Kontroversi Seputar Download Movie
Ilustrasi download movie
Tidak dapat dipungkiri keberadaan internet mau tidak mau telah menciptakan kebiasaan baru bagi masyarakat yang 'melek' teknologi. Beragam kebiasaan dan aktivitas dunia maya seolah menjadi hal menarik untuk terus dilakukan. Sebagai contoh, sebut saja aktivitas download movie terbaru, bersosialisai lewat jejaring sosial, dan beragam aktivitas baru lainnya.
Ya, begitu banyak aktivitas baru yang bisa dijalani dalam dunia maya dan kesemua aktivitas tersebut sangatlah mengasyikkan. Oleh karena sangat banyaknya aktivitas mengasyikan yang bisa dilakukan dalam dunia maya, maka dalam artikel kali ini penulis akan membatasi pembahasan mengenai aktivitas dunia maya di seputar download movie saja.
Pentingnya membatasi bahasan dunia maya ini bukan berarti penulis malas atau tidak ingin berbagi pengetahuan, melainkan karena ketidakcukupan “ruang” jika harus mengulas aktivitas dunia maya ini satu per satu dalam sebuah artikel.
Untuk itu, perlu kiranya penulis membatasi pembahasan di seputar aktivitas download movie saja. Selain agar bisa lebih fokus dalam memberikan bahasan, tentu saja agar penulis bisa memberikan banyak informasi bermanfaat mengenai bahasan aktivitas download movie ini.
Seputar Download Movie
Beberapa dekade lalu, sebelum internet booming dan belum menjamurnya aktivitas download movie, para penikmat movie harus mengeluarkan cukup banyak uang untuk bisa menonton movie terbaru yang dirilis di pasaran. Ya, penikmat movie harus rela antre untuk mendapatkan tiket bioskop yang akan memutar movie terbaru. Selain itu, penikmat movie pun harus rela ke luar rumah untuk bisa menyaksikan pertunjukan dalam movie terbaru tadi.
Jika ingin menyaksikan di rumah dan tidak mau antre, penikmat movie sebenarnya bisa saja membeli movie terbaru tadi yang dikemas dalam bentuk CD atau DVD. Namun sayang, kemunculan movie terbaru dalam kemasan CD atau DVD biasanya terpaut oleh rentang waktu yang cukup lama, sekitar 1-2 bulan setelah movie versi bioskopnya selesai diputar. Sungguh waktu yang sangat timpang jika dibandingkan dengan aktivitas download movie yang sekarang sangat digemari.
Ya, jika dulu penikmat movie baru bisa menikmati movie terbaru di rumah setelah 1-2 bulan sejak penayangan di bioskop, maka tidak demikian saat ini. Aktivitas download movie memungkinkan penikmat movie untuk menikmati movie terbaru di rumah dalam rentang 1 hari atau satu minggu sejak penayangannya diputar di bioskop. Bahkan, ada juga movie terbaru yang justru bisa dinikmati lebih cepat sebelum penayangan di bioskop dimulai.
Aneh? Jangan dulu beranggapan seperti itu. Kita semua sudah tahu, sebagian besar movie terbaru yang ditayangkan bioskop tanah air adalah movie-movie buatan luar negeri, terutama Hollywood. Jadi, karena beberapa hal, sejak penanyangan perdananya di Amerika sana, butuh waktu sekitar 1-2 bulan hingga movie terbaru itu bisa masuk ke tanah air. Lain cerita dengan aktivitas download movie yang tidak terkendala hal apapun.
Satu hari sejak movie terbaru dirilis dan ditayangkan di bioskop Amerika, selalu saja ada orang, lebih tepatnya oknum yang juga menyebarluaskan movie tersebut ke dalam dunia maya. Mereka menguplod file movie tersebut ke berbagai website yang memang memperbolehkan. Bahkan dengan sengaja menyediakan link download movie terbaru untuk dinikmati pengguna internet di seluruh dunia.
Jadi, dengan adanya aktivitas download movie ini, jangan heran jika banyak penikmat movie bisa lebih dulu menyaksikan movie terbaru yang didapat dari dunia maya ketimbang menyaksikan movie terbaru itu di bioskop.
Download Movie - Perbuatan Ilegal yang Terkesan Legal
Sebenarnya, semua pihak mungkin sepakat jika yang namanya aktivitas download movie adalah suatu kegiatan yang ilegal dan bertentangan dengan hukum. Ya, ilegal dan bertentangan dengan hukum karena aktivitas download movie ini sudah tergolong kepada kasus pembajakan dan pelanggaran lisensi serta hak cipta.
Namun, hukum sepertinya sangat sulit menindak kasus-kasis ilegal dalam dunia maya seperti download movie ini, mengingat internet adalah fasilitas umum yang bisa dinikmati seluruh masyarakat dunia. Hukum tidak mungkin menindak satu per satu individu yang melakukan aktivitas download movie mengingat banyaknya pelaku “pelanggaran” ini di seluruh dunia.
Sebagai contoh, lihat saja hukum di Indonesia yang hanya mampu memberikan seruan serta imbauan untuk menghentikan aktivitas download movie ini tanpa bisa melakukan hal apa-apa. Bayangkan saja, bagaimana cara hukum Indonesia menindak pelaku pelanggaran ini, terlebih Indonesia itu termasuk ke dalam 10 besar negara dengan peringkat penggunaan internet terbesar di dunia.
Download Movie - Dari Nawala Project hingga SOPA PIPA
Terlanjur sulit memberantas aktivitas ilegal seperti download movie dan lagu, pemerintah telah membuat beberapa program pemblokiran yang dimaksudkan untuk menghentikan kasus pembajakan. Di Indonesia, misalnya. Melalui Nawala Project-nya, pemerintah telah berupaya menghapus pembajakan dengan memblokir situs-situs yang menyediakan konten pornografi dan menyediakan link-link download movie atau lagu yang menyalahi aturan.
Namun, apa yang terjadi? Semakin keras pemerintah berupaya menghentikan aktivitas download movie dan download konten-konten lain yang ilegal, semakin besar pula perlawanan yang diterima pengguna internet.
Akhirnya, meski ada beberapa situs yang menghentikan aktivitas ilegalnya, ternyata masih banyak pula situs-situs atau website yang masih bertahan. Ya, bisa dikatakan jika Nawala Project ini telah gagal menjalankan tugasnya.
Setali tiga uang dengan pemerintah Indonesia, pemerintah Amerika melalui kebijakan yang diserukan langsung oleh presiden Barrack Obama, mengeluarkan kebijakan SOPA PIPA untuk menghentikan kasus pembajakan ini.
Situs-situs file sharing besar yang menyediakan link download movie dan konten-konten ilegal lainnya langsung dinonaktifkan. Sekalipun ada yang masih aktif, namun seluruh kontennya yang berupa link download movie dan konten ilegal lainnya sudah terhapus.
Untuk beberapa saat, kebijakan SOPA PIPA langsung mengguncang seluruh penduduk dunia maya di seluruh dunia. Mereka berhasil membumihanguskan kasus pembajakan, termasuk di dalamnya aktivitas download movie. Namun, tidak lama berselang, akar-akar “kenakalan” dunia maya pun sedikit demi sedikit kembali bermunculan dan akhirnya tumbuh menjamur seperti sedia kala sebelum kebijakan-kebijakan pemerintah tersebut digalakkan.
Pemerintah manapun sepertinya tidak akan pernah berhasil mengalahkan “kreativitas” para pengguna internet yang memang dihuni juga oleh banyak ahli teknologi. Pemerintah tak dapat berbuat banyak untuk menghentikan aktivitas download movie dan download konten-konten ilegal lainnya. Kini, pemerintah hanya mampu mengembalikan apapun yang dilakukan pengguna internet ke pribadinya masing-masing.
Contoh Website File Sharing yang Masih Menyediakan Link Download Movie
Ketidakberhasilan pemerintah memberangus aktivitas download movie dan download link konten ilegal lainnya dapat dilihat dari masih banyaknya website penyedia link download movie yang masih bertahan. Sebagai contoh, sebut saja Ganool.com, Filesonic, Fileserve, Indowebster, The Piratebay, rapidshare, dan website file sharing lainnya.
Website-website tersebut seakan tak bergeming dengan beragam kebijakan pemerintah tentang larangan menyediakan link download movie dan konten-konten ilegal lainnya. Website-website itu tetap berjalan di jalurnya dan menjalankan aktivitasnya guna memberikan kepuasan kepada para penduduk dunia maya, khususnya yang menggemari aktivitas download movie.
Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai kontroversi seputar aktivitas download movie. Seperti yang dilakukan pemerintah, penulis hanya bisa mengembalikan apapun yang dilakukan pembaca kepada masing-masing pembaca.

