringankan tubuh tadi. Ia mengira hal itu sangat menakjubkan.


Dari kisah ini, sebenarnya, apa yang dilakukan oleh Wali Songo itu sangat masuk akal. Tetapi karena orang zaman itu memandangnya secara berlebihan hanya karena pengetahuan mereka yang belum bisa memikirkan apa yang dilakukan oleh para Wali Songolah yang membuat seolah-olah para Wali Songo itu mempunyai kesaktian. Hebatnya lagi, berbagai kehebatan itu dianggap sebagai mitos yang bisa  dipelajari dengan cara bertapa dan tidak melakukan amalan secara semestinya yang telah dilakukan oleh para Wali Songo.


Tentu sesuatu yang tidak mungkin terjadi ketika seorang Wali bertapa tanpa makan, tanpa minu, dan tanpa sholat. Tidak mungkin seorang muslim sejati itu akan bertapa agar mendapatkan kesaktian. Dari awal Islam dibawa oleh Rasulullah, semua ajaran Islam itu masuk akal dan bisa dilogikakan. Kalaupun Allah Swt memberikan kelebihan pada seseorang yang sangat alim, tentunya hal itu adalah satu karomah yang tentu saja tidak bisa dipelajari ataupun diturunkan.


Tidak ada benda atau jimat yang bisa membuat orang sakti tanpa bisa disentuh oleh senjata tajam atau tidak terbakar api. Rasulullah saja pernah terlukan hingga giginya tanggal. Seorang Nabi yang sangat dicintai oleh Allah Swt, yang pasti masuk surga, yang terjaga dari segala dosa, masih menjadi seperti manusia kebanyakan, mengapa manusia biasa mau menjadi sakti. Kalau ada manusia seperti itu, artinya ia telah bermain-main dengan dunia klenik dan berteman dengan jin jahat. Ia telah masuk ke alam kesyirikan yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim yang baik yang hanya berusaha mendapatkan ridho Allah Swt.


Dengan demikian, orangtua yang masih ingin memberikan kisah dongeng sebagaio sarana mmebentuk karakter anak, harus berhati-hati. Jangan sampai maksud baik itu malah akan membuat anak takut atau malah membuat anak menjadi orang yang melakukan kesyirikan tanpa ia sadari. Ada baiknya berkisah dengan kisah yang pasti baik seperti kisah para nabi dan sahabat Rasulullah. Ada banyak kisah yang tak akan habis kalau dikaji. Mulai dari kisah kepahlawanan hingga pengabdian yang tiada henti.

Dongeng yang Terlupakan


Ditengah kesibukan pekerjaan maupun mengurus rumah tangga, saat ini sudah sangat jarang terdengar para orang tua yang mendongengkan sesuatu kepada anak-anaknya. Kebiasaan mendongeng seakan tenggelam seiring perkembangan jaman yang katanya makin canggih dengan daya rasionalitas manusia yang makin tinggi. Akibatnya, dongeng pun akhirnya sekedar dianggap membuang waktu dan tak ada manfaatnya buat anak-anak.


Sebagai sebuah kisah fiktif, cerita dongeng bisa diambilkan dari berbagai sumber. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan kemampuan orang tua atau ibu untuk mendongengkannya kembali kepada anak-anaknya. Ada kisah yang diambilkan dari sejarah kepahlawanan nasional, dari legenda cerita rakyat yang pernah pernah terjadi, maupun dari berbagai mitos.


Dongeng mitos merupakan dongeng yang mengambil cerita atau kisah lama dari dunia lain yang dianggap pernah benar-benar tejadi, meskipun sulit dibuktikan adanya. Mitos agak berbeda dengan legenda yang biasanya dihubungkan dengan kisah yang diyakini pernah terjadi, seperti legenda Sangkuriang, ataupun yang lainnya. Dibandingkan legenda, mitos umumnya dikaitkan dengan sesuatu yang agung dan suci.


Banyak mitos yang pernah hidup dalam masyarakat kita dan dianggap benar-benar pernah terjadi dan mengispirasi masyarakatnya. Diantaranya seperti mitos tentang Dewi Sri sebagai dewa yang melindungi tanaman padi, mitos tentang asal mula dunia binatang, dan sebagainya. Namun sebagai sebuah dongeng, kisah dalam mitos umumnya telah mengalami modifikasi yang disesuaikan dengan muatan nilai yang ingin disampaikannya.

Manfaat Dongeng


Sebagai sebuah kisah yang penuh imajinasi, dongeng sebenarnya sangat bermanfaat untuk membantu tumbuh kembang anak. Dalam hubungannya dengan dongeng, perkembangan anak-anak secara garis besar dapat dipilah antara periode batita atau dibawah 5 tahun, pra sekolah, dan masa sekolah. Pada masa atau periode ini, rangsangan melalui dongeng akan sangat membantu anak mengenal dunia secara lebih luas.


Anak-anak yang masih berusia antara 1 hingga 3 tahun, selain perkembangan motoriknya yang cukup dominan juga sedang berproses dalam mengoleksi kata-kata, kalimat, serta mengumpulkan berbagai pengalaman baru. Pengalaman bisa berasal dari realitas social d sekitarnya maupun dari cerita dan dongeng imajinatif yang diperolehnya. Tahap ini sering diistilahkan sebagai tahap eksplorasi anak terhadap berbagai hal.


Begitu juga dengan anak-anak pra sekolah atau antara 3 hingga 6 tahun maupun masa sekolah awal, mengalami perkembangan otak yang pesat. Melalui dongeng mitos, anak-anak bukan saja mendapatkan hiburan, namun juga dapat menyerap berbagai pengalaman baru melalui rangsangan imajinasinya. Bahkan melalui muatan nilai dari kisah dongeng, anak-anak pun mengenal dan menyerapnya sebagai proses internalisasi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Manfaat Dongeng Lucu Bagi Anak
  • Bacakan Cerita Kepada Anak Untuk Memberi Petuah Kebaikan
  • Putri Mandalika; Dongeng Nusantara Yang Terlupakan
  • Mengarang Cerita untuk Anak
  • Dongeng Nyi Roro Kidul, Mitos atau Nyata?
  • Contoh Cerita Anak Bersifat Mendidik
  • Kumpulan Cerita Anak Dunia
  • Cerita Naruto Shippuden, Buka Semua Rahasia
  • Kumpulan Cerita Anak Islam Sebelum Tidur
  • Cerita Hewan Bergambar
  • Dongeng Legenda Indonesia
  • Cerita untuk anak shaleh
  • Majalah Bobo Teman Bermain dan Belajar Anak
  • Dongeng Kancil yang Melenakan
  • Dongeng Lutung Kasarung Versi Baru
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA