logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Teknik Lingkungan

Serba-serbi Erosi


Ilustrasi erosi

      Daftar Isi
  1. Erosi dan Aktivitas Manusia
  2. Erosi Berdasarkan Bentuknya
  3. Dampak Erosi
  4. Faktor yang Mempengaruhi Erosi
  5. Penebangan dan Kebakaran Hutan
  6. Akibat Pembangunan Jalan

Anda tentu pernah mendengar istilah erosi, bukan? Ya, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, istilah ini sudah disampaikan melalui Pelajaran IPA.

Dari sana, kita tahu bahwa erosi merupakan peristiwa pengikisan tanah, sedimen, batuan, dan pertikel lain, akibat angin, air atau es, kerekteristik hujan, dan creep pada tanah serta material lain di bawah pengaruh gravitasi. Pengikisan tanah juga dapat diakibatkan oleh hewan yang membuat lubang dan disebut bio-erosi.

Secara garis besar, pengikisan tanah dibedakan ke dalam dua jenis, yakni erosi geologi dan accelerated erosion. Erosi geologi merupakan bentuk pengikisan tanah yang berjalan secara alami dan berlangsung lambat. 

Sebenarnya, pengikisan dalam jumlah tertentu adalah kejadian yang alami dan baik untuk ekoosistem.

Pengikisan tanah jenis ini tidak berbahaya karena jumlah tanah yang terkikis akan sama dengan jumlah tanah yang terbentuk.

Beda halnya dengan accelerated erosion. Jenis ini cenderung berjalan lebih cepat karena adanya aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan alam. Hal ini membuat tanah di permukaan (top soil) akan hilang. Pengikisan tanah ini sangat berbahaya karena proses pembentukan tanah tidak akan berimbang dengan banyaknya tanah yang terkikis. Tanah yang terkikis akan jauh lebih banyak ketimbang tanah yang terbentuk.

Erosi dan Aktivitas Manusia

Erosi Akibat Pembangunan Jalan

Pembangunan jalan memungkinkan terjadinya peningkatan derajat pengikisan karena akan menghilangkan tutupan lahan. Selain itu, jalan akan mengubah pola drainase secara signifikan, apalagi jika sebuah tanggul dibangun untuk menyangga jalan.

Jalan yang mempunyai banyak batuan dan mampu menangkap air secepat mungkin dari jalan dengan meniru pola drainase alami (hydrologically invisible) memiliki peluang cukup besar menghambat pertambahan pengikisan tanah.   

Erosi berbeda dengan pelapukan akibat cuaca (peristiwa hancurnya mineral batuan dengan proses kimiawi ataupun fisik). Pengikisan tanah  pada dasarnya merupakan proses alami yang mudah dikenal.

Di beberapa tempat, pengikisan tanah diperparah oleh aktivitas manusia seperti penggundulan hutan, tata guna lahan yang buruk, kegiatan pertambangan, perkebunan, kegiatan konstruksi yang tidak ditata dengan baik, dan pembangunan jalan. 

Biasanya tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian akan mengalami pengikisan lebih besar daripada tanah dengan vegetasi alami.

Pengalihan fungsi hutan menjadi ladang pertanian juga dapat mengakibatkan tanah terkikis. Hal ini terjadi karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah diganti dengan tanaman pertanian yang struktur akarnya tidak kuat atau lemah.

Untuk mencegah hal ini, lakukanlah praktik tata guna lahan yang modern menggunakan teknik terrace building (praktik konservasi ladang dan penanaman pohon).

Erosi Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya, erosi dibagi ke dalam beberapa bentuk, yakni sebagai berikut.

1. Pelarutan
Jika berkunjung ke tanah berkapur, Anda tentu akan menemukan banyak sungai-sungai kecil di bawah tanah. Ini disebabkan karena tanah kapur mudah sekali dilarutkan air.
2. Splash Erosion
Splash Erosiondisebabkan oleh curah hujan tinggi yang langsung jatuh ke tanah. Tanah yang tertimpa percikan air hujan itu biasanya akan berlubang. Lubang-lubang inilah yang menyebabkan terjadinya pengikisan tanah. 
3. Sheet Erosion
Pengikisan ini terjadi karena adanya pemindahan tanah yang dilakukan selembar demi selembar. Sepintas, pengikisan tanah pada hal ini memang tidak terlihat. Namun, lama kelamaan seluruh permukaan tanah akan habis dan tentunya akan sangat berbahaya bagi keseimbangan lingkungan.
4. Rill Erosion
Pengikisan ini terjadi karena adanya genangan air di suatu tempat. Ganangan air ini, perlahan-lahan mengalir dan membentuk semacam alur dengan kedalaman tertentu.
5. Gully Erosion
Erosi ini merupakan bentuk erosi lanjutan dari erosi alur. Alur-alur yang terbentuk oleh genangan air yang mengalir tersebut, suatu saat akan tertimpa oleh air hujan yang akan membentuk alur itu menjadi lebih besar dan lebih dalam. alur-alur dalam inilah yang disebut sebagai bentuk Gully erosion.
6. Channel Erosion
Dalam sebuah parit, kita sering melihat bagaimana air terus mengalir meskipun hujan sudah berhenti. Aliran air ini, lambat laun akan mengikis bagian dasar dan dinding parit tersebut hingga tak jarang tebing di atasnya dapat longsor ke dasar parit. Selain oleh aliran air tadi, adanya gejala Neader dari suatu aliran dapat meningkatan pengikisan tebing di tempat-tempat tertentu (Beasley, 1972).

Peristiwa runtuhnya tebing parit ini bisa dikatakan sama dengan penyebab terjadinya longsor. Longsor terjadi karena adanya pengikisan bagian dasar tebing dengan kadar yang lebih besar.

Dampak Erosi

Menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas adalah salah satu dampak pengikisan. Menurunnya lapisan tanah ini menyebabkan kemampaun lahan menurun (degradasi tanah). Dampak lain dari proses pengikisan tanah yaitu menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi). Akibatnya, limpasan air permukaan meningkat dan air sungai akan meluap. Selain itu, butiran-butiran tanah yang terbawa oleh aliran permukaan akan mengendap di sungai (sedimentasi) dan mengakibatkan pendangkalan sungai. 

Sebenarnya, pengikisan dalam jumlah tertentu adalah kejadian yang alami dan baik untuk ekosistem. Contohnya, secara bertahap kerikil turun ke elevasi yang lebih rendah melalui angkutan air. Namun, pengikisan tanah yang berlebih akan menimbulkann masalah, misalnya kerusakan ekosistem dan kehilangan air secara serentak. 

Faktor yang Mempengaruhi Erosi

Terdapat beberapa faktor yang dapa mempengaruhi besarnya pengikisan tanah. berikut adalah uraiannya :
Faktor iklim: besarnya dan intensitas hujan (presipitasi), rata-rata dan rentang suhu, musim, kecepatan angin, dan frekuensi badai dapat mempengaruhi besaran pengikisan tanah yang terjadi di suatu daerah.
Faktor geologi: tipe sedimen, tipe batuan, porositas dan permeabilitasnya, dan kemiringan lahan yang dimiliki oleh suatu daerah akan mempengaruhi besaran pengikisan tanah yang mungkin dialami oleh daerah tersebut.
Faktor biologis: tutupan vegetasi lahan, makhluk yang tinggal di lahan tersebut, dan tata guna lahan oleh manusia dapat mempengaruhi besarnya pengikisan tanah yang terjadi di daerah tersebut.

Pengikisan tanah akan mudah terjadi di daerah dengan ekosistem dan vegetasi yang sama, daerah dengan frekuensi hujan tinggi, curah hujan tinggi, dan daerah yang sering terkena angin atau badai. Selain itu, sedimen yang kandungan pasir atau slitnya tinggi dan terletak di area dengan kemiringan tinggi juga akan mudah terjadinya tanah yang terkikis. 

Pengikisan tanah juga cepat terjadi oleh porositas dan permeabilitas sedimen (berkaitan dengan mudah tidaknya air meresap ke dalam tanah). Jika air bergerak di bawah tanah, limpasan permukaan yang terbentuk lebih sedikit sehingga dapat mengurangi pengikisan pada permukaan tanah. Biasanya, sedimen yang mengandung banyak lempung lebih mudah terkikis daripada pasir atau slit. Faktor yang mempengaruhi terjadinya pengikisan tanah dan sering berubah-ubah adalah jumlah dan tipe tutupan lahan. 

Hutan yang belum terjamah, mineral tanahnya dilindungi oleh lapisan humus dan lapisan organik. Lapisan-lapisan ini dapat melindungi tanah dengan merendam tetesan hujan. Lapisan-lapisan di dasar hutan ini mudah menyerap air hujan. Jika terjadi hujan lebat disertai angin ribut, akan mengakibatkan limpasan (genangan air hujan) di permukaan tanah dalam hutan.

Erosi Akibat Penebangan dan Kebakaran Hutan

Penebangan hutan akan membuat derajat peresapan air oleh tanah menjadi tinggi dan pengikisan tanah menjadi redah. Sementara itu, kebakaran hutan yang parah dan diiringi hujan lebat akan mengakibatkan tanah terkikis.

Dengan tidak adanya dahan dan daun dari pohon yang menghadang air hujan, maka terjadinya pengikisan terhadap tanah akan semakin besar. Hal inilah yang menyebabkan pengikisan tanah akibat penebangan atau kebakaran pada hutan semakin tinggi.

Tingginya pengikisan tanah yang terjadi juga dapat berdampak lain. Dampak tersebut bukanlah dampak positif yang bisa diberikan oleh alam melainkan dampak negatif. Dampak itu adalah kemungkinan terjadinya tanah longsor. Hal ini juga disebabkan terlalu banyak curah hujan yang langsung bertemu dengan tanah yang miring. Akibatnya arus air membawa lumpur akibat pengikisan tanah yang terjadi oleh hujan. Dampaknya adalah tanah longsor.

Nah, itulah sekilas uraian mengenai erosi dan segala sesuatu yang berhubungan langsung dengan erosi tersebut. Semoga bermanfaat!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jenis-jenis Limbah Cair dan Limbah Padat di Sekitar Kita
  • Kerusakan Alam dan Pemanasan Global: Dampak dan Penanggulangannya
  • Dampak Global Warming
  • Saat Banjir Merisaukan Masyarakat
  • Masalah Lingkungan Hidup, Mari Kita Masalahkan
  • Pentingnya Konservasi Tanah
  • Cara Menanggulangi Pencemaran Udara
  • Cara Mengolah Sampah Rumah Tangga
  • Ancaman Serius dari Pencemaran Air dan Udara
  • Cara Menanggulangi Pencemaran Air
  • Akibat Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Manusia
  • Lingkungan Laut, Lingkungan Dunia Lain
  • Mengapa Amdal Lingkungan Penting?
  • Mengupas AMDAL dan Contoh AMDAL Lingkungan
  • Cara Efektif Mengatasi Pencemaran Air
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA