Pengaruh Faktor Komunikasi dalam Keluarga

Ada banyak faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal dalam kehidupan berkeluarga. Faktor komunikasi merupakan pengaruh yang paling besar terhadap baik tidaknya suatu hubungan. Komunikasi yang tidak efektif sering menjadi penyebab rusaknya suatu hubungan.
Komunikasi yang tidak efektif menyebabkan timbulnya salah paham, salah persepsi, dan salah dalam mengambil keputusan. Begitu pun jika intensitas komunikasi tidak begitu baik, maka suatu hubungan pun bisa menjadi berantakan.
Ada seorang istri yang merasa tidak mendapatkan perhatian dan kasih dari suami. Sementara suami pun menganggap istrinya tidak peduli dengan dirinya. Padahal keduanya mempunyai alasan mengapa bersikap saling acuh tak acuh.
Suami yang lelah karena mencari nafkah sangat membutuhkan dukungan dari istrinya. Sedangkan si istri memang termasuk tipe orang yang introvert. Akhirnya keduanya merasa sudah tidak cocok lagi dan akhirnya memutuskan untuk bercerai. Padahal masalah mereka bisa selesai jika keduanya saling bicara (baca: komunikasi).
Begitupun, antara anak dan orang tua. Sering sekali antara anak dan orang tua mereka terjadi keretakan hubungan yang disebabkan buruknya komunikasi di dalam keluarga tersebut.
Sang anak yang merasa dirinya masih butuh kehadiran orangtua dalam kehidupannya. Sementara itu, kedua orangtua sibuk berkerja dan jarang ada di rumah. Si anak yang sudah merasa dibuang oleh orangtua mereka pun melapiaskan rasa protesnya dengan mengkonsusmi narkotik.
Proses komunikasi di dalam hubungan kekeluargaan merupakan bentuk komunikasi yang paling ideal. Hierarki antara posisi orangtua dan anak tidak menyebabkan munculnya prosedur formalitas komunikasi. Begitu pun jika suami dan istri berbeda latar belakang, baik perbedaan budaya, usia, pendidikan, maupun kepribadian.
Perbedaan-perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap saling berkomunikasi. Namun kenyataannya, justru sebagian besar masalah keluarga disebabkan oleh terganggunya proses komunikasi. Harold D. Laswell mengatakan bahwa proses komunikasi terjadi dalam rumusan tentang siapa, menyampaikan apa, melalui apa, kepada siapa, dan apa akibatnya.
Sedikitnya ada tiga penyebab menonjol yang mengakibatkan terjadinya masalah komunikasi dalam keluarga. Pertama, komunikasi yang dilakukan tidak dengan tulus (dari hati). Komunikasi yang terjadi hanyalah suatu bentuk basa-basi tanpa adanya kehangatan hubungan.
Kedua, komunikasi telah digantikan oleh hiburan, seperti televisi, main musik, baca koran, dan lain-lain di dalam rumah. Anggota keluarga lebih suka menikmati sarana hiburan tersebut ketimbang melakukan komunikasi.
Ketiga, munculnya pemahaman bahwa komunikasi berarti harus lebih banyak bicara. Padahal dalam komunikasi bukan hanya adanya kegiatan berbicara, tapi juga sewaktu-waktu harus jadi pendengar yang baik.
Faktor komunikasi merupakan kunci bagi kesuksesan hubungan dalam berkeluarga. Karena itulah komunikasi dalam keluarga harus dilakukan secara kontinyu dan dipelihara dengan baik.






