Program Akselerasi, Efisiensi Pendidikankah?
Sebagian besar di antara kita mungkin sudah mengetahui apa itu program akselerasi. Program akselerasi adalah program percepatan sekolah dari segi waktu. Misalnya, SD yang biasanya ditempuh selama 6 tahun di program akselerasi bisa ditempuh hanya dengan 4 tahun. Begitu juga SMP dan SMA, yang normalnya ditempuh dalam waktu 3 tahun bisa ditempuh dalam waktu 2 tahun dengan mengikuti program akselerasi.
Sekilas memang enak. Bayangkan saja, misalnya kita adalah salah satu siswa akselerasi dari SD sampai SMA, sudah pasti waktu yang kita tempuh dari yang seharusnya 12 tahun menjadi 8 tahun. Hemat 4 tahun!
Namun demikian, banyak juga opini yang berpendapat bahwa program akselerasi tidak efisien. Ya, kata mereka, program akselerasi bukanlah termasuk dalam efisiensi pendidikan. Opini tersebut berpendapat bahwa, bagaimanapun juga seseorang tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, namun juga emosional. Mereka mengatakan bahwa akselerasi membuat seseorang cenderung menjadi pribadi yang egois dan kurang matang dalam hal kedewasaan.
Benarkah? Apakah Anda berpendapat seperti itu?
Bagaimana bila saya berpendapat lain. Akselerasi, adalah satu satu efisiensi pendidikan. Salah satunya, waktu dan biaya bisa kita hemat.
Lalu bagaimana dengan kecerdasan emosional? Bukankah hal itu tidak termasuk dalam efisiensi pendidikan?
Jawabannya adalah, tingkat kedewasaan seseorang bukanlah bergantung pada umurnya. Ada ungkapan yang menyatakan bahwa “setiap orang pasti menjadi tua, tapi belum tentu menjadi dewasa karena dewasa adalah pilihan”.
Ya, sehingga program akselerasi bukanlah sebuah program yang menghambat siswa-siswinya untuk menjadi dewasa. Bagaimanapun juga menjadi dewasa adalah pilihan, sama seperti pilihan untuk menjadi siswa akselerasi. Tidak ada yang memaksa dan tidak ada yang melarang. Semuanya bergantung pada diri sendiri.
Bila seseorang sudah yakin dan dengan sadar ingin menjadi siswa akselerasi, tentu bukanlah sesuatu yang salah bila ia masuk kelas akselerasi. Yang salah adalah bila ada unsur pemaksaan.
Berdasarkan sedikit uraian di atas, salahkah bila program akselerasi dikatakan sebagai program efisiensi pendidikan?
Sekali lagi, mengenai masalah kedewasaan dalam berpikir dan kematangan dalam hidup, itu adalah proses dan tidak ada hubungannya dengan akselerasi.
Masalah kepribadian anak akselerasi yang cenderung egois, itu semua juga tergantung lagi pada diri masing-masing anak. Jangan hanya men-judge sesuatu berlebihan hanya karena sample yang sangat sedikit dan sample tersebut mungkin tidak sesuai di hati.
Mengikuti program akselerasi atau tidak adalah sebuah pilihan. Sebelum memilih, tentunya segala sesuatu harus dipertimbangkan masak-masak sehingga bila sudah tercebur di dalamnya tak akan ada lagi penyesalan.
Dan akselerasi, salah satu program pendidikan yang menghemat waktu belajar, adalah salah satu program efisiensi pendidikan. Mengenai berhasil tidaknya program tersebut, hal itu tergantung pada pribadi masing-masing. Nyatanya, banyak sekali jebolan siswa akselerasi yang kini menjadi “sesuatu” yang bisa dibanggakan, tidak hanya dari segi kemampuan intelektual namun juga kemampuan emosional dan spiritual.
| Beri rating untuk artikel di atas |








