Tidak Semua Orang Berhak Memasuki Dunia Usaha
Tidak semua orang berhak memasuki dunia usaha. Ini serius. Ada banyak hal yang disyaratkan untuk memasuki dunia usaha. Syarat yang cukup berat bagi orang-orang yang tidak berjiwa besar. Secara logika, tidak ada manusia yang sempurna. Namun, persyaratan ini untuk membuat kesuksesan cepat terwujud dan keberlangsungan dunia usaha menjadi lebih bergelora.
Para Pembelajar
Orang-orang pertama yang berhak memasuki dunia penuh rintangan dan tantangan ini adalah para pembelajar. Pembelajar cepat. Bukan pembelajar biasa. Di dunia usaha yang penuh persaingan ini, hanya orang-orang yang setiap detik berusaha untuk selalu belajar dan belajarlah yang akan bertahan dari gempuran ombak perubahan.
Orang-orang ini tidak berat untuk mempelajari tentang akutansi, perpajakan, hukum-hukum ekonomi nasional dan internasional, ekonomi makro ataupun ekonomi mikro, dan perubahan yang bisa mempengaruhi keadaan ekonomi jangka panjang.
Hal-hal negatif pun mereka pelajari. Pelajaran tentang hal-hal negatif ini bukannya ingin melakukan hal negatif tersebut, melainkan mempelajari hal-hal negatif akan menghindarkannya melakukan hal negatif tersebut.
Orang-orang Ulet
Selain pembelajar cepat, orang-orang yang mempunyai tiket ke dunia usaha adalah orang-orang tekun, ulet, mempunyai tekad kuat, dan pantang menyerah. Kegagalan bisa saja mendatangi dunia usaha kapan pun. Pengambilan keputusan yang penuh risiko sudah seperti bernapas. Oleh karena itulah, dunia usaha butuh orang-orang seperti ini.
Orang-orang Kreatif dan Inventif
Selanjutnya adalah orang-orang kreatif, inventif, pemberani, dan pembuat peluang. Ekonomi identik dengan hal-hal baru yang bisa tercipta siang dan malam. Bila para penghuni dunia usaha tidak bisa membuat hal-hal baru bagi masyarakat, tergeruslah mereka dari dunia yang menuntut pembaharuan dan penyegaran ini.
Orang-orang Jujur dan Suka Membantu
Orang-orang yang suka membantu, jujur, dan dapat dipercaya, adalah orang-orang yang juga mempunyai tiket ke dunia usaha. Jiwa suka membantu dapat dikatakan sebagai jiwa dari jiwa seseorang yang ingin memasuki dunia usaha. Bukankah bisnis itu untuk mempermudah roda kehidupan orang lain?
Bila usaha bukan untuk membantu orang lain, usaha tersebut tidak akan berkembang dengan baik. Selain itu, kejujuran dan kepercayaan akan membuat pergerakan medan magnet dan jalur peradaban di dunia usaha berputar teratur dan terarah sehingga mampu bertahan selama bermilenium-milenium. Bisa dikatakan bahwa setiap orang yang ada di dunia usaha harus menjadi orang-orang yang suka membantu, jujur, dan dapat dipercaya.
Tolak Ukur Memasuki Dunia Usaha
Apakah Anda berhak memasuki dunia usaha? Bila hanya merasa, semua orang dapat berkata bahwa mereka merasa berhak memasuki dunia usaha. Namun, ujian yang sesungguhnya adalah ketika mereka sudah benar-benar masuk ke dunia usaha. Berapa lama mereka bisa bertahan dan berapa lama mereka bisa berekspansi dan membesarkan usahanya.
Seorang pembelajar cepat tidak akan betah bila hanya berada di satu titik. Kegelisahan dirinya akan mempelajari hal-hal baru, akan menggiring memasuki gerbang usaha baru yang lebih menantang. Jiwanya akan haus berburu dan memburu jenis-jenis usaha baru. Pembelajar cepat ini akan saling bertarung dengan menggunakan berbagai strategi untuk menjadi nomor satu.
Meskipun demikian, persaingan bukannya untuk saling mengalahkan. Dunia usaha yang saling menjatuhkan bukanlah dunia usaha yang sesungguhnya. Dunia usaha yang baik adalah bersaing untuk menciptakan hal-hal yang semakin hari semakin baik demi membantu orang lain mendapatkan kenyamanan hidup yang lebih mudah.
Siapkah Anda berjuang untuk mendapatkan tiket ke dunia usaha?






