Rencanakan Liburan Impian ke Eropa
Ilustrasi eropa
Apakah Anda sedang merencanakan liburan impian ke Eropa? Memang, jumlah warga negara Indonesia yang datang berkunjung ke negara ini beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat. Agaknya benua ini memang memiliki pesona tersendiri yang membuat banyak orang Asia merasa bangga jika bisa berkunjung ke sana.
Faktor budaya Eropa yang kuno dengan kastil-kastil warisan zaman pertengahan yang masih banyak berdiri megah hingga hari ini, kebudayaan negara ini yang unik, museum bersejarah, perkembangan fashion-nya, keindahan alamnya, sepak bolanya, dan juga daya tarik wisata kulinernya, semuanya merupakan kelebihan-kelebihan yang dimiliki negara ini yang membuat siapapun dengan mudah memasukkan negara ini ke dalam daftar tujuan liburan impian.
Namun sebelum benar-benar pergi ke negara ini, sebaiknya Anda mengetahui lebih banyak tentang negara ini. Dengan demikian, Anda bisa mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dan juga merancang perjalanan Anda menjelajah negara ini.
Geografis Eropa
Benua ini sebenarnya bagian dari daratan luas yang sama dengan Asia, sehingga daratan itu sering disebut sebagai Eurasia. Meski sama-sama berada di daratan yang sama, perbedaan budaya antara Asia dan benua ini sangat mencolok, sehingga pemisahan benua itu lebih didasarkan pada perbedaan budaya tersebut.
Pegunungan Ural dan laut Kaspia adalah bentang alam yang sering digunakan sebagai pembatas antara benua Eropa dengan Asia. Benua ini sebenarnya tidak terlalu luas, bahkan hanya sedikit lebih luas dari pada benua terkecil yaitu Australia. Luas benua ini sekitar 10 juta kilometer persegi dengan populasi penduduk kurang lebih 800 juta jiwa.
Sejarah dan Perkembangannya
Benua ini memiliki sejarah yang sangat panjang, yang telah dimulai sejak zaman Palaeolitikum. Laju perubahan sosial di negara ini sangat dinamis. Benua ini pernah mengalami zaman kegelapan, reinaisans, era monarki, dan kolonialisme, namun di negara ini juga tercipta sistem demokrasi dan kesetaraan.
Perang Dunia ke-2 dan perang dingin telah memecah benua ini menjadi dua kubu politik dan ekonomi yang saling bertentangan, yaitu kubu komunis di kawasan negara ini bagian timur dan kubu kapitalis di kawasan negara ini bagian barat. Namun kemudian pada tahun 1989, kubu komunis jatuh seiring dengan jatuhnya tembok Berlin.
Sejarah panjang jatuh bangunnya Eropa itu menjadikan benua ini maju dalam berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, sistem pemerintahan, dan kesejahteraan warganya. Sebagai kawasan regional ekonomi dan politik yang kuat, negara-negara di benua ini semakin memperkuat diri dengan menggabungkan diri ke dalam Uni Eropa.
Uni Eropa ini resmi berdiri sejak 2007 dengan 27 negara anggota. Meski demikian cikal bakal Uni Eropa ini sebenarnya telah mulai dirintis sejak tahun 1950an. Negara anggota Uni Eropa adalah Luksemburg, Irlandia, Denmark, Austria, Belgia, Finlandia, Belanda, Britania Raya, Jerman, Swedia, Italia, Perancis, Spanyol, Slovenia, Yunani, Siprus, Malta, Republik Ceko, Portugal, Hongaria, Estonia, Slowaskia, Lituania, Polandia, Latvia, Bulgaria, dan Rumania. Sementara itu, negara yang menjadi kandidat Uni Eropa adalah Kroasia dan Turki.
Mata Uang Euro
Sejak Uni Eropa terbentuk, negara-negara anggotanya sepakat menggunakan mata uang yang sama yang kemudian disebut Euro. Meskipun demikian, belum semua negara anggota Uni Eropa menggunakan mata uang Euro, melainkan baru 17 negara.
Ketujuh belas negara anggota Uni Eropa yang menggunakan mata uang Euro adalah Jerman, Irlandia, Belanda, Perancis, Luksemburg, Austria, Finlandia, Belgia, Italia, Portugal, Spanyol, Yunani, Slovenia, Siprus, Malta, Slowaskia, dan Estonia. Di samping itu, ada pula negara-negara non anggota Uni Eropa yang menggunakan mata uang Euro. Mereka adalah Andorra, Monako, San Marino, dan Vatikan.
Kuliner Khas dari Negara Ini
Salah satu daya tarik wisata Eropa adalah cita rasa kulinernya yang menggoyang lidah. Sebagian masakan benua ini tentunya sudah kita kenal dan banyak ditemukan di Indonesia seperti spageti, pizza, segala macam pasta, steak, dan sebagainya. Meski demikian, masih banyak masakan khas benua ini lainnya yang mungkin belum terlalu kita kenal dan masih sulit ditemukan di Indonesia. Berikut beberapa makanan khas dari beberapa negara di negara ini yang perlu Anda ketahui, yaitu sebagai berikut.
| Makanan Khas Eropa |
| Baguette. Bila Anda berkunjung ke Perancis, jangan lupa mencicipi roti Perancis atau yang disebut baguatte. Roti ini mungkin sudah tidak asing bagi Anda karena bentuknya yang mudah dikenali yaitu panjang dengan tekstur lembut di bagian dalam dan juga renyah. |
| Wurst. Wurst adalah salah satu makanan khas dari Jerman. Terbuat dari daging babi atau sapi atau otak dan limpa yang dibuat sosis. Bumbu yang digunakan untuk membuat sosis ini sangat khas dan merupakan warisan sejak zaman kuno. |
| Stamppot. Masakan yang satu ini merupakan khas masakan Belanda. Masakan ini merupakan kominasi sayuran dan sosis. Sayuran yang digunakan biasanya sayuran hijau atau wortel yang direbus bersama kentang. Sosis besar yang dihidangkan bersama sayuran tersebut biasa disebut rookworst. Makanan ini banyak ditemukan di kala musim dingin. |
| Sup Shchi. Bagi Anda yang mengunjungi Rusia, sempatkan mencicipi sup Shchi. Sup ini bisa dikatakan sup sejuta umat karena digemari oleh masyarakat Rusia baik tua muda dan dari berbagai lapisan serta latar belakang. Biasanya sup ini disajikan pada perayaan khusus. |
| Tortilla de Patatas. Tortilla de Patatas ini adalah salah satu makanan khas asal Spanyol. Bahan dasar yang digunakan adalah kentang dan telur. Terdapat banyak variasi bahan yang lain yang membuat Tortilla memiliki variasi rasa yang beragam. Namun, bahan dasar yang digunakan tetap sama, yaitu kentang dan telur. |
Berbagai Obyek Wisata Menarik di Negara Ini
Bila mendengar tema obyek wisata benua ini, mungkin yang pertama kali terbayang di benak kita adalah menara Eifel di Paris atau menara Pisa di Italia. Namun sebenarnya, benua ini memiliki banyak sekali obyek wisata menarik yang siap dikunjungi.
Di Perancis, selain menara Eifel, Anda bisa pula mengunjungi berbagai museum dan galeri seni terkenal seperti museum Louvre dengan bentuk piramidanya yang khas.
Jangan lupa untuk berfoto di depan Arc de Triomphe, gapura kemenangan di kawasan Champs Elysees. Gapura yang dibangun oleh Napoleon Bonaparte ini juga menjadi salah satu ciri khas Perancis.
Bila Anda datang ke Jerman misalnya, Anda bisa menikmati wisata pegunungan di Bavarian Alpen atau danau Constance. Danau ini berada di perbatasan Jerman dengan Austria dan Swiss.
Sementara jika Anda ingin menghabiskan waktu di Monako, sebuah negara kecil di Eropa, Anda bisa mengeksplorasi bangunan-bangunan tua yang bersejarah di sana atau Anda bisa menonton balap mobil Formula 1 langsung di sirkuit Grand Prix yang terdapat di Monako.
Selain menara Pisa yang fenomenal, Italia juga memiliki obyek-obyek wisata menarik lainnya sepeerti Koloseum yang berada di Roma. Koloseum merupakan bangunan warisan kekaisaran Romawi berbentuk elips yang digunakan sebagai tempat pertunjukan.
Visa Schengen
Negara-negara di Eropa menerapkan visa Schengen untuk memasuki wilayah mereka. Artinya, bila Anda memegang visa Schengen ini, Anda bisa keluar masuk ke negara-negara Schengen dengan mudah.
Negara-negara anggota Schengen yang dimaksud adalah Austria, Belgia, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.
Bahkan, kini ada kabar gembira bagi warga Indonesia yang hendak melakukan perjalanan ke benua ini yaitu bahwa pengurusan visa Schengen ini dipercepat prosesnya. Negara-negara anggota Schengen sepakat mempercepat pengurusan visa untuk warga Indonesia mengingat jumlah kunjungan warga Indonesia ke negara ini meningkat beberapa tahun terakhir ini, sehingga mereka sepakat untuk memberikan kemudahan. Nah, bagaimana Anda tertarik untuk segera mengunjungi Eropa?

