Es Susu: Es Krim dan Berbagai Manfaatnya untuk Kesehatan

Manfaat susu memang sudah tidak diragukan lagi. Berbagai penelitian yang menyatakan bahwa nutrisi dalam susu sangat bermanfaat bagi kesehatan, semakin menambah "harkat dan martabat" susu menjadi lebih tinggi. Permasalahan yang sering terjadi di kalangan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, adalah kurangnya minat anak-anak dalam mengonsumsi susu.
Ibu-ibu rumah tangga lumayan dibuat pusing dengan permasalahan yang satu ini. Pasalnya, nutrisi yang terkandung dalam susu sangat bermanfaat bagi perkembangan anak. Untuk menyiasatinya, ibu-ibu tersebut memutar otak untuk membuat berbagai olahan makanan dan minuman berbahan dasar susu. Salah satu hasil olahan tersebut adalah es susu.
Es Krim
Es susu bisa kita artikan bersama sebagai es krim karena memang sebagian besar bahan untuk membuat es krim adalah susu. Tentu saja ditambah dengan berbagai bahan campuran lain. Bagi sebagian ibu rumah tangga, memiliki anak yang gemar mengonsumsi es susu atau es krim terkadang menimbulkan kekhawatiran. Namun, kandungan nutrisi es krim ternyata hampir sama dengan kandungan nutrisi dalam susu.
Sejarah Es Krim
Es krim konon telah ada sejak zaman Romawi Kuno. Saat itu, raja yang memerintah adalah Nero. Meskipun demikian, bentuk es krim yang kita kenal sekarang ini berasal dari Dinasti Shang dari China. Pembuatan es susu ini merupakan bentuk kegemaran Kaisar Shang terhadap berbagai jenis makanan dan minuman. Saat itu, es yang digunakan oleh kaisar adalah salju yang turun dari langit.
Kaisar seolah mendapatkan ide untuk membuat olahan dari salju yang turun dalam jumlah banyak tersebut. Ia kemudian mengambil salju dan mencampurkannya dengan susu sapi, terigu, dan kapur barus. Adonan tersebut diaduk hingga menjadi sebuah krim. Sejak itulah, berbagai jenis es krim mulai dikembangkan di seluruh dunia. Inovasi pun dilakukan dengan memperbanyak varian rasa, warna, dan bahan-bahan campuran.
Manfaat Es Krim
Meskipun telah terjadi perubahan bentuk, dari cair menjadi semi padat, kandungan nutrisi dalam susu sama sekali tidak hilang. Bahkan, pada zaman Romawi, es krim dipercaya dapat memulihkan seseorang yang tengah terserang virus influenza. Es krim terbuat dari campuran susu rendah lemak dengan lemak susu.
Kedua bahan tersebut biasanya berbentuk tepung. Kemudian, adonan tersebut dicampur dengan pemanis dan perasa. Selain lemak dan kalsium, kandungan nutrisi lain yang bisa diperoleh tubuh saat mengonsumsi es susu adalah protein, karbohidrat, mineral, berbagai jenis enzim, gas, serta berbagai vitamin, seperti vitamin A, C, dan D.
Jenis nutrisi lain yang tidak kalah penting untuk tubuh dan terkandung dalam es susu adalah alfa laktalbumin, betalaktoglobulin, imunogobulin, laktoferin, dan glikomakropeptida. Kegunaan zat-zat tersebut antara lain sebagai berikut.
- Alfa laktalbumin membantu metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Berbagai penelitian menyatakan bahwa alfa laktalbumin berfungsi sebagai zat antitumor.
- Betalaktoglobulin membantu penyerapan vitamin A dalam tubuh manusia.
- Imunogobulin berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.
- Laktoferin berfungsi untuk mengikat zat besi dan berperan serta dalam meningkatkan pertahanan tubuh.
- Glikomakropeptida adalah zat baik untuk sistem pencernaan manusia.






