Dunia Games dari Masa ke Masa
Dunia games sangat dekat dengan anak-anak. Namun, kini games bisa dinikmati oleh orang dewasa untuk tujuan melepas stres. Games memiliki tipe permainan yang beragam, mulai permainan sederhana hingga permainan yang menggunakan strategi dan kepintaran otak. Bentuknya pun beragam, hingga yang digandrungi saat ini adalah video game.
Kelahiran Video Games
Video games berawal dari teknologi cathode ray tube-based yang digunakan untuk sistem pertahanan rudal militer Amerika Serikat pada 1940-an. Teknologi ini lalu melahirkan suatu game sederhana yaitu bouncing ball yang menjadi nenek moyang suatu game.
Era kejayaan games dimulai pada 1970-an saat mesin bernama Arcade muncul. Dari sinilah asal mula kata video games karena game ditampilkan pada layar kaca dan mempunyai teknologi yang real time pada mesinnya. Para vendor dan developer mulai bermunculan karena melirik potensi industri video games sangat menjanjikan.
Perkembangan Video Games
Ranah video mulai merambah komputer-komputer, dari game Pac-Man sampai Star Trek bermunculan, salah satu contohnya adalah Commodore 64. Pada akhirnya, keluar game rumahan yang konsepnya masih dipakai sampai sekarang, yaitu teknologi satu mesin dengan menyediakan banyak game.
Teknologi ini merupakan solusi untuk menciptakan mesin yang efektif dan efisien. Game yang semula tersimpan pada chip di motherboard komputer kini terpisah pada teknologi modul ROM atau yang lebih dikenal cartridge game.
Untuk menarik konsumen dengan fitur yang luar biasa, multiplayer game mulai diperkenalkan pada 1980. Salah satunya adalah Nintendo Entertainment System dengan teknologi anyar yang sangat populer pada masa itu.
Nintendo sangat digemari anak-anak.Tak heran, game ini merajai industri video game hampir setengah dekade. Game ini menggunakan alat kendali yang disebut joystick yang nyaman digenggam dan digunakan.
Masa Game 3D
Pada 1990-an, games dengan teknologi 3D (3 dimensi) mulai bermunculan pada mesin komputer rumahan. Awalnya berbentuk ROM, kemudian beralih ke bentuk compact disc (CD) yang lebih ringkas dan terjangkau harganya.
Video game berteknologi 3D banyak bermunculan di Jepang, antara lain Sega Saturn, the PlayStation and the PC-FX. Tampaknya Playstation dan Sega Saturn merebut hati para developer game di Amerika Serikat.
Sebut saja serial Final Fantasy yang dari seri pertama sampai ke enam berada di bawah bendera Nintendo kini beralih ke bendera Playstation. Nintendo berupaya keras menyaingi Playstation dengan mengeluarkan Nintendo 64 dengan teknologi game yang sama, namun sepertinya tidak cukup untuk mengimbangi kekuatan Playstation.
Fitur game online sedang digandrungi saat ini. Ini merupakan pengembangan teknologi game 3D. Pelopor game online ini adalah Sega Dreamcast. Namun, Sega ini tak bertahan lama karena gempuran Playstation 2 yang sudah mengadopsi teknologi DVD untuk membawa fitur visual yang lebih tajam dan suara yang lebih jernih.
Generasi terakhir game hingga sekarang, dimulai dengan munculnya PS3 yang sudah menggunakan teknologi HDMI (High Definition Multimedia Interface), online gaming serta joystick wireless.
Nintendo juga ikut meramaikan game berteknologi HDMI dalam format DVD namun membawa fitur baru yang lebih canggih dengan motion joystick. PS3 dan Nintendo terus berlomba teknologi hingga sekarang dan mengarah ke teknologi virtual reality di mana tubuh gamer yang menjadi joystick-nya.
Dunia games akan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Lalu, akan seperti apakah teknologi video game di masa mendatang? Kita tunggu saja.






