logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Otomotif    Mobil    Mesin Balap Dragrace    Drag Liar

Fenomena Drag Liar di Indonesia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika pertama kali mendengar kata “liar”? Cenderung hal negatif bukan? Embel-embel kata tersebut juga membuat kata yang ditempelinya menjadi negatif. Sebut saja penebangan liar, balapan liar atau drag liar, dan liar-liar lainnya. Artikel ini akan membahas seputar drag liar.

Untuk istilah drag liar, sebagian dari Anda mungkin belum pernah mendengarnya. Anda mungkin akan lebih cenderung akrab dengan istilah balapan liar. Tapi, sebenarnya, kedua istilah liar tersebut memiliki arti yang sama. Baik drag liar maupun balap liar sama-sama berhubungan dengan kebiasaan membalapkan kendaraan baik sepeda motor maupun mobil secara liar.

Drag Liar yang Meresahkan Warga

Keberadaan drag liar atau balapan liar ternyata memiliki ceritanya sendiri di masyarakat. Kehidupan sosial terkadang memang menjadi pembatas bagi pelaku kehidupan sosial itu sendiri. Ketika menyadari bahwa manusia adalah makhluk sosial, maka apapun yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak harus menjadi prioritas. Salah satunya adalah menjaga ketertiban serta kenyamanan bersama.

Kewajiban untuk menjaga ketertiban itulah yang dimaksud sebagai pembatas. Ketika hal itu menjadi tuntutan, maka segala hal yang mengganggu ketertiban harus dihilangkan, atau setidaknya dikurangi. Keberadaan drag liar yang dirasa mengganggu pun pada akhirnya harus “rela” menuai “badai” protes dari masyarakat banyak. Akibatnya, mereka yang gemar terhadap drag liar ini harus terpaksa membatasi diri.

Sedikit banyak Anda pasti tahu tentang bagaimana rekam jejak keberadaan drag liar atau balapan liar di kehidupan sosial ini. Sehingga, Anda pasti bisa membayangkan gangguan seperti apa yang datang dari drag liar tersebut. Pada kenyataannya drag liar memang seringkali menimbulkan keresahan di masyarakat. Terlebih jika salah satu anggota keluarganya mengemari hal tersebut.

Keresahan yang timbul di masyarakat sangat beralasan. Mereka sebenarnya secara tidak langsung ikut merasa ngeri ketika secara tidak sengaja menyaksikan kegiatan drag liar tersebut. Masyarakat seolah ikut membayangkan bahaya seperti apa yang akan mengancam para pecandu drag liar. Pada akhirnya, timbullah perasaan resah tersebut.

Drag liar atau balapan liar memang identik dengan kaum muda, khususnya para lelaki. Dengan semangat dan adrenalin yang masih tinggi, disertai dengan emosi darah muda yang sok jago, mereka melajukan kendaraannya, baik mobil maupun motor dengan kecepatan di luar normal. Jika sudah merasa berhasil menaklukkan medan lintasan, kecenderungan untuk jumawa pasti akan lebih besar. Hal ini secara tidak langsung biasanya berimbas pada perilaku mereka sehari-hari. Alasan-alasan mendasar seperti itulah yang membuat masyarakat resah akan keberadaan drag liar atau balapan liar.

Bahayanya Drag Liar

Satu lagi kata yang kerap kali menempel pada istilah drag liar ini, yaitu bahaya. Kecenderungan untuk tidak mengenakan peralatan pengaman saat melakukan balapan adalah faktor utama mengapa drag liar ini dikategorikan sebagai kegiatan berbahaya. Jangankan pelindung kepala atau helm, alas kaki pun terkadang menjadi elemen yang dianggap tidak penting.

Seperti yang telah banyak diketahui oleh masyarakat, bahwa risiko tertinggi dari dunia balap adalah kematian. Sebagai manusia, memang sudah selayaknya berusaha untuk meminimalisir hal tersebut. Caranya adalah dengan mengenakan perlengkapan yang menunjang keamanan. Pun hal itu belum cukup, terutama jika sudah membicarakan takdir. Lalu bagaimana dengan drag liar yang cenderung mengabaikan itu semua?

Ingat peristiwa tragis yang menimpa pembalap Marco Simoncelli? Perlengkapan canggih yang dikenakan ternyata belum mampu untuk melindungi dirinya dari kematian. Tidak mengherankan jika berita kematian juga sering terdengar dari kegiatan drag liar.

Cerita miris tentang balapan liar atau drag liar ini datang dari Inggris, yang bukan tidak mungkin hal seperti ini juga akan menimpa para pembalap liar di Indonesia. Mereka adalah Carly Notton dan Danielle Lanchester. Dua gadis belia ini harus kehilangan nyawa setelah melakukan drag liar dengan dua pemuda lainnya. Mobil yang dikendarai menabrak pohon dengan cukup keras dan kemudian terlempar beberapa meter. Dua gadis cantik tersebut diberitakan langsung meninggal seketika.

Gambaran tentang kecelakaan yang terjadi saat drag liar berlangsung seharusnya sudah cukup menjadi pelajaran berharga bagi para pembalap liar di Indonesia. Bahwa maut memang berada di tangan Yang Maha Kuasa, tapi sebagai makhluk-Nya, berusaha untuk “menyelamatkan diri” dari peristiwa mengenaskan itu adalah sebuah keharusan.

Drag Liar dan Kebebasan Berekspresi Kaum Muda

Istilah balapan liar atau drag liar memang sangat akrab bagi mereka yang muda, khususnya lelaki. Hal ini seperti aliran air mengalir yang alami. Tidak dipaksakan. Secara naluri lelaki memang cenderung lebih menyukai hal-hal yang sifatnya menantang adrenalin. Maka dari itu wajar rasanya jika drag liar sangat menarik perhatian mereka. Seperti halnya remaja putri yang menyukai film drama Korea dan boyband-boyband Korea masa kini.

Hobi dalam menantang adrenalin tersebut kemudian “bercampur” dengan kebebasan berekspresi. Ya, bagaimanapun juga masa muda memang masa yang paling tepat untuk berekspresi. Mereka kemudian seolah merasa dibenarkan untuk melakukan drag liar atau balapan liar ini.

Kebebasan berekspresi memang hak setiap manusia. Ada yang memilih untuk menuangkan ekspresinya terhadap hidup melalui musik, akting, olahraga dan hal-hal menantang seperti drag liar ini. Jika sudah mulai membicarakan kebebasan berekspresi, tidak ada yang salah dari drag liar ini. Semua sah-sah saja. Tetapi, itu semua akan lebih sah jika kegiatan menantang adrenalin ini dilakukan tanpa meresahkan warga.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan semangat hidup, salah satunya melalui drag liar ini. Jika Anda pernah melihat atau sekali waktu mencoba menyempatkan diri untuk melihat balapan liar atau drag liar ini, Anda akan mengerti bagaimana semangat dari para pembalap liar tersebut. Anda akan merasakan bahwa seolah bagi mereka, sepertinya dunia hanya sebatas lintasan dan kendaraan yang sudah diubah sedemikian rupa.

Drag Liar dan Lintasannya yang Liar

Sebutan drag liar atau balapan liar ini tentu saja mengacu pada balapan yang dilakukan secara liar atau tidak ada izin dari pihak manapun. Jika sudah demikian, Anda mungkin bisa membayangkan di mana balapan tersebut terjadi. Ya, balapan liar bisa dilakukan di mana saja. Sebebas para pembalap saat melajukan kendaraannya.

Umumnya, balapan liar dilakukan di jalanan yang memang sedang sepi. Atau, jika mereka memiliki nyali lebih, mereka bisa melakukannya di jalanan yang sedang banyak dilalui pengguna jalan. Kebiasaan seperti inilah yang nantinya akan membahayakan nyawa banyak orang. Selain di jalanan beraspal, ada juga yang melakukan drag liar di tanah lapang.

Uniknya, balapan liar atau drag liar selalu menjadi tontonan menarik bagi warga. Pembalap yang jatuh bahkan dianggap biasa dan justru terlihat lucu. Hal ini seperti menajdi sebuah fenomena aneh di masyarakat. Di sisi lain mereka khawatir, tapi di sisi lainnya, hal ini justru menjadi hiburan.

Fenomena drag liar ini sepertinya akan terus bertahan entah sampai kapan. Selama adrenalin masih menjadi kekuatan terbesar, selama itu jugalah budaya drag liar ini akan terus berjalan. Sekalipun lintasan balap telah disediakan oleh pihak-pihak terkait, kebiasaan melakukan balapan liar atau drag liar akan sulit untuk dihilangkan.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA