logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Transportasi    Masalah Transportasi

Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


Ilustrasi emisi gas buang kendaraan bermotor

Untuk menekan tingkat polusi semakin meningkat terutama yang disebabkan oleh tidak terkontrolnya emisi gas buang kendaraan, perlu kesertaan dan kesadaran semua pihak. Bagaimana pun juga seluruh kendaraan bermotor memberi kontribusi positif terhadap semakin tingginya tingkat polusi udara sekarang ini. Pemerintah melalui dinas terkait memang selalu mengadakan pemeriksaan rutin kondisi emisi gas buang kendaraan bermotor, namun hal itu baru secara serentak dilakukan pada kendaraan angkutan umum.

Dan itupun baru dilakukan justru pada saat kendaraan akan melakuka uji KIR. Selebihnya yaitu sepeda motor, mobil dinas dan mobil pribadi tak pernah secara rutin diperiksa kondisi emisi gas buang kendaraan bermotor setiap tahunnya. Kalaupun ada hanya bersifat sporadis yang tidak terjadwal. Padahal semestinya pada saat memperpanjang STNK misalnya, bisa saja diterapkan sebagai salah satu syaratnya yaitu harus lolos uji emisi gas buang kendaraan bermotor. Dengan demikian seluruh kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya, pada akhirnya mengeluarkan gas buang dalam ambas batas yang ditetapkan sehingga memperketat meningkatnya polusi udara.

Bahaya Gas Buang Kendaraan Bermotor

Emisi gas buang kendaraan bermotor adalah sisa hasil pembakaran yang dihasilkan oleh pembakaran di dalam mesin kendaraan bermotor. Sebenarnya pengertian pembakaran kendaraan bermotor itu tidak hanya terbatas pada mobil, sepeda motor atau angkutan, akan tetapi termasuk aktivitas industri, kapal terbang, turbin, kereta api dan kapal laut.

Intinya, semua armada yang menggunakan bahan bakar sebagai sumber utamanya, mengalami pembakaran di dalam mesin sehingga mengeluarkan emisi gas buang. Gas sisa pembakaran mesin ini beracun dan akan merusak lapisan ozon, atau menjadi penyebab adanya pemanasan global. Dampak secara langsung dari tidak terkontrolnya emisi gas buang kendaraan bermotor yang melebihi angka batas aman adalah mempercepat polusi udara.

Karena itu secara legalitas pemerintah melalui instansi terkait telah mengeluarkan peraturan pemeriksaan emisi gas buang kendaraan bermotor secara rutin, sehingga selalu terkontrol dan dalam ambang batas aman. Pengaturan emisi gas buang kendaraan bermotor dalam batas aman saja tetap membahayakan, apalagi bila emisi gas buang tersebut benar-benar sudah melampaui angka ambang batas.

Namun memang salah satu kendala yang terjadi di masyarakat Indonesia adalah ketidak patuhan dan ketidak tepatan dalam hal menjalankan seluruh peraturan yang sebenarnya sudah ideal tersebut. Pada kondisi seperti ini yang diperlukan kesadaran untuk memperhatikan kesehatan udara bagi bersama, semestinya tidak hanya mengandalkan satu pihak melainkan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat terutama yang memiliki kendaraan bermotor sebagai salah satu pihak yang terlibat langsung dalam masalah meningkatnya polusi melalui emisi gas buang kendaraan bermotor.

Gas Sisa Pembakaran Kendaraan

Dalam proses menghasilkan tenaga sehingga mesin bisa berjalan sesuai dengan fungsinya, di dalam mesin tersebut terjadi pembakaran bahan bakar yang dicampur udara dalam komposisi yang seimbang, melalui sebuah sistem yang tidak sederhana. Dalam kondisi normal, dari proses pembakaran bahan bakar tersebut, mesin mengeluarkan emisi beberapa gas yang berbahaya untuk kesehatan makhluk hidup pada umumnya. Jadi bisa dibayangkan bila sisa pembakaran ini keluar dari mesin yang telah mengalami pergeseran fungsi idealnya akibat berbagai sebab, seperti usia mesin kendaraan bermotor itu sendiri yang telah tua sehingga mengalami aus atau terdapat beberapa kebocoran yang menyebabkan pembakaran tidak sempurna.

Pada saat mesin kendaraan bermotor melakukan pembakaran, gas buang yang dikeluarkan sebagai sisa pembakaran bisa berupa gas berbahaya seperti antara lain :

1. Karbon monoksida (gas CO)

Gas karbon monoksida ini mempunyai sifat yang beracun. Sifat lain gas CO ini adalah tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Akibat bagi kesehatan manusia jika menghirup CO dalam kadar yang melebihi daya tahan tubuhnya, maka akan mengakibatkan pingsan dan bahkan telah banyak memakan nyawa manusia.

Contoh yang sering terjadi adalah banyaknya pasangan muda-mudi yang berpacaran di dalam mobil di Pantai Ancol yang meninggal. Kasus yang serign terjadi pada dekade 1990-an sempat membuat resah pengelola Pantai Ancol. Usut punya usut, pasangan muda-mudi yang berpacaran di dalam mobil tersebut meninggal bukan karena dibunuh atau terjadi tindak kejahatan lain, melainkan menghirup gas CO dalam ukuran di atas kemampuan tubuhnya.

2. Karbon dioksida CO2 yang mempunyai daya rusak terhadap ozon (O3)

Gas inilah yang saat ini menjadi perhatian dunia karena mengakibatkan pemanasan global. Dan efek pemanasan global ini telah melahirkan banyak bencana di dunia. Salah satu praduga adalah pada 2010 ada beberapa kejadian yang misterius tentang jatuhnya benda langit di Bone, Duren Sawit Jakarta Timur dan Bima Nusa Tenggara Barat.

Teorinya, setiap benda langit atau meteor yang jatuh tidak akan sampai ke bumi jika lapisan ozon masih sempurna. Karena gesekan meteor dengan udara akan membuat meteor terbakar dahulu sebelum sampai ke bumi. Kalaupun karena ukurannya sangat besar, meteor tersebut bisa sampai ke bumi dalam bentuk serpihan sangat kecil yang tidak membahayakan bahkan mungkin akan luput dari perhatian manusia. Sebaliknya dengan semakin menipisnya lapisan ozon, maka gesekan meteor tersebut tidak sempurna sehingga serpihannya bisa sampai ke bumi dalam ukuran masih besar yang bisa mengancam keselamatan manusia.

3. H2O atau air

4. Nitogen Oksida (NOx)

5. Senyawa Hidro carbon (HC)

Senyawa ini tercipta sebagai akibat dari tidak sempurnanya proses pembakaran. Kekurangan oksigen, busi yang kotor, bensin yang tercampur air, bocornya paking adalah penyebab pembakaran yang tidak sempurna.

Dalam kaitannya menghasilkan emisi gas buang sesuai dengan ambang batas itulah, maka setiap kendaraan perlu secara rutin diperiksa emisi gas buangnya. Dengan pemeriksaan emisi gas buang secara rutin, tingkat kebocoran dan hal-hal lain yang menyebabkan pembakaran di dalam mesin yang tidak sempurna bisa segera ketahuan dan diperbaiki. Kalau ternyata setelah diperiksa, emisi gas buangnya masih tetap tinggi, tentu saja pihak instansi terkait harus mengeluarkan larangan kepada kendaraan tersebut agar tidak beroperasi lagi.

Mengatasi Emisi Gas Buang Tinggi

Beberapa langkah untuk mengatasi tingginya emisi gas buang kendaraan bermotor adalah dengan melakukan:

  1. Penggunaan bahan bakar alternatif, yaitu listrik, bahan bakar nabati dan hydrogen.
  2. Peningkatan kualitas bahan bakar.
  3. Pengetatan pemberlakuan standar baku uji emisi gas buang.
  4. Pembatasan kendaraan bermotor.
  5. Peningkatan kualitas kelancaran lalu lintas sehingga tidak ada lagi kemacetan. Pada saat kemacetan terjadi, mesin kendaraan bermotor tidak serta-merta berhenti, sebaliknya tetap terjadi pembakaran dan pengeluaran emisi gas buang
  6. Kebijakan fiscal terkait pajak kendaraan, pajak bahan bakar dan pemberian intensif bagi pemakai bahan bakar listrik, nabati dan hydrogen serta pengguna alat yang ramah lingkungan.
  7. Servis rutin bagi kendaraan bermotor sehingga mesin dalam kondisi sehat dan bisa melakukan pembakaran yang sempurna, sehingga emisi gas buang yang dihasilkannya tetap berada pada ambang batas normal.
Tolong di SHARE :
Share
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA