logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Menjaga Kesehatan

Ejakulasi Dini - Permasalahan Seksual pada Pria, Derita Wanita


Ilustrasi ejakulasi dini

Setiap pasangan suami dan istri pasti mendambakan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan romantis. Menjaga keharmonisan rumah tangga salah satunya dilakukan dengan menciptakan hubungan seksual yang sehat dan baik. Permasalahan pun muncul. Masalah-masalah disfungsi seksual sering kali mengganggu hubungan seks Anda dan pasangan. Di antaranya adalah ejakulasi dini.

Disfungsi Seksual – Ejakulasi Dini

Disfungsi seksual umumnya sering menghampiri kaum lelaki. Pengobatan untuk menanggulangi disfungsi seksual pun sudah banyak ditawarkan. Disfungsi seksual pada pria yang sering menjadi pengganggu hubungan seksual dalam rumah tangga adalah ejakulasi dini. Sedangkan disfungsi seksual yang sering dialami oleh wanita adalah lubrikasi yang tidak ada atau mengalami rasa sakit berhubungan badan sehingga wanita menajdi enggan untuk diajak melakukan salah satu kewajibannya itu. Keengganan wanita ini tentunya akan membuat suami merasa bingung, sakit hati bahkan terkadang menjadi marah dan lantas memaksa istrinya untuk melayaninya.

Pelayanan yang terpaksa itu bukan saja membuat wanita mengalami rasa sakit yang tak terperihkan pada bagian organ intimnya, jiwanya juga sakit dan ia akan membenci suaminya. Sang suami juga bukannya tidak merasakan sakit itu. Walaupun ia bisa melakukan penetrasi, rasa bersalah dan rasa nikmat yang dialaminya tentunya akan sangat berbeda kalau penetrasi itu terjadi ketika sang istri juga bisa menikmati hubungan suami istri yang sakral tersebut.

Bila hal ini berlangsung lama, hubungan keduanya pasti akan terganggu. Mereka mungkin saja tetap sebagai suami istri tetapi tanpa hubungan seksual yang indah yang bisa menyatukan jiwa raga mereka dengan erat, mereka hanya akan menjalani pernikahan sebagai satu ikatan komitmen tanpa kebahagiaan yang selama ini diinginkan dari satu pernikahan. Hal inilah yang terkadang membuat keduanya berselingkuh atau mencari kepuasan lain dari tempat lain.

Perbuatan nista itu hanya akan membuat keduanya sakit hati, jiwa, dan raga. Apalagi perasaan berdosa yang terus mengejar kalbu mereka. Demi kebaikan bersama, mereka harus mencari pertolongan. Pernikahan harus dipertahankan sekuat tenaga. Kalau pun akhirnya harus berpisah, perpisahan itu harus dilakukan dengan niatan mencari penghidupan yang lebuh baik di dunia dan di akhirat.

Salah satu tujuan pernikahan adalah mempunyai keturunan. Jika hubungan seksual yang dilakukan sehat dan tidak mengalami permasalahan, kesempatan untuk mempunyai keturunan akan lebih mudah didapat. Namun, hal itu akan cenderung sulit jika Anda mengalami disfungsi seksual. Kalaupun bisa melakukan penetrasi tetapi sang istri kesakitan, anak yang dikandung itu kadang tak mendapatkan kasih sayang 100% karena sang ibu merasa tidak menikmati ketika ‘pembuatan’ anak tersebut. Keadaan ini juga akan membingungkan suami. Bila tak diatasi dengan baik, suami akhirnya juga akan mengalami disfungsi seksual yang lain yang bisa mereka alami.

Disfungsi seksual pada pria bukan hanya ejakulasi dini. Mereka juga dipusingkan dengan permasalahan seksual lain, seperti disfungsi ereksi atau impotensi dan gangguan gairah seksual karena aktivitas yang melelahkan dan  beban mental yang berat. Permasalahan yang rumit dan berakibat tidak terlalu baik bagi kehidupan rumah tangga Anda. Mencari solusi adalah jalan terbaik yang bisa dilakukan.

Apa Itu Ejakulasi Dini?

Ejakulasi dini adalah kelainan yang terjadi pada proses ejakulasi. Ejakulasi adalah keluarnya sperma dari penis dan biasanya disertai dengan orgasme atau klimaks saat melakukan hubungan seksual. Orgasme dapat terjadi ketika penis mengalami rangsangan seksual dan ereksi. Kalau ejakulasi ini terjadi bersamaan dengan orgasme yang dialami wanita, maka rasa nikmat yang dirasakan bersama-sama itu akan menambah kemesraan dan rasa cinta yang mendalam di antara keduanya. Tetapi kalau sebaliknya, sang laki-laki tak mampu membiarkan sang wanita mencapai orgasmenya terlebih dahulu, maka wanita akan merasa tidak puas.

Wanita bisa mencapai orgasme berkali-kali dalam satu kali hubungan badan. Sedangkan laki-laki hanya sekali. Akan sangat sulit bagi laki-laki untuk memuaskan istrinya yang belum mencapai puncak kalau ia sendiri telah mengalami penetrasi. Oleh karena itulah akan sangat baik kalau sang istrilah yang terlebih dahulu mencapai klimaks, baru setelah itu sang suami mengikuti. Tetapi yang paling indah dan paling ingin dinikamti keduanya adalah ketika mereka bisa mencapai klimaks dalam waktu yang bersamaan atau paling tidak waktunya tidak terlalu jauh berselang dan yang pertama mencapai klimaks tetap sang wanita.

Pada ejakulasi dini, sperma dikeluarkan dalam waktu yang sangat cepat. Biasanya, dalam tempo yang mendadak. Hal ini tentu saja akan membuat sang istri kecewa dan kaget, sang istri belum apa-apa tetapi suaminya telah selesai. Kalau suami egois, dia tidak akan peduli dengan apa yang dirasakan oleh istrinya, Dia hanya menganggap bahwa istri itu harus melayani dan bagaimana perasaan kecewa istri, itu bukan urusannya.

Keadaan ini pasti akan membuat istri marah. Kalaupun sang istri tidak meluapkan emosinya saat itu, kalau hal seperti itu tetap berlangsung, suatu saat istri pasti memberontak. Apalagi kalau sang istri adalah wanita yang cantik, energik, dan mandiri dalam hal finansial. Suami yang egois itu tentu bukan suami idamannya. Istri akan menuntut cerai dan tak akan mau hidup dalam ‘penjara’  dan menjadi budak nafsu sang suami tanpa suami sadar bahwa istripun mempunyai hak untuk dipuaskan.

Ejakulasi dini juga bisa sebagai penanda bahwa pria telah mencapai klimaks dengan cepat ketika melakukan hubungan seksual. Kehidupan seksual yang baik adalah saat suami dan istri mencapai klimaks secara bersama.

Jika pria sudah lebih dulu berejakulasi dan tidak memerlukan waktu lama untuk mencapai klimaks, hal itu bisa jadi tidak begitu menyenangkan bagi pasangan. Anda sudah mencapai klimaks, sedangkan pasangan Anda belum. Sebuah kondisi yang sepertinya tidak nyaman. Menurut pakar seksual, jika hal ini terjadi, boleh jadi Anda tidak bisa menyenangkan dan memenuhi kebutuhan seksual pasangan Anda.

Ejakulasi dini adalah permasalahan disfungsi seksual yang paling sering terjadi di kalangan pria. Menurut penelitian, hal ini dialami oleh satu diantara tiga pria dengan kehidupan seksual yang aktif. Gangguan seksual seperti ini bisa terjadi pada rentang usia berapa pun. Namun, pria dengan usia muda lebih banyak mengalaminya.

Pria yang mengalami ejakulasi dini berbeda dengan pria yang mengalami disfungsi ereksi. Ejakulasi dini masih bisa memungkinkan penderitanya untuk ereksi meskipun sprema yang dikeluarkan terlalu cepat. Menurut beberapa ahli gangguan satu ini bisa juga didefinisikan sebagai ketidakmampuan pria dalam mengontrol ejakulasinya sehingga ejakulasi tersebut terjadi secara cepat yang tidak sesuai keinginannya. Banyak faktor yang menjadi penyeban keadaan ini. Sebaiknya memang hal ini cepat diselesaikan sebelum istri memberontak dan tak mampu menahan diri karena sang suami tak mampu memberikan nafkah batin yang sangat dibutuhkannya.

Nafkah batin itu bisa mempengruhi keadaan emosi dan psikologis seseorang. Hubungan seksual yang sehat akan mampu membuat tubuh sehat dan pikiran pun sehat. Kalau hubungan seksual keduanya tidak baik, pertengkaran demi pertengkaran akan sering terjadi. Pertengakaran itu akan menipiskan rasa kasih dan rasa cinta dalam hati. Kalau rasa cinta itu telah terkikis semuanya, perpisahan bisa terjadi.

Penyebab Ejakulasi Dini

Layaknya sebuah penyakit, ejakulasi dini memiliki penyebab. Penyebab terjadinyanya gangguan ini pada umumnya adalah gangguan psikis yang dialami pria. Stres karena pekerjaan dan kebiasaan ingin melakukan semuanya dengan cepat adalah dua penyebab dasar mengapa gangguan ini terjadi pada pria. Ada baiknya memang pria yang mengalami hal ini berpikir keras dan menganalisa dirinya mengapa hal itu bisa terjadi. Dia perlu santai dan sedikit melambatkan gerakannya. Makan dengan santai dan melakukan hal lain juga dengan santai. Kalau semuanya harus cepat, terkadang dalam berhubungan seks juga inginnya cepat-cepat. Padahal sang istri maunya lambat dan penuh dengan keromatisan.

Selain penyebab psikis, fisik berkontribusi dalam menyebabkan terjadinya ejakulasi dini pada pria. Gangguan kontrol saraf yang juga ikut mengontrol ejakulasi merupakan penyebab secara fisik. Selain itu, kurang berfungsinya serotonin ketika penis berereksi. Jika ejakulasi dini dibiarkan tanpa dicari jalan keluarnya, disfungsi ini juga bisa membuat Anda mengalami disfungsi ereksi.

Kalau disfungsi ereksi telah terjadi, maka itu artinya pria sudah tidka mampu lagi melakukan hubungan seks. Kalau hal ini telah terjadi, tinggal menunggu keikhlasan istri apakah mau menerima keadaan tersebut ataukah tidak sanggup menghadapi suami yang seperti itu. Kalau selama ini hubungan mereka baik dan suami juga baik, istri biasanya akan setia sampai mati. Tetapi kalau sebaliknya, suami lebih sering menyakiti istri daripada berbaik hati, maka istri yang masih berharap mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahan, akan meminta cerai dan berharap bisa menemukan laki-laki yang jauh lebih baik dalam segala hal dari sang suami yang terdahulu.

Intinya adalah ejakulasi dini bukan perkara sepele.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Ayan Penyakit Saraf Manusia
  • Meminimalisir Biaya Kesehatan Keluarga Anda
  • Manfaat Undang undang Larangan Merokok
  • Impaksi pada Gigi Taring - Faktor Penyebab dan Solusinya
  • Ingin Panjang Usia? Pahami Fisiologi Tidur Anda!
  • Menjaga Kesehatan Kulit dengan Ramuan Tradisional dan Modern
  • Macam-Macam Penyakit pada Darah
  • Pusing? Jangan Minum Obat!
  • Artikel Bahaya Narkoba : Lindungi Semua!
  • Yang Perlu Diperhatikan Saat Anda Terkena Eksim
  • Tidur Terlentang, Tidur Nyaman
  • Menu Makanan Sehat untuk Anak - Kreativitas Ibu adalah Kuncinya
  • Promosi Kesehatan Ibu Bersalin
  • Cara Melangsingkan Tubuh dengan Alami
  • Mengenal Penyakit Asam Urat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA