logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Fisika

Berkenalan dengan Energi Biomassa


Ilustrasi energi biomassa

Pernahkah Anda mendengsar istilah energi biomassa? Apakah yang menjadikan istilah ini sebagai trading topic dalam berbagai kegiatan, sepertu kuliah, seminar, atau kegiatan konferensi lain? Sehebat apakah pengaruh energi biomassa ini bagi kelangsungan hidup? Nah, dalam artikel ini kita akan bahas mengenai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tadi.

Sekilas Tentang Energi Biomassa

Sedari zaman kanak-kanak (SD), para guru kita senantiasa berbicara dan mengingatkan setiap muridnya bahwa suatu saat bahan bakar minyak bumi ini akan menipis habis. Bahkan sudah banyak perkiraan dari para pakar atau ahli yang menyatakan bahwa tahun sekian bahan-bakarminyak bumi ini akan benar-benar habis tak bersisa. Sementara kita tahu, bahwa bahan bahan bakar minyak bumi ini termasuk salah satu bahan yang sangat sulit diperbaharui.

Berkaca dari pengetahuan tadi, saat ini manusia seakan terus berkarya untuk menciptakan alternatif pengganti untuk bahan bakar minyak. Hingga pada suatu kesimpulan, akhirnya para pakar bersuara bahwa terdapat sebuah energi alternatif bernama energi biomassa yang dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak. Apa alasannya pakar menyimpulkan hal tersebut? Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas lebih jauh tentang energi alternatif terbarukan ini.

Apa Itu Energi Biomassa?

Perbincangan mengenai biomassa tentu tidak mungkin kita pisahkan dari yang namanya produksi energi. Pada dasarnya, energi biomassa ini merupakan bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan bakar. Penggunaan biomassa ini bisa dilakukan dengan dua cara, yakni cara langsung dan cara tidak langsung.

Penggunaan biomassa secara langsung berarti memanfaatkan apa-apa yang terdapat di alam untuk keperluan bahan bakar, misal menggunakan kayu bakar untuk menyalakan api unggun atau memanfaatkan bahan biologis lain secara untuk hasil yang praktis. Sementara cara yang tidak langsung adalah dengan mengolah terlebih dahulu bahan-bahan yang terdapat di alam tadi menjadi sesuatu yang memiliki fungsi lebih maksimal.

Namun sayang penggunaan energi biomassa yang sebetulnya sudah dilakukan sejak zaman manusia purba itu kini sudah berganti, terlebih sejak ditemukannya bahan bakar minyak, bahan bakar gas, batu bara, dan bahan-bahan dari kandungan bumi lainnya yang dianggap lebih praktis.

Contoh sederhananya begini, saat ini manusia “modern” lebih banyak memilih minyak tanah ketimbang kayu bakar untuk keperluan memasak. Jika kebiasaan menjalani aktivitas yang serba praktis ini terus dilakukan, maka bukan mustahil jika minyak bumi ini akan habis lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Mengapa Energi Biomassa?

Sebenarnya ada banyak alternatif energi lain yang bisa dikembangan untuk menjadi alternatif pengganti minyak bumi. Namun, karena biomassa memiliki sejumlah keunggulan dibanding alternatif energi lainnya, maka biomassa menjadi pilihan terbaik. Adapun beberapa keunggunlan energi biomassa dibanding energi lainnya, di antaranya sebagai berikut.

  • Mengurangi adanya gas rumah kaca
  • Mengurangi limbah organik
  • Melindungi kebersihan air dan tanah
  • Mengurangi polusi udara
  • Mengurangi hujan asam dan kabut asap

Energi Biomassa dan Sumber Daya Hayati

Energi Biomassa menghasilkan energi yang disebut bioenergi atau energi hayati. Energi hayati memiliki dua bentuk final yang bisa langsung dimanfaatkan, yaitu: bahan bakar hayati/nabati (biofuels): biodiesel, bioetanol, bio-oil, biogas (biometan), biohidrogen, biobriket, serta listrik hayati (biomass electricity).

Sumber daya hayati telah lama digunakan sebagai sumber energi bagi manusia. Dimulai 500.000 S.M. ketika manusia sudah dapat menghasilkan api unggun dari kayu. Pada 40.000 S.M. manusia sudah mulai menggunakan minyak dan lemak nabati sebagai bahan bakar penerangan. Kemudian pada 6.000 S.M. manusia telah berhasil menghasilkan etanol dari fermentasi nira bergula.

Menjelang abad 20, kemajuan peradaban manusia telah berhasil memperoleh capaian-capaian berikut.

  • Pembuatan baja berbahan bakar rumput di Afrika.      
  • Penggunaan kotoran kering kerbau untuk memasak di A.S. barat.
  • Pembuatan terpentin dan gondorukem (rosin) dari getah pinus.
  • Distilasi kering kayu untuk menghasilkan metanol, asam asetat, dan lain-lain.
  • Seluloid (dari selulosa) plastik semisintetik pertama. 

Kemudian kemajuan cepat dalam ilmu kimia senyawa-senyawa turunan batu bara dalam akhir abad 19, diikuti dengan perkembangan industri pengilangan minyak bumi dan petrokimia di awal abad 20, menyediakan bahan-bahan mentah yang lebih murah dan lebih mudah diolah untuk produksi energi, bahan kimia, dan material.

Selama lebih dari satu abad, dunia telah bergantung kepada senyawa-senyawa turunan batu bara dan minyak bumi dalam memenuhi kebutuhan energinya. Namun, penggunaan dua sumber energi ini menghasilkan polusi dan kerusakan lingkungan yang luar biasa. Sekarang, iklim politik dan sosial menuntut pengembangan sumber-sumber daya yang dapat diandalkan, berjangka panjang, dan ramah lingkungan: energi biomassa.

Kembali ke Basis Energi Biomassa

Jadi, sekarang saatnya kembali ke basis energi biomassa. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi motivasi untuk menggalakan kembali penggunaan energi biomassa, yaitu sebagai berikut.

  • Keamanan negara. Artinya, menjaga keterjaminan pasokan energi, bahan-bahan kimia, dan material vital bagi negeri.

  • Penyehatan neraca pembayaran negara (country’s balance of payments) dengan menghasilkan sumber devisa baru bagi negara.

  • Penciptaan pasar baru untuk industri budidaya.

  • Peredaman emisi polutan lokal (penyebab pencemaran lingkungan) maupun global (penyebab perubahan iklim).

  • Pengupayaan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan yang memungkinkan generasi masa kini memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, tanpa menutup/menindas kemungkinan bagi generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

  • Pengembangan/pembangunan pedesaan dengan pengembangan budi daya tanaman kemurgi berdasarkan potensi asli lokal. Yang dimaksud dengan tanaman kemurgi di sini adalah tumbuhan yang dibudidayakan khusus sebagai sumber karbon dan energi untuk menghasilkan produk-produk berbasis biomassa selain pangan dan pakan.

Dampak Energi Biomassa

Energi biomassa memiliki dampak yang positif sekaligus negatif bagi kelangsungan kehidipan. Dampak postitif yang bisa dirasakan dengan adanya energi alternatif ini adalah berkurangnya penggunaan minyak bumi sehingga persediaannya akan bertahan lebih lama.

Sementara itu, dampak negatif yang mungkin terjadi jika penggunaan biomassa ini dilakukan dalam skala besar adalah rusaknya sebagaian besar kawasan hutan di dunia. Ya, kayu adalah bahan terbesar untuk menciptakan energi biomassa.

Tantangan-Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Penggunaan sumber energi biomassa di masa depan sebagai pengganti bahan bakar minyak dan batu bara sangat menjanjikan. Namun, masih ada hambatan-hambatan yang membuat biomassa masih sulit untuk dijadikan sebagai sumber energi. Biomassa biasanya merupakan bahan padat berapat massa ruah rendah (low bulk density), berkadar air tinggi, bernilai kalor rendah, dan berkadar oksigen tinggi.

Dalam skala besar dan otomatik, padatan jauh lebih sulit dikumpulkan, ditangani, dikirim jarak jauh, dan diolah dibanding cairan dan gas. Efisiensi energi proses konversi barang padat menjadi serbuk atau butiran kecil (agar bisa ditangani seperti cairan atau gas) sangat rendah (» 10%).

Kemudian peralatan pengumpul, pengirim, dan pemroses padatan butuh banyak perawatan. Rapat massa ruah yang rendah mengakibatkan kebutuhan kapasitas sistem transportasi besar (yang menentukan: volume, bukan berat bahan). Biomassa yang baru dipanen bisa berkadar air 50% atau bahkan lebih. Hal ini menyebabkan ongkostransportasi dan pengolahan semakin meningkat. 

Jadi, secara teknis, pemanfaatan energi biomassa kalah efisien bahkan jika dibandingkan dengan batu bara. Namun, dengan perbaikan dan permutakhiran teknologi serta tekanan-tekanan pertimbangan lingkungan dan politik, produk-produk ‘hijau’ dari sumber daya tanah sendiri (indigenos) akan kian atraktif (menarik).

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Energi Angin, Penerapan Fisika Mekanika
  • Mengenal Magnet dan Kutub Magnet
  • Fisika Inti, Fisika Nuklir, dan Model-Model Atom
  • Jenis dan Proses Pembentukan Batuan
  • Gema – Pantulan Bunyi yang Terdengar
  • Sifat Kemagnetan di Alam Semesta
  • Seberapa Pentingnya Ilmu Alamiah Dasar?
  • Mengenal Energi Ionisasi
  • Magnet, Si Lempengan ”Ajaib“ Penarik
  • Hukum Pascal - Bermula Main-main Menjadi Hebat Bukan Main
  • Berkenalan dengan Energi Nuklir
  • Albert Einstein dan Teori Relativitas
  • Dinamika Iklim Dunia
  • Mengenal Proses terjadinya hujan asam
  • Proses Hujan Asam dan Kerusakan Lingkungan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA