logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Dongeng Anak    Dongeng Timun Emas

Penanaman Karakter Melalui Dongeng Timun Emas

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Dongeng Timun Emas adalah salah satu dongeng yang terkenal di Indonesia. Untuk menjejak asal muasal dongeng timun emas ini, akan menemukan ada berbagai versi. Dongeng ini tumbuh dan berkembang sebagai bentuk pembelajaran kepada anak-anak.

Dengan dongeng ini, maka diharapkan tertanam secara permanen berbagai nilai positif  yang terdapat dalam cerita. Negeri ini memang mempunyai banyak nilai positif yang ditanamkan dalam berbagai cerita yang arahnya untuk menjaga agar pola kehidupan tetap mencerminkan bangsa yang beradab.

Sejak kecil Anda pasti sudah mengenal dongeng timun emas ini. Bahkan, dongeng tersebut merupakan teman pengantar tidur. Setiap malam ibu atau nenek  tiada bosannya menceritakan dongeng timun emas ini hingga tanpa terasa rasa kantuk hadir. Pada awalnya hanya merasa asyik dan terhibur pada saat ibu atau nenek mulai bercerita. Cara mereka bercerita sungguh sangat menarik sehingga tiada jemu-jemunya meminta ibu atau nenek mengulang cerita.

Negeri kita memang sangat kaya akan cerita atau dongeng rakyat. Cerita atau dongeng ini sebenarnya bukan sekadar dongeng sebab di balik atau di dalam isi dongeng tersebut sebenarnya terdapat banyak sekali nilai positif kehidupan. Nilai positif kehidupan inilah yang sebenarnya ingin disampaikan sehingga setidaknya eksistensi sebagai bangsa yang beradab benar-benar nampak sebagai ciri khasnya. Termasuk dalam hal ini dongeng timun emas.

Pada awalnya, harus diakui bahwa ketertarikan terhadap dongeng timun emas semata-mata karena gaya penceritaan yang begitu menarik dari ibu atau nenek. Mereka begitu antusias menyampaikan isi cerita dan selalu menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan, walaupun pada saat itu ada di tengah-tengah cerita. Dan, setelah anak puas mendengar jawaban, maka mereka melanjutkan cerita hingga tuntas. Jika cerita sudah selesai tetapi anak belum juga tidur, maka tidak segan-segan mereka menceritakan lagi.

Mengadaptasi Karakter Tokoh Cerita

Seperti yang diketahui, semua cerita yang terdengar sejak kecil, termasuk dongeng timun emas sebenarnya merupakan cerita pembentukan karakter anak. Setiap cerita atau dongeng yang didengar para tokohnya mewakili karakter tertentu. Ada tokoh dengan karakter positif, tetapi ada juga yang negatif. Dalam konteks ini, diharapkan agar mengadaptasi karakter positif sang tokoh dan mengabaikan karakter negatif yang ada.

Penanaman karakter melalui dongeng memang dianggap yang paling efektif sebab dongeng begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan sikap dan sifat anak-anak yang serba ingin tahu, maka penceritaan yang menarik menjadikan anak-anak terus mencari tahu setiap hal yang terjadi dalam dongeng tersebut.

Begitu juga halnya ketika kita mendengar dongeng timun emas, maka pada saat itulah berbagai pertanyaan muncul terkait dengan segala karakter dan kejadian yang menimpa tokoh yang diidolakan atau yang menjadi judul dongengnya.

Tidak heran jika anak-anak dari generasi dahulu mempunyai sifat-sifat lebih baik daripada anak-anak jaman sekarang. Anak-anak jaman dahulu setiap saat mendengarkan dongeng dengan penjelasan yang lengkap tentang hal-hal yang harus dicontoh dan yang harus dihindari. Sementara anak-anak sekarang jarang yang mendengarkan dongeng yang berkarakter seperti ini. Mereka sibuk dengan film-film kartun yang jika ditelaah banyak unsur negatifnya, misalnya sinchan yang terkenal sebagai film anak nakal dan sebagainya.

Sementara dongeng timun emas untuk jaman sekarang sudah hilang dari peredaran. Akibatnya, proses adaptasi karakter tokohnya berbeda. Jika anak jaman dahulu karakter tokoh yang diadaptasi adalah tokoh positif dengan pendampingan orangtua, maka pada jaman sekarang anak-anak mengadaptasi karakter tokoh yang kurang baik, setidaknya kurang sesuai dengan karakter bangsa besar ini.

Membangun Generasi Berkarakter

Selama ini yang menjadi permasalahan dalam kehidupan masyarakat adalah hilangnya karakter anak bangsa. Anak-anak telah kehilangan karakter dasarnya sebagai bangsa yang besar dan mempunyai peradaban tinggi dengan pola kehidupan sosial yang tertata.

Hal ini karena anak-anak lebih suka mengikuti cerita cerita berbasis bangsa lain, misalnya Jepang, Amerika, bahkan terakhir film produksi Malaysia juga menjadi idola bagi anak-anak. Padahal karakter tokohnya sama sekali tidak mencerminkan karakter dasar bangsa ini, sebagaimana karakter yang ada di dalam dongeng timun emas.

Memperhatikan kondisi yang terjadi, maka seharusnya perlu disadari pentingnya dongeng tradisional yang selama ini telah terabaikan dan menggantikannya dengan cerita bangsa lain yang belum tentu cocok dengan karakter bangsa. Sementara itu hal paling pokok yang harus diperhatikan adalah karakter anak bangsa yang kelak menjadi para pemimpin bangsa ini.

Dongeng-dongeng semacam dongeng timun emas seharusnya dijaga dan dilestarikan sehingga pembentukan karakter anak bangsa tetap berjalan sebagai tanggungjawab terhadap penciptaan kondisi kehidupan yang lebih baik.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengenalkan Pendidikan Karakter Melalui Dongeng Snow White
  • Asyiknya Mencari Buku Dongeng Anak
  • Alternatif Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur bagi Putra Putri Anda
  • Dongeng 7 Bidadari dari Dua Pulau yang Berbeda
  • Dongeng Rakyat, Dari Tujuan Hingga Trik Menceritakannya
  • Bahaya Dongeng Peri
  • Cerita Rakyat Keong Mas yang Sarat Makna
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA