Ducati: Motor Dua Silinder dari Italia
Ilustrasi ducati
Racing, khusunya racing motor, seperti ajang pembuktian kualitas dari para produsen motor. Mereka berama-ramai menunjukkan kelebihan barang produksi mereka. Salah satu motor yang ikut bersaing memperebutkan posisi juara sekaligus perhatian dari masyarakat banyak adalah Ducati. Asia sudah membuktikan kehebatannya memproduksi berbagai kendaraan bermotor yang sudah banyak digunakan masyarakat luas. Sebut saja, Yamaha dan Honda. Dua nama kendaraan bermotor itu adalah saingan terberat Ducati ketika berada di arena balap.
Ducati adalah motor produksi buatan negara penghasil pizza dan spaghetti. Ducati merupakan merek sepeda motor kebanggaan Italia. Ducati membagi hasil produksinya menjadi dua. Ducati sebagai motor “keseharian” dan Ducati sebagai motor yang hanya diperuntukkan untuk melaju kencang di lintasan balap.
Sejarah Ducati
Ducati diciptakan atas prakarsa tiga bersaudara. Mereka adalah Adriano Ducati, Marcello Ducati, dan Bruno Ducati. Pada awalnya, tiga bersaudara itu mendirikan sebuah perusahaan di Bologna, Italia yang memproduksi tabung vakum, kondensor dan komponen-komponen radio lainnya. Perusahaan itu bernama Societa Radio Scientifica Brevetti Ducati.
Perusahaan ini kemudian bekerja sama dengan sebuah perusahaan kecil yang terletak di Turinese. Perusahaan bernama Societa Italiana per Applicazioni Techniche Auto-Aviatorie ini memproduksi mesin yang digunakan untuk membuat sepeda gunung. Mesin ini diberi nama Cucciolo. Pada 1950, Ducati memproduksi sebuah kendaraan dengan menggunakan mesin Cucciolo tersebut. Kendaraan berupa motor ini menjadi motor produksi Ducati yang pertama. Motor pertama Ducati ini memiliki berat 44 kg dengan kapasitas mesin 60 cc serta kecepatan maksimum hanya 64km per jam.
Produksi Ducati berkembang sesuai perkembangan zaman. Dua tahun setelah memproduksi motor pertama, Ducati kembali memproduksi motor yang kali ini lebih mengikuti zaman. Ducati mulai memperkenalkan motor 65TS dan Cruiser atau empat stroke produksinya. Sayangnya, motor produksi Ducati ini tidak mendapat sambutan yang cukup baik.
Perusahaan Ducati semakin besar. Pihak manajemen membagi perusahaan menjadi dua konsentrasi yang berbeda, yaitu Ducati Meccanica SpA dan Ducati Elettronica. Membagi perusahaan menjadi dua konsentrasi yang berbeda membawa dampak baik bagi Ducati. Produksi motor bisa dilakukan dengan fokus. Terbukti dengan banyaknya sepeda motor yang diproduksi Ducati Meccanica SpA yang mencapai angka 120 unit sepeda motor setiap harinya.
Ducati Menancapkan Diri Sebagai Produsen Motor Hebat
Pada 1970 dan selanjutnya, Ducati semakin memantapkan dirinya sebagai salah satu produsen motor hebat. Ducati banyak memproduksi motor-motor dengan kapasitas cc yang cukup besar dengan mesin L-twin. Atau mesin bersilinder kembar. Saham Ducati pun menjadi banyak diminati oleh para pengusaha. Penggunaan L-twin pada motor-motor produksinya terus dilakukan hingga kini.
Mesin motor Ducati yang hanya memiliki dua silinder membuktikan kehebatannya di depan produsen motor-motor Jepang yang rata-rata memiliki empat silinder. Padahal kapasitas cc yang dimiliki pun sama. Seharusnya, motor dengan silinder lebih banyak memiliki kekuatan yang juga lebih besar daripada mesin motor dengan silinder yang cuma dua. Motor yang menggunakan dua silinder lebih sedikit justru akan lebih ringan dan dapat melaju lebih cepat daripada motor yang menggunakan empat silinder. Rumus itulah yang diterapkan Ducati untuk bersaing dengan para pesaingnya di lintasan balap.
Jenis-Jenis Motor Ducati
Ada berbagai tipe sepeda motor ini, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dari segi desain dan performa. Akan tetapi apa pun tipenya, sepeda motor ini tetap terlihat jantan dan tangguh dengan desain motor gede yang keren. Tipe-tipe motor ini adalah Diavel, Hypermotard, Superbike, Monster, Multistrada, dan Streetfighter
1. Diavel
Desain Diavel yang gagah ini muncul saat desainer Ducati memenuhi keinginan pasar atas sebuah motor yang terkesan ‘basic instinct’. Coretan sketsa menunjukkan sebuah desain motor impian, yang gagah, lebih rendah, dan lebih panjang. Tantangan mendesain Diavel adalah menciptakan kesan berotot pada motor balap yang berpadu dengan sentuhan lembut. Hasilnya, jadilah motor dengan kesan bagaikan seorang atlit yang kuat.
Roda depannya terletak dekat dengan bodi motornya, dengan ‘ekor’ belakang yang cenderung kecil untuk ukuran motor balap. Ini adalah bentuk perpaduan desain tegap dengan casis yang selaras. Diavel memiliki pencitraan sebagai motor bagi mereka yang selalu siap, percaya diri, dominan, dan superior. Dengan radiator samping, bagian berotot motor ini terlihat memiliki ‘bahu’ yang lebar. Ada berbagai varian Diavel, yakni Diavel Cromo, Diavel Carbon, dan Diavel AMG.
2. Hypermotard
Ini adalah motor sport dengan desain agresif dan performa yang sempurna. Posisi mengemudi pada motor Hypermotard ini sangat nyaman, memudahkan pengemudinya mengendalikan motor dengan baik. Hypermotard cocok digunakan di jalan-jalan beraspal untuk melakukan petualangan jalanan. Ada berbagai jenis Hypermotard, yakni Hypermotard 796, Hypermotard 1100 EVO, dan Hypermotard 1100 EVO SP.
3. Monster
Desain motor ini simpel tetapi gagah. Prinsipnya, less is more. Motor ini tidak hanya memberikan kenyamanan dan performa mesin yang tangguh, tetapi juga kegagahan desainnya yang cocok bagi lelaki petualang. Ada beberapa tipe Monster, yakni Monster 795, Monster 696, dan Monster 1100 EVO.
4. Multistrada
Ini adalah model sepeda motor Ducati impian, dengan 4 keunggulan dalam 1 motor. Keunggulan tersebut mencakup motor sport dengan kualitas baik, cocok digunakan touring jarak jauh, cocok juga digunakan sebagai motor perkotaan, desain yang elegan dan gagah. Jenis-jenis Multistrada di antaranya adalah Multistrada 1200, Multistrada 1200 S Sport, Multistrada 1200 S Touring, dan Multistrada 1200 S Pikes Peak.
5. Streetfighter
Streetfighter mengombinasikan jiwa sepeda motor super dengan perilaku pejuang. Desainnya sangat modern dan jantan. Ini adalah kombinasi teknologi dan seni yang selaras. Ada dua jenis Streetfighter, yakni Streetfighter 848 dan Streetfighter S.
6. Superbike
Ini adalah motor gede yang paling canggih dan paling tangguh. Superbike dibuat atas kerja sama Ducati MotoGP dan komunitas teknologi Superbike dunia. Ada tiga varian Superbike, yakni 848 EVO, 848 EVO Corse SE, dan 1199 Panigale.
Merawat Ducati: Mengganti Bantalan Rem
Sebagai motor balap, rem adalah komponen penting pada motor Ducati. Rem pada motor jenis ini memiliki desain baling-baling dengan lapisan pengereman kecil untuk menghentikan laju sepeda motor. Seiring berjalannya waktu, lapisan pengereman yang disebut juga bantalan rem, menjadi licin karena permukaan baling-baling yang terus bergesekan. Ketika bantalannya sudah setebal 1/8 inci, artinya Anda sudah harus menggantinya.
Penggantian bantalan rem ini bisa dilakukan sendiri ataupun dengan bantuan montir bengkel. Jika menggantinya sendiri, pastikan Anda memahami tekniknya agar tidak terjadi kesalahan yang dapat memicu kecelakaan saat digunakan. Inilah langkah-langkah penggantian bantalan rem:
-
Longgarkan baut caliper di bagian depan atau belakang roda. Putar baut berlawanan arah jarum jam menggunakan kunci Inggris.
-
Dorong caliper menjauh dari baling-baling rem.
-
Bongkar klip penahan di bagian atas bantalan rem, kemudian singkirkan klip dan pin penahannya.
-
Tarik bantalan keluar caliper. Karena tak ada yang memberdirikannya, seharusnya bantalan bisa keluar dengan mudah.
-
Semprotkan pembersih komponen rem ke bagian luar dan dalam caliper untuk menyingkirkan sisa-sisa debu saat pengereman.
-
Pasang bantalan baru. Pemasangan ini prosesnya kebalikan dari proses pembongkaran di atas.
-
Letakkan kembali klip penahan di atas bantalan. Beberapa model Ducati memiliki tanda panah kecil di klip penahannya.
-
Geser pin kembali ke tengah caliper rem (melalui lubang di tengah caliper rem). Pin ini berfungsi menjaga bantalan tetap pada tempatnya bersama dengan klip penahan.
-
Jepit obeng di antara bantalan-bantalan, dan bongkar. Langkah ini akan memaksa piston caliper kembali ke dalam caliper. Piston-lah yang mendorong bantalan rem, dan terdorong oleh baling-baling rem. Hati-hati, jangan sampai permukaan bantalan rusak saat Anda melakukan langkah tersebut.
-
Geser caliper yang sudah dipasang di atas baling-baling. Eratkan baut caliper dengan tenaga putaran yang dibutuhkan untuk motor Ducati Anda.

