logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Dongeng Anak

Dongeng Tangkuban Perahu dari Jawa Barat


Ilustrasi dongeng tangkuban perahu

Di wilayah jawa barat terdapat gunung yang namanya ialah gunung tangkuban perahu. Bila dilihat dari kejauhan gunung tersebut sangat mirip dengan perahu yang dalam keadaan terbalik. Walaupun sunung ini termasuk dalam gunung yang masih aktif namun juga di jadikan sebagai tempat wisata bagi banyak orang baik dari dalam kota maupun dari luar kota. Dengan naik kendaraan bermotor Anda bisa gunakan sebagai cara dalam menempuh wisata gunung ini yang mungkin salah satu dari sekian banyak yang ada di dunia.

Sangkuriang

Asal usul dari cerita tangkuban perahu. Banyak Dongeng Tangkuban Perahu yang ada di masyarakat luas. Ini adalah salah satu versi dari dongeng mengenai tangkuban perahu.

Pada zaman dahulu kala tanah parahyangan mempunyai pimpinan yaitu salah seorang raja. Raja tersebut mempunyai nama yaitu Raja Sungging Perbangkara. Alkisah pada saat itu dia bersama para pengawal yang berasal dari kerajaan mengadakan kegiatan berburu.

Sang raja bersama pengawalnya pergi menuju hutang untuk segera melakukan kegiatan memburu. Namun tiba-tiba sang raja sungging merasakan ingin membuang air kecil. Karena di hutan tidak terdapat toilet daun caring atau keladi hutan dipakai raja sungging untuk menampung air kencing yang dia keluarkan. Ternyata air yang tadi raja sungging tamping diminum oleh babi yang ada di hutan itu dia ingin berubah seperti manusia dengan melakukan pertapaan.

Bila di singkat cerita dari ongeng mengenai tangkuban perahu ini Seekor babi yang ada di hutan tadi yaitu wayungyang ternyata hamil lalu melahirkan anak perempuan yang sangat cantik. Ayahnya dari bayi perempuan ini membawanya ke keratin serta memberikan nama kepada bayi cantik ini Rarasati atau di sebut juga Dayang Sumbi.

Beribu-ribu tahun yang lalu di ceritakan dalam dongeng mengenai tangkuban perahu ini tanah parahyangan mempunyai pimpinan seorang ratu serta seorang raja. Mereka mempunyai buah hati yang parasnya sangat cantik yang bernama Dayang sumbo. Bukan hanya cantik saja dia juga mempunyai otak yang cerdas namun ada satu sikap yang kurang disukai yaitu manja.

Diceritakan bahwa pada siang hari dayang sumbi sedang ada di halaman istana, dia sedang melakukan kegiatan menenun. Namun tidak tahu karena sebab  apa dayang sumbimerasa pusing sehingga membuat badannya lemas.

Bahkan pintalan benang yang sedang di pegangnya berkali-kali lepas dari genggamannya hingga jatuh ke lantai. Namun lama kelamaan dayang sumbi merasa kesal saat pitalan benang itu jatuh terus menerus. Karena kesal yang timbul sampai-sampai membuat dayang sumbi engeluarkan kata-kata dari mulutbya yang berisikan sebuah sumpah. Yang isinya bila ada yang mau mengambil pintalan benag yang jatuh itu di lantai mau sapapun dia bagaimana pun dia akan menikah dengan dayang sumbi.

Baru saja dayang sumbi selesai mengucapkan isi sumpahnya itu. Tiba-tiba ada yang mengambilkan dayang sumbi pintalan benang yang jatuh tadi ternyata itu adalah seekor anjing. Tumang adalah nama dari seekor anjing yang tadi itu. Karena sumpah memang harus dijalani oleh dayang sumbi bagaimana pun itu walau seekor anjing dayang sumbi akhirnya menikah dengan anjing itu.

Ada sebuah kisah legenda mengenai gunung ini yang sangat terkenal. Yaitu Dongeng Tangkuban Perahu. Pada zaman dahulu, dikisahkan seorang putri raja di tanah Pasundan bernama Dayang Sumbi.

Ia memiliki seorang anak lelaki yang diberi nama Sangkuriang. Bocah ini berbadan sehat, tampan, dan senang berburu ke hutan. Dalam cerita Dongeng Tangkuban Perahu Sangkuriang kerap berburu ditemani anjing kesayangannya, si Tumang. Si bocah tidak tahu bahwa si Tumang adalah ayahnya yang tak lain titisan dewa.

Pada suatu hari, Sangkuriang belum juga mendapat buruan hewan satu pun meskipun hampir seharian di hutan. Ketika ada seekor babi melintas, Sangkuriang memerintah si Tumang untuk mengejar. Namun, anjing itu diam saja meski diperintah berkali-kali. Sangkuriang tidak tahu bahwa babi itu adalah leluhurnya.

Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Dalam Dongeng Tangkuban Perahu Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Ia sangat kesal, lalu membunuh si Tumang.

Ketika pulang, Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, Sangkuriang tidak berani mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya.Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya, dayang Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.

Dalam Dongeng Tangkuban Perahu Dayang Sumbi memasak daging yang dikira Dayang sumbi adalah daging rusa rusa hasil buruan Sangkuriang. Namun dayang sumbi heran Sangkuriang pulang hanya seorang diri. Dayang sumbi menanyakan keberadaan tumang kepada sangkuriang. 

Namun karena sang ibu yaitu Dayang sumbi terus mendesak  akhirnya sangkuriang menceritakan pengalamannya hari itu kepada ibunya.

Dayang Sumbi sangat marah mendengar cerita itu. Dipukulnya kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang sedang dipegangnya. Dalam Dongeng Tangkuban Perahu Sangkuriang terluka hingga berdarah, bahkan hingga kehilangan ingatannya.

Ia pun pergi meninggalkan ibunya untuk mengembara.Sangkuriang dengan kesedihannya akhirnya pergi mengembara mengelilingi dunia.

Di Dongeng Tangkuban Perahu Dayang Sumbi sangat menyesal atas perbuatannya. Ia kemudian rajin bertapa dan mendoakan agar anaknya selamat. Pada suatu saat, dalam Dongeng tangkuban Perahu Dayang Sumbi mendapat karunia dari para dewa, yakni akan memiliki kecantikan abadi. Ia akan kelihatan tetap remaja dan cantik jelita.

Dua Syarat

Bertahun-tahun lamanya diceritakan dalam Dongeng Tagkuban Perahu Sangkuriang mengembara. Setelah sekian lama berjalan ke arah timur, akhirnya sampailah dia ke arah barat lagi dan tanpa disadarinya, dia telah tiba kembali di kampung halamannya, tempat ibunya berada. Kampung halamannya sudah sangat berubah, hingga dia tidak mengenalinya lagi.

Di sana, ia berjumpa dengan seorang gadis yang cantik jelita. Ia terpesona dan jatuh cinta, lalu melamarnya. Sangkuriang tidak tahu bahwa gadis itu adalah Dayang Sumbi, ibu kandungnya. Di pihak lain, Dayang Sumbi pun terpesona karena pemuda itu sangat tampan.

Pada suatu hari, Sangkuriang berniat untuk berburu di hutan. Sebelum berangkat, ia minta Dayang Sumbi merapikan ikat kepalanya. Betapa terkejut Dayang Sumbi ketika melihat ada bekas luka di kepala pemuda itu.

Bentuk luka itu sama persis dengan luka anaknya yang pergi bertahun-tahun lalu. Ia kemudian sadar bahwa wajah pemuda itu mirip sekali dengan wajah anaknya.

Dayang Sumbi sangat bingung sekali, karena dia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Setelah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi mencoba berbicara kepada Sangkuriang, supaya Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan mereka.

Permintaan Dayang Sumbi tersebut spontan ditolak Sangkuriang, dan hanya dianggap angin lalu saja olehnya. Dayang Sumbi terus berusaha menjelaskan kesalahpahaman hubungan mereka. Walau demikian, Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya.

Dayang Sumbi ketakutan. Pernikahan antara dia dan Sangkuriang tak boleh terjadi. Karena itu, ia berupaya mencari cara untuk menggagalkannya. Dayang Sumbi pun mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi Sangkuriang.

Pertama, membangun waduk dengan membendung Sungai Citarum. Kedua, membuat sebuah perahu besar untuk berlayar di waduk itu. Kedua syarat itu harus dipenuhi dalam semalam, sebelum fajar.

Kain Merah

Dengan kesaktiannya, dan bantuan makhluk-makhluk gaib temannya, Sangkuriang bekerja keras memenuhi permintaan Dayang Sumbi. Diam-diam, Dayang Sumbi pun menyaksikan proses pekerjaan tersebut.

Ia khawatir karena tampaknya Sangkuriang akan bisa memenuhi persyaratan yang ia minta. Karena itu, ketika pekerjaan Sangkuriang hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan kepada orang-orangnya untuk membentangkan kain sutra merah di sebelah timur.

Ketika melihat warna merah di ufuk timur, Sangkuriang menduga hari sudah hampir pagi. Ia marah sekali karena, dengan begitu, ia gagal memenuhi permintaan Dayang Sumbi.

Dengan kesaktiannya yang luar biasa dalam Dongeng Tangkuban Perahu diceritakan , Sangkuriang menjebol bendungan yang hampir selesai dibuatnya. Maka, banjir besar pun melanda seluruh wilayah itu.

Sangkuriang lantas menendang perahu besar yang juga hampir selesai. Perahu itu melayang jauh dan jatuh terbalik di sebuah tempat, yang kemudian menjadi gunung yang akhirnya dinamai Tangkuban Perahu. 

Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.

Sesuai dengan fakta geologi, Legenda Sangkuriang maka terciptanya Danau Bandung dan Gunung Tangkuban Parahu. Penelitian geologis mutakhir menunjukkan, bahwa sisa-sisa danau purba sudah berumur 125 ribu tahun. Danau tersebut mengering 16.000 tahun yang lalu.

Telah terjadi dua letusan Gunung Sunda purba dengan tipe letusan Plinian masing-masing 105.000 dan 55.000-50.000 tahun yang lalu. Letusan Plinian kedua telah meruntuhkan kaldera Gunung Sunda purba, sehingga menciptakan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang (disebut juga Gunung Sunda), dan Gunung Bukittunggul.

Sangat mungkin, bahwa orang Sunda purba telah menempati dataran tinggi Bandung dan menyaksikan letusan Plinian kedua yang menyapu pemukiman sebelah barat Citarum (utara dan barat laut Bandung) selama periode letusan pada 55.000-50.000 tahun yang lalu, saat Gunung Tangkuban Parahu tercipta dari sisa-sisa Gunung Sunda purba.

Masa ini adalah masanya Homo Sapiens, mereka telah teridentifikasi hidup di Australia selatan pada 62.000 tahun yang lalu, semasa dengan Manusia Jawa (Wajak) sekitar 50.000 tahun yang lalu.

Semoga Dongeng Tangkuban Perahu ini bisa jadi referensi Anda sebagai bahan cerita untuk Anak Anda .

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cerita Rakyat Keong Mas yang Sarat Makna
  • Buku Cerita Dongeng Binatang Bergambar dan Manfaatnya
  • Dongeng Rakyat Sumber Pendidikan Anak
  • Alternatif Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur bagi Putra Putri Anda
  • Mengenalkan Pendidikan Karakter Melalui Dongeng Snow White
  • Ksatria Baja Hitam dan Rescedulling Waktu Anak
  • Manfaat Fabel Bergambar Bagi Anak
  • Dongeng tentang Kelinci dan Kura-Kura
  • Kumpulan Cerita Dongeng Anak yang Terkenal
  • Folklor Dongeng Kancil dan Buaya
  • Aneka Ragam Wallpaper Disney
  • Anak Cerdas dan Imajinatif dengan Kumpulan Dongeng Bobo!
  • Manfaat Cerita Dongeng Rakyat Sebelum Tidur
  • Dongeng Abu Nawas
  • Hikmah Di Balik Dongeng Rakyat Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA