logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Metafisika    Artikel Umum Metafisika    Ekspedisi Alam Gaib

Fenomena Ekspedisi Alam Gaib

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Jagat hiburan bukan milik artis semata. Sekarang ini, makhluk halus tengah menjadi pendatang baru dalam industri hiburan di Indonesia. Makhluk halus macam jin, kuntilanak, genderuwo yang dulunya ditakuti justru sekarang dicari agar bisa tertangkap kamera. Ternyata, ekspedisi alam gaib bisa jadi komoditas bisnis bagi dunia entertaimen. Rasa horor, mencekam, juga takut, membuat pemirsa malah ketagihan. Terbukti, dengan menjamurnya film esek-esek berbau alam gaib.

Tak mau ketinggalan, televisi memproduksi acara sejenis. Formatnya beragam, tetapi tujuannya jelas mencari penampakan makhluk halus. Booming fenomena ini dapat dijumpai di medio 2000-an. Saat itu, tayangan semacam ekspedisi ke dunia lain mendominasi shampir semua televisi swasta. Ekspedisi alam gaib laku dijual karena menjual semacam reality show. Di sana ada bumbu-bumbu mistik dibalut dengan drama dari para pelakunya. Tak jarang memang ada bayangan aneh yang terekam kamera. Ternyata, makhluk halus pengin ingin tenar juga!

Bohong?

Acara ekspedisi alam gaib yang sering nongol di televisi sekarang ini dianggap ada unsur drama (settingan). Intinya, acara ini menampilkan kesemuan semata. Karena apa yang terjadi di sana tidak benar-benar terjadi, melainkan rekayasa. Namun, itu semua ditampilkan seolah nyata. Misalnya, dengan penyebutan, “Tayangan ini telah memperoleh persetujuan dari pihak pihak yang terkait”.

Kecurigaan ini muncul karena tayangan demikian terlihat secara vulgar seperti drama (sinetron) sungguhan. “Kok, reality show tapi kayak acting?” begitu gumam pemirsa. Pelakunya seperti terlihat melafal skrip. Tentunya pemirsa mempunyai feeling (perasaan) mana yang reality dengan rekayasa.

Belum reda masalah tersebut. Organisasi atau komunitas keagamaan mempermasalahkan hal ini. Karena dianggap tidak sejalan dengan aturan agama. Kesannya memang manusia ingin cari gara-gara dengan hantu. Seperti acara yang pernah ngetop semisal pemburu hantu. Kejanggalan yang lain terjadi seperti saat jam tayang akan selesai si hantu pun selesai ditangkap. Seolah hantunya itu sudah tahu kalau jam tayang di televisi akan segera habis.

Tanggung Jawab

Media dituntut memiliki tanggung jawab. Tidak saja berdasar pada rating, tetapi nilai edukasi dan kemanfaatan harus dipertimbangkan. Selama ini, yang menonjol terlihat, tayangan televisi tidak punya prinsip yang jelas. Bila satu acara sedang ngetop, muncul acara sejenis yang menirunya. Memang, idiom "rating adalah Tuhan" tidak sepenuhnya salah. Namun, dengan kreativitas acara yang bernilai edukasi pun bisa diminati oleh masyarakat. Ayo media, berani menjawab tantangan ini?

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • 7 Hantu Indonesia Paling Menyeramkan
  • Fenomena Pocong Jumat Kliwon
  • Ilmu Sihir dan Kanuragan
  • Cerita Gaib - Kekasih Gaib Ratih
  • Cara Melatih Tenaga Dalam Merpati Putih
  • Tanda-tanda Terkena Sihir yang Bisa Dikenali Sedari Dini
  • Berkenalan dengan Dunia Alam Gaib
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA