logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    SMP

Cara Efektif Mencegah Erosi Pantai


Ilustrasi erosi pantai

Erosi pantai merupakan bencana geologi yang mengancam perairan di mana saja. Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia pun tak bebas dengan abrasi. Sekarang ini diyakini lebih 400 km pantai –pantai di Indonesia rusak karena abrasi. Apalagi pemicunya kebanyak tak sepenuhnya fenomena alam, melainkan karena ulah manusia yang merusak pantai dan perairan di dekatnya.

Ambil contoh masalah ini tengah melanda daerah Semarang utara, yang sebagian besar pantai dan daratannya tenggelam digerus abrasi. Rumah penduduk dan fasilitas umum rusak tergerus ombak. Dampak sampingnya adalah intrusi air laut merembes sejauh 10 km ke arah daratan. Akibatnya air sumur warga tercampur air laut dan tak layak konsumsi karena kandungan garamnya tinggi.

Abrasi terjadi karena kurangnya vegitasi yang tumbuh dipantai maupun perairan payau. Padahal fungsi vegitasi ini adalah mengikat tanah dan mencegah terjangan ombak.

Pengertian Erosi Pantai

Sebelum mengetahui tentang cara yang efektif untuk mencegah erosi pantai. Kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang dinamakan erosi pantai serta penyebab-penyebabnya. Jika sudah memahaminya, maka kita dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya erosi pantai.
Hal ini dilakukan agar selanjutnya kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk selalu menjaga pantai Indonesia dari erosi pantai.

Erosi adalah terjadinya pengikisan tanah atau batuan yang disebabkan oleh air, angin, atau gletser. Erosi pantai adalah pengikisan tanah atau batuan yang terjadi di pantai. Pengikisan tersebut menyebabkan tanah atau batuan yang terdapat di daratan pinggir pantai terkikis sedikit demi sedikit. Namun, jika hal ini terjadi terus menerus makan lama akan terjadi degradasi lahan, berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap air, dan amblasnya daratan di pinggir pantai.

Penyebab Erosi Pantai

Pengikisan pantai tak sepenuhnya disebabkan oleh fenomena alam saja. Erosi pantai yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

1. Alam

Fenomena alam juga turut serta menyebabkan kerusakan pantai. Sebenarnya kejadian ini sebagai bentuk keseimbangan alam untuk mencari posisi sempurna.
Karena abrasilah sebagian pulau di bumi ini terpecah-pecah. Dulu ketika zaman purbakala, jutaan tahun silam, pulau Bali dan pulau Jawa menjadi satu. Lama kelamaan karena faktor gempa, abrasi dan pergerakan lempeng, mengakibatkan sebagian daratan terpisah jauh dari pulau induknya. Proses ini terus berlangsung selama jutaan tahun lamanya. Demikan fenomena terbentuknya sebuah teluk ditepi laut, itu salah satu penyebabnya adalah faktor abrasi yang terus menerus terjadi sepanjang tahun.

  • Kekuatan ombak

Disebabkan oleh kerasnya deburan ombak yang menyebabkan terkikisnya batuan atau tanah pinggir pantai. Kekuatan hempasan ombak yang datang berturut-turut, lama-lama mengikiskan bantaran pantai termasuk tebing-tebing pulau. Apalagi sekarang ini fenomena anomaly cuaca yang sulit di prediksikan. Kondisi perairan laut Indonesia kerap berubah-rubah. Sehingga memicu terjadinya gelombang pasang dan angin kuat sehingga timbul ombak besar terus menggerus daratan.

  • Struktur batuan dan tanah di sekitar pantai 

Abrasi juga dikarenakan kondisi pasir, tanah yang tak solid, rapuh dan batuan berongga. air laut yang sampai ke batuan atau pinggiran pantai karena keras atau besarnya ombak. Ini dinamakan abrasi atau disebut juga abrassion/corrasion. Kondisi tanah dan batu yang tak solid mudah amblas tergerus air lain. Kondisi ini bisa disiasati dengan cara memasang rangkaian beton pemecah ombak, yang ditaruh disepanjang tebing pulau.

  • Global Warming / pemanasan global

Global warming atau pemanasan global merupakan salah satu indikasi rusaknya alam secara global. Suhu bumi semakin naik, disebabkan karena efek rumah kaca. Polusi udara yang dikeluarkan oleh asap pabrik, kendaraan bermotor dan pemakaian barang-barang yang tak ramah lingkungan. Menyebabkan rusakan ozon, lapisan atmospir yang berfungsi menahan paparan sinar ultraviolet dari matahari.

Di sisi lain hutan hujan ditebangi untuk kepentingan komersial turut mempercepat naiknya suhu bumi. Sehingga menimbulkan dampak berantai, seperti gunung-gunung es / glester di kutub utara meleleh, sehingga menaikan volume air laut. Imbasnya air laut semakin dalam naik ke daratan.

2. Perilaku Manusia

Ada beberapa tindakan perilaku manusia yang menyebabkan erosi pantai, yang pada akhirnya menambah parahnya erosi dan kerusakan ekosistem laut. 

  • Pembukaan lahan tambak udang di pinggir pantai.

Perambahan hutan bakau yang dipakai untuk kepentingan ekomersial seperti tambak turut mempercepat proses abrasi. Misalnya tambak ikan bandeng atau udang windu yang harus menggunakan air laut. Tambak-tambak ini dibangun ditepi laut, lahan-lahan kosong yang awalnya adalah hutan bakau dibabati semua. Padahal lahan itu sebenarnya merupakan wilayah penyangga penahan air laut agar tak masuk wilayah daratan.

Pembuatan tambak-tambak ikan ini tak lepas dari tuntutan kebutuhan pangan manusia, dan yang lebih tegasnya adalah kepentingan ekonomi pelaku di dalamnya. Menjadi dilematis sebenarnya, disisi lain petani tambak perlu penghasilan untuk menghidup keluarganya di sisi lain ada yang dikorbankan yakni rusaknya ekosistem pantai.

Selain dijadikan tambak ikan, ada juga lahan bekas hutan mangrove yang berubah fungsi dijadikan sebagai ladang tempat bercocok tanam. Padahal membuat ladang pinggir pantai tingkat resikonya tinggi, contohnya bisa sewaktu-waktu kena rob atau luapan air pasang.

  • Perusakan hutan bakau 

Penebangan hutan baku secara masiv untuk diambil kayunya adalah sebuah tindakan illegal. Luas wilayah hutan bakau di Indonesia semakin susut karena perambahan hutan. Selain itu juga rusaknya kawasan hutan mangrove karena faktor polusi laut yang lumayan parah. Sampah, tumbahan oli dan minyak yang dibuang oleh kapal-kapal besar dan industry, secara langsung turut mencemari perairan. Dampaknya limbah-limbah ini meracuni biota laut dan tanaman mangrove, dan akibatkan banyak mangrove yang mati. 

  • Eksplorasi pantai

Eksplorasi pantai yang dilakukan terus menerus seperti penambangan timah yang dilakukan di Bangka Belitung, meninggalkan bencana ekologi yang sangat sulit dipulihkan. Di sana sini terdapat lobang-lobang bekas galian tambang. Parahnya yang melakukan eksplorasi tak hanya satu dua orang melainkan banyak pihak.

Demikian juga pada pantai-pantai di kawasan selatan pulau Jawa seperti Yogyakarta, Kebumen dan Cilacap, yang terancam abrasi, karena ada rencana investor yang mau membuka tambang pasir besi di sana. Padahal program memulihkan wilayah yang terlanjur kena abrasi sangat mahal dan butuh waktu lama. Pertanyaan maukah pemilik tambang itu sukarela menyediakan dana besar untuk program tersebut.

Cara Efektif untuk Mencegah Erosi Pantai

Dari penyebab-penyebab yang sudah diuraikan sebelumnya, kita dapat mengetahui langkah yang harus kita lakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah terjadinya erosi pantai. Di antaranya adalah:

  1. Tidak melakukan lahan tambak udang yang di dekat pantai, terutama di bagian pinggir pantai yang sering terkena pukulan ombak yang besar atau yang berpotensi tinggi untuk terjadinya erosi.
  2. Menjaga kelestarian hutan bakau atau hutan mangrove yang terdapat di pinggiran pantai dengan tidak merusaknya.
  3. Jika ingin memanfaatkan hutan bakau atau mangrove maka lakukan tebang pilih. Agar tidak merusak hutan bakau atau hutan mangrove tersebut, karena keberadaannya dapat manahan ombak yang keras dan air laut untuk sampai ke daratan yang menjadi penyebab erosi pantai.
  4. Untuk penambangan hendaknya dilakukan jauh dari pinggir pantai. Kalaupun terpaksa harus melakukan penambangan di pinggir pantai, hendaknya dilakukan di pantai yang tidak berdekatan dengan pemukiman penduduk, karena akan membahayakan penduduk setempat.
  5. Tidak menjadikan hutan bakau atau mangrove sebagai ladang yang akan menimbulkan penyempitan hutan bakau atau hutan mangrove tersebut, sehingga tidak dapat menahan erosi yang terjadi.
  6. Menghijaukan kembali wilayah yang rusak dengan menanami pohon mangrove, api-api. Sedangkan di pantai ditanami pohon cemara udang yang akarnya juga mampu mengikat pasir. Menanam pohon mangrove dan sejenisnya itu ibaratnya kita melakukan investasi alam jangka panjang. 

Demikianlah sepintas tentang erosi pantai yang sedang berlangsung dan sifatnya progresif, kian tahun wilayah yang terkena abrasi semakin luas. Mari kita bergerak bersama melakukan aksi pencegahan dan pemulihan lahan kritis. Caranya Tanami kembali area pantai yang terkena abrasi dengan vegetasi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Beragam Fungsi Lidah
  • Pengelolaan Hutan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat
  • Definisi Gerak dalam Fisika Gerak
  • Berkenalan dengan Tanah Podsolik
  • Manfaat Sungai Bagi Kehidupan
  • Bagian Lidah pada Manusia
  • Tanah Vulkanis - Tanah Berunsur Hara Tinggi - ANNEAHIRA.COM
  • Dampak Kerusakan Hutan di Indonesia
  • Resam, Tanaman Pengganggu Bernilai Jual
  • Teks Pidato - Ir. Soekarno, Singa Podium
  • Jenis Tanah Organosol dan Penggunaannya
  • Luas Laut Indonesia dan Pemanfaatannya
  • Kreativitas Mengatasi Tanah Tandus Berkapur di Gunung Kidul
  • Mengenal Hutan Kerangas
  • Disuguhi Pemandangan Hutan, Lelah Pun Hilang
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA